Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 03, 2014



Jika saya diberi kesempatan untuk berkuliah di jurusan Psikologi, maka saya akan mendalami ilmu "Pembentukan karakter".Dan jika saya adalah mahasiswa tingkat akhir di Jurusan psikologi, maka berikut ini adalah uraian Tugas Akhir yang saya buat, selamat membaca dan berimajinasi.

Judul Skripsi
"Karakterisasi Karakter Manusia, sebuah studi komprehensif mengenai karakter seseorang berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh subjek kajian". 
  
Latar Belakang
Kehidupan sosial merupakan penentu keberhasilan seseorang. Betapa banyak data, sehingga tidak perlu disebutkan lagi, bahwa betapa banyak orang genius yang gagal dalam hidupnya dan kebanyakan mati muda karena social intelligent mereka yang rendah. Sebaliknya, betapa banyak data pula, sehingga tidak perlu disebutkan lagi, khawatir terlalu panjang dan membosankan, bahwa betapa banyak orang yang secara intelegensia akademis rata-rata, bahkan dibawah rata-rata, sehingga sering diremehkan, tetapi berhasil membuktikan bahwa ternyata predikat rendah yang disematkan tersebut salah, mereka menjadi orang yang sukses luar biasa, kehidupan mereka bahagia, mereka berada di posisi puncak, dan akhirnya mereka hanya bisa mengasihani teman-teman mereka yang dulunya merendahkan mereka. Berhubungan dengan kesuksesan, kehidupan sosial dan orang-orang dalam interaksi sosial berperan dalam kehidupan seseorang. Orang-orang dalam interaksi sosial terdiri dari berbagai macam karakter, sehingga dilakukan studi komprehensif mengenai karakterisasi karakter manusia berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh subjek kajian.

Pembahasan
Ketika kita melakukan "sesuatu", ada 4 tipe orang :

1. "Mantap, kamu sungguh berani, aku ikut mendukungmu, aku ada dibelakangmu", tipe Prestige
Tipe ini adalah tipe yang mengenali kita, meyakini maksud baik kita, sekalipun kita melakukan sesuatu yang menurut orang banyak adalah sesuatu yang "hina" dan "salah". Hal ini dikarenakan jiwa mereka "berusaha" menyatu dengan jiwa kita, mereka tidak memperkeruh keadaan, mereka membantu kita melihat sesuatu dengan lebih jernih. Dibandingkan dengan mengkonfrontasi tindakan yang kita lakukan, mereka ikut membela kita, mendukung kita, bahkan tidak jarang mereka menjadi tempat kita bersandar dan mencari penyelesaian. Apa yang mereka lakukan tulus, karena mereka memiliki visi yang sama dengan kita, yakni menjadi manusia yang penuh manfaat dan saling menolong satu sama lain. Merekapun adalah orang yang beriman dan taat, yang mengamalkan hadist bahwa tidaklah sempurna keimanan seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai saudaranya diri sendiri. Cinta yang dimaksud disini adalah "menerima" baik hal positif dan negatif yang ada pada diri orang tersebut, dan berusaha untuk selalu memunculkan sisi positifnya. karena jika menerima hal positifnya saja, itu namanya kagum. 


2. "Kenapa kamu melakukan itu? Ya gak gitu juga caranya. Gini lho caranya ....." Tipe Luxury
Tipe ini adalah tipe orang yang hanya melihat kita di permukaan, mereka tidak mengenali jiwa kita,dan mereka tidak berusaha mengenali jiwa kita apalagi bersatu dengannya. Jiwa mereka dipenuhi oleh rasa takut, prasangka, dan kasihan. Prinsip hidup mereka adalah "Lebih baik mencegah dari pada mengobati", gampangannya adalah "Jangan berani-berani ambil resiko". Ketika kita melakukan sesuatu yang salah, mereka akan menegur kita agar memikirkan konsekuensinya, syukur-syukur mereka adalah membantu mencarikan solusinya, tetapi biasanya mereka hanya memaparkan konsekuensi-konsekuensinya dan tidak memberikan solusi, mereka menambah berat beban kita. Sejatinya niat mereka baik bahwa mereka tidak ingin kita terlibat ke sesuatu hal yang lebih parah. Mereka baik, tetapi tidak setuju terhadap tindakan yang kita lakukan, karena mereka kasihan.


3. "Aku gak terima yang dia lakukan, aku harus mengalahkannya." Tipe Elegant
Tipe ini adalah yang tidak setuju terhadap yang kita lakukan, menyalahkan yang kita lakukan dan ingin menjadikan diri kita kalah. Niat mereka jelas-jelas jahat, ingin mengalahkan diri kita. Tetapi disadari atau tidak, konfrontasi terang-terangan yang mereka lakukan mengasah diri kita, menjadikan kita melakukan sesuatu untuk bersiap-siap berkonfrontasi dengan mereka, menjadikan diri kita waspada, ujung-ujungnya adalah peningkatan kualitas diri.


4. "Ini kesempatan yang bagus untuk menghancurkannya dari dalam"Tipe Unique
Tipe ini adalah tipe terburuk, mereka adalah penjilat, di permukaan, mereka tampak baik, tetapi sebenarnya ada maksud terselubung, yakni mereka ingin menghancurkan diri kita dari dalam. Sehingga jika kita lengah, jebret, tanpa diduga dan disangka-sangka, mereka melancarkan serangan, kitapun kalah. Tetapi kita pun harus bersyukur jika dikelilingi oleh tipe orang seperti ini, mereka bisa jadi sumber pahala yang besar bagi diri kita 


5. "Wah, itu bukan urusanku, terserah dia mau melakukan apa" Tipe Potential
Tipe ini adalah tipe orang yang acuh tak acuh terhadap tindakan yang kita lakukan, dikarenakan mereka masih belum mengenal diri kita. Dekati tipe orang tersebut, bisa jadi mereka akan menjadi prestige-prestige baru.


Untuk menjadi bahagia, apakah Anda berfikir bahwa disekitar kita harus banyak orang dengan tipe prestige? Fakta menunjukkan tidak, orang yang paling bahagia adalah orang yang yakin bahwa segala sesuatu yang menimpa dirinya adalah hal yang terbaik. Sekalipun lingkungannya sangat kompetitif dan dipenuhi oleh tipe prestige, orang tersebut dapat mencapai puncak performanya karena mereka senantiasa memperbaiki diri.


Saran : Untuk pendamping hidup, carilah orang dengan tipe prestige :D



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Jumat, Maret 29, 2013

Oleh : Nur Abdillah Siddiq / 2411100081

“Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”
(Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2)

Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2

Umurnya masih 18 tahun, ketika Rasulullah mengangkatnya secara langsung sebagai commander of war (komandan perang) pasukan Islam untuk menyerbu wilayah Syam. Padahal diantara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua dari dirinya, seperti Abu Bakar, Umar Bin Khattab dan sahabat Rasulullah lainnya. Dia adalah Usamah Bin Zaid. 

Usamah Bin Zaid adalah tauladan pemuda muslim yang telah menorehkan tinta emas sejarah Islam. Selain Umar Bin Zaid, terdapat pemuda muslim cemerlang dan luar biasa lainnya seperti Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah bin Mas’ud yang amanah, Abdullah bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang cerdas, Ali bin Abi Thalib yang perkasa, Muhammad al-Fatih sang penakluk dan banyak tokoh pemuda muslim lainnya. Sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilangan dalam kontribusi mereka bagi dunia dan Islam, sehingga Islam dengan kehendak Allah SWT pernah mencapai masa kejayaannya.

Dari masa kemasa sosok pemuda memiliki andil serta peran penting terkait dengan masalah peradaban universal, termasuk dalam membangun umat. The best agent of change merupakan frase yang paling tepat menggambarkan sepak terjang pemuda dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia. Dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat serta sumber kekuatan pembela terhadap aqidah dan ideologi. Islam tak bisa di lepaskan dari pemuda, karena Islam itu sendiri tumbuh dan besar karena banyaknya pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya.

Bertahun tahun Islam di buat bangga dengan kehadiran pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya, namun dewasa ini pemuda-pemuda Islam tampak kehilangan arah, mengalami stagnasi kreatifitas, keluar dari rotasi fitrahnya, dan kehilangan figur teladan dalam kehidupan. Saat ini banyak diantara pemuda kaum muslimin terjerat virus globalisasi yang akhirnya menghilangkan sosok-sosok pemuda luar biasa sepanjang sejarah Islam. Bahkan yang disebarluaskan adalah artis-artis yang merupakan produk kefanaan dunia. Kehilangan sosok tauladan berakibat pada meniru tingkah laku barat yang tidak baik dan bertabiat buruk. Mulai dari hedonisme, hura-hura, foya-foya, pacaran, dll. Hal tersebut sangat menyedihkan mengingat cuplikan sejarah pemuda yang begitu impresif dalam bentang sejarah peradaban Islam dan dunia.

Jika dahulu Islam pernah mencapai masa kejayaannya, maka saat ini merupakan hal yang sangat wajar bagi umat Islam untuk mengupayakannya kembali. Sekali mutiara tetaplah mutiara, yang perlu kita lakukan sebagai seorang pemuda muslim adalah mengangkat mutiara yang telah lama berada dalam kubangan lumpur tersebut.

Untuk membangun umat dan mengupayakan kembali kejayaan Islam, pemuda muslim yang terlena dengan kehidupan dunia, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, harus diberitahu bahwa sebagai seorang pemuda muslim, bahwa secara default mereka memiliki peran untuk membangun umat Islam. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:

(1) Pemuda Sebagai Inisiator Persatuan Umat Islam
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Perpecahan yang terjadi pada umat Islam, para ulama, dan para syaikhnya, serta para pemimpin dan pembesarnya sangat disukai oleh musuh-musuh Islam. Dan, hal itu bisa terjadi lantaran mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Indonesia tidak akan pernah merdeka jika dahulu tidak ada semangat persatuan yang di inisiasi oleh pemuda. Begitu pula dengan umat Islam, tidak akan pernah mencapai kejayaan jika pemuda tidak menjadi inisiator persatuan umat. Persatuan adalah hal yang penting dan mendesak dalam kehidupan umat Islam, terlebih ketika umat dalam kondisi berjuang.
Apabila dulu dengan semangat anti kolonialisme Soekarno pernah menggabung seluruh bangsa-bangsa terjajah didunia dalam sebuah gerakan internasional, maka sekarang para pemuda muslim juga harus mewarisi semangat tersebut agar umat Islam tidak dibuat panik oleh krisis, agar umat Islam tidak dibuat bertengkar oleh masalah-masalah kecil, agar umat Islam tidak dibuat terpecah oleh perkara-perkara yang membuat umat Islam tidak akan pernah menjadi umat yang besar, agar umat Islam tidak terpisah oleh sekat-sekat kecil dan tipis diantara mereka. Kejayaan Islam dahulu adalah karya akumulatif antar generasi, kejayaan umat Islam tidak akan pernah berdiri hanya dengan darah satu pemuda, hanya dengan air mata satu pemuda, hanya dengan ide satu pemuda, oleh karena itu yang diperlukan oleh umat muslim dimasa depan bukanlah seorang pemuda, tetapi suatu persatuan pemuda yang menginiasi persatuan umat.

(2) Pemuda Sebagai Pembaharu Media
Sayyid Qutb berkata “Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, tetapi satu tulisan dapat menembus 1000 kepala”. Ghazwul Fikr (perang pemikiran yang bertujuan mengikis nilai-nilai ke-Islaman seseorang) dilancarkan melalui media. Pihak yang mampu menguasai media akan menang. Oleh karena itu medan perang sesungguhnya bagi para pemuda muslim bukanlah lapangan untuk bertempur, tetapi media.
Media yang cukup memberikan pengaruh besar bagi masyarakat adalah surat kabar dan Televisi. Surat kabar karena media ini merupakan media cetak periodik yang sangat terjangkau, mudah didapat, beritanya aktual, dan terbit setiap hari (jarak periode terbitnya sangat dekat). Memang semakin dekat jeda waktu terbitnya suatu media semakin besar pula efek yang dihasilkan. Sedangkan televisi, adalah media yang memiliki pengaruh tertinggi hingga saat ini karena televisi adalah media yang melibatkan indera terbanyak bagi audiensnya. Dengan menggunakan audio dan visual, televisi mampu mempengaruhi lebih kuat pada emosional seseorang.
Disinilah peran pemuda muslim sebagai pembaharu media sangat dibutuhkan, mengingat media mengarahkan umat Islam kepada isme-isme yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Kreatif, pemberani, semangat yang berkobar, selalu ingin tahu, dan mendobrak batas adalah ciri khas pemuda yang dapat disalurkan melalui media.

(3) Pemuda Sebagai Pengusaha Berbasiskan Syariah
Nabi Muhammad SAW telah terlibat bisnis Internasional dengan pamannya (Abu Thalib) sejak berumur 12 tahun, kemudian memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan hingga beliau menerima wahyu ketika berumur 37 tahun. Dengan demikian, Rasulullah telah berprofesi sebagai pedagang selama ± 25 tahun dibandingkan dengan masa kenabiannya selama ± 23 tahun.
Dalam Islam, semangat wirausaha justru begitu jelas. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk bekerja dengan tangannya sendiri. Dalam bentangan sejarah, Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah pelaku bisnis yang sukses. Memang, salah satu aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang rasul, pemimpin masyarakat, dan pemimpin militer. Padahal, sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah sebagai seorang pengusaha.

Indonesia memiliki tokoh-tokoh agama sekaligus pengusaha sukses, seperti tokoh nasional K.H. Ahmad Dahlan dengan usaha batiknya. Bahkan dalam sejarah gerakan kemerdekaan Indonesia dikenal tokoh-tokoh agama yang terhimpun dalam Syarikat Dagang Indonesia. Disinilah pemuda dapat ikut andil dalam membangun umat dengan menjadi pengusaha yang berbasiskan syariah.

Jika ada warisan dari orang bijak seperti Rasulullah, kita juga mendapatkan warisan dari seorang bijak yang lain yakni Umar bin Khattab, beliau pernah mengatakