Minggu, April 29, 2012

Renungan ini cukup panjang dan mungkin membangkitkan kontroversi, ambil baiknya saja dan buang buruknya. Silahkan berpendapat dan menanggapi apabila ada pernyataan yang kurang pas. 

Mengapa orang yang sangat pintar di sekolah tidak pernah mencapai posisi puncak / sukses luar biasa ?

Faktanya, pemilih perusahaan (CEO) tidak lebih pintar dari tenaga ahlinya.

Pertanyaan ini telah menjadi perenungan yang cukup lama bagi diriku, tengoklah Bill Gates yang di DO (drop out) dari kuliahnya dan menjadi milyader dunia, Thomas Alfa Edison yang ketika sekolah nilai fisikanya selalu C dan kemudian dicantumkan di seluruh buku fisika sekolah, atau Albert Einstein yang di cap anjing bodoh oleh dosen matematikanya dikarenakan tidak mampu mengerjakan soal matematika yang kemudian menerima nobel dan namanya dinobatkan manusia terjenius sepanjang sejarah. Masih kurang? lihatlah situs www.GetRichWithRobert.com , Robert Shemin salah satu triliuner dunia yang namanya sering disandingkan dengan Donald Trump, Robert Kiyosaki dan Warren Buffet ternyata mendapat julukan “sang idiot” untuk waktu yang sangat lama sejak ia kecil, hingga akhirnya ia membuktikan pada dunia bahwa ia adalah idiot kaya (bacalah bukunya yang berjudul 8 Rahasia sang idiot kaya). Dapatkah kamu menyebutkan yang lain?

Setelah membaca banyak kisah, sampai detik ini aku menyimpulkan bahwa orang sekolahan tidak pernah mencapai posisi puncak, posisi puncak malah dipegang oleh orang-orang yang dulunya diremehkan dan biasa-biasa saja ketika sekolah. Definisi orang sekolahan menurutku adalah orang yang dulu ketika sekolah selalu mendapat nilai bagus, selalu mendapat peringkat 1, tidak pernah bolos sama sekali dan kecakapan akademik lainnya. Dan definisi posisi puncak menurutku adalah orang yang menjadi sumber inspirasi, orang yang menjadi CEO perusahaan, atau hidup dengan kaya raya. Lantas mengapa bisa terjadi seperti itu? Bukankah malah orang sekolahan seharusnya lebih sukses di masa depan dibandingkan dengan orang yang di masa sekolahnya biasa saja bahkan terbelakang? Iya itu benar secara teori, tidak secara praktik. Bacalah secara seksama hasil perenunganku.

Apabila diperhatikan, pendidikan di sekolah menuntut seorang siswa untuk serba bisa, yang serba bisa dialah yang mendapat peringkat 1, sedangkan yang tidak serba bisa mendapat perigkat di tengah bahkan peringkat 1 dari belakang. Lantas apa hubungannya dengan posisi puncak dan kesuksesan? Dunia pendidikan mengajarkan untuk tidak fokus! Padahal fokus adalah prasyarat utama untuk mencapai posisi puncak, mengapa? Ketika seseorang ingin menguasai dan menjadi ahli di segala bidang, tentu itu akan mengacaukan energinya, orang tersebut harus ekstra keras untuk mewujudkan banyak tujuannya, akhirnya kesimpangsiuran tujuan memperlemah keteguhan hatinya dan membuat rentan terhadap perasaan gagal. Perasaan gagal mengundang lebih banyak kegagalan. Akhirnya orang sekolahan tersebut akan menyerah.
Tetapi ada segelintir orang yang diberikan kemampuan untuk menguasai segalanya, lihatlah Nabi Muhammad yang segala tindak tanduknya dijadikan teladan oleh umatnya, kemudian Leonardo Davinci, seniman,ilmuan, matematikawan, filsuf, dokter, dan Benyamin Franklin yang berkecimpung dalam sains, ekonomi, politik, dan terdepan di masanya (fotonya diabadikan pada mata uang dollar amerika). Pertanyaannya adalah apakah benar ketiga orang tersebut memilliki banyak fokus? Rasulullah memiliki 1 fokus yakni untuk menegakkan agama Allah sehingga ia mampu menguasai segalanya.

Kembali kepada dunia sekolah, dunia sekolah mengajarkan sifat individualis, kemudian mengajarkan untuk takut mengambil resiko, dan menyikapi kegagalan dengan sangat buruk. Bagi anda yang anak sekolahan, jangan dulu naik pitam dan terburu mengclose page ini, simak uraianku berikut. Jika anak sekolahan mampu menguasai semua pelajaran, akankah ia meminta temannya untuk mengajarinya lagi? Tidak, dia merasa dirinya mampu dan segala sesuatunya dapat diselesaikan sendirian, bukankah itu individualis? Dan bukankah timwork sangat tidak cocok dengan orang yang individualis?

Orang sekolahan cenderung suka menganalisis dan perfeksionis. Jika tidak perfeksionis ia tidak akan mampu mendapatkan nilai A di semua mata pelajaran. Alhasil, ketika hendak melakukan sesuatu (bisnis misalnya) orang sekolahan menganalisa dengan sangat detail menggunakan seluruh pengetahuannya, menjabarkan resiko-resikonya dan akhirnya ia tenggelam dengan resiko yang dianalisisnya dan takut untuk melakukan. Seumpama jika analisisnya tidak lengkap, dan kurang, orang sekolahan cenderung tidak mau melanjutkan. Bagaimana bisa sukses? Bukankah perjalanan 1 milyar langkah dimulai dari 1 langkah? Orang yang mencapai posisi puncak tidak pernah takut mengambil resiko, resiko bagi mereka adalah pemantik untuk menjadi lebih kokoh dan gigih dalam berusaha.

Orang sekolahan juga tidak pernah mau gagal, karena bagi mereka gagal adalah tamat.

Jadi, jawabannya dari pernyataan mengapa orang yang sangat pintar di sekolah tidak pernah mencapai posisi puncak / sukses luar biasa ? Karena mereka tidak fokus, individualis, tidak berani mengambil resiko dan takut gagal.

Jika kamu adalah orang sekolahan yang sangat pintar kemudian mampu fokus, teamwork handal, berani mengambil resiko dan tidak takut gagal, selamat !! kamu tidak sendiri, ada aku dan kamu akan menjadi mitraku yang terbaik dan mampu merubah paradigma dunia.

11 komentar:

  1. Selalu minder, Matematikaku selalu dibawah rata-rata -__________- lola atau gmn ini otak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada yang namanya bodoh, yang ada hanya kemalasan
      Semangat belajar Marfa Umi, ditelateni sedikit2 insyaAllah pasti bisa
      Masa anak usia 13 tahun ini saja bisa menjadi lulusan master matematika, masa kita nggak bisa?
      http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/07/15-tahun-sudah-dapat-master-590444.html

      Hapus
    2. Aku baru bisa matematika doang ,saat aku smp aku udah bisa tingkat sma,tapi keahlianku itu tidak tersalurkan,masih ada kah kesempatan untukku ?

      Hapus
    3. masih, selalu ada kesempatan :) tidak ada yang namanya terlambat dalam belajar.

      Hapus
  2. aku minder bgt selalu gagal dalam bidang mipa
    apakah masa depan ku suram karena tidk DAPAT rangking 1-10?

    BalasHapus
  3. aku minder bgt selalu gagal dalam bidang mipa
    apakah masa depan ku suram karena tidk DAPAT rangking 1-10?

    BalasHapus
  4. Telah lama mencurigai hal ini, apalagi setelah membaca buku ivanilich, sehingga kami berobah pandangan, tidak ada manusia yang bodoh, selama dia bisa membaca dan menulis, bahkan di sekolah yang kami pimpin, sudah kira-kira 6 tidak mencantumkan juara/rengking, tapi untuk dapat diterima di lingkungan melalui proses yang lama, sehingga anak hanya untuk dipacu untuk menyadari bahwa belajar penting, hasil atau tidak bukan sekarang. Dari sini mulai ter lihat perubahan, tidak ada lagi anak yang minder dlm kelas, karena tidak yang dapat rengking terakhir sekolah kami adalah SD,

    BalasHapus
  5. Intinya adalah, pintar tidak menjamin masa depan kita. Pintar hanya simbol dan prakteklah yang memegang peranan dalam masa depan kita. Good article 😊

    BalasHapus
  6. Aku adalah anak yg selalu juara kelas dari SD. Jujur aja, aku jadi rendah diri baca tulisan ini😀😀 . Tapi sejauh ini, aku tetap banyak berinteraksi dengan orang lain dan banyak dapat masukan dari mereka...dengan begini, aku yakin aku tetap bisa meraih posisi puncak. Amin🙏🙏

    BalasHapus
  7. Saya hanya orang biasa, saat SD dan SMP saya selalu di ejek karena selalu mendapat rangking terakhir, dan di anggap bodoh.
    Namun setelah lanjut SMK saya menjadi semangat belajar dan Alhamdulillah saya selalu dapat ranking kelas, dan saya juga mendapat juara 1 lomba keterampilan siswa mata lomba teknik kendaraan ringan antar kelas, dan saya lolos tes ujian mewakili sekolah untuk lomba keterampilan siswa mata lba automobiles technology tingkat kota Medan dan Alhamdulillah juara dua.. Dan saya sekarang baru tamat skolah saya sudah melamar banyak di perusahaan otomotif seperti Hino,Delta mas,Toyota,sehat motor,Mercedes Benz dll.. Saya di Deltamas gagal karena ujian teori hal ini yg membuat saya gagal, padahal keahlian saya praktek hmm tapi yaudhlah mungkin mereka menyia²kan saya dan memilih orang bodoh yg menyogok mereka:'v dan di Hino saya melamar tapi sampai sekarang blom ada kabar dari sana, padahal surat lamaran saya, sudah saya buat dengan sangat baik, bahkan sertifikat piagam dan raport saya bagus tapi knapa mereka tidak tertarik? Hmm
    Dan di Mercedes Benz, saya melamar disana, dan ujian tes psikotes serta presentasi, di tes psikotes menurut saya hasilnya kurang baik karena saya banyak tidak menyelesaikan gambar dan saat presentasi tentang ring piston bagian komponen dari mesin. Saya dapat menyelesaikan dengan baik dan menguasainya dan menjawab semua pertanyaan trainer dan pelamar.. Dan besoknya saya di undang interview dan mengalahkan sebagian pelamar yg tamatan SMA yg jauh lebih pintar menurut saya kalok masalah tes psikotes.
    Dan saaat tes interview saya dapat menyelesaikan lainnya dengan baik, dan Alhamdulillah saya diterima di Mercedez Benz, tapi saya harus pendidikan disana selama satu tahun dan membayar berkisar 6,5jt hmm sebenernya saya sangat ingin belajar dan melakukan yg terbaik di sana tapi, masalah ekonomi saya, ortu saya lagi masa sulit. Dan saya tidak mungkin membebani mereka lagi karena niat saya ingin bekerja dan membantu mereka. Jadi saya si SMS masuk pendidikan tgl 17 bulan 9 dan mereka suruh balas bersedia, tapi saya tidak membalas SMS tersebut hmm
    Dan ditoyota saya melamar dan lolos tes administrasi dan tes psikotes dan lulus lalu tes interview besoknya, dan sudah saya selesaikan dengan baik bahkan saya banyak memberi pertanyaan kepada HRD, jadi macam saya yg interview dia hehe tapi sampai sekarang blom dipanggil kerja semoga aja dipanggil aminn

    BalasHapus

Blog adalah suatu representasi dari individu penulisnya, baik pikiran, pengalaman, perasaan dan sebagainya (Manungkarjono, 2007). Blog juga merupakan suatu hasil karya cipta yang dilindungi UU 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !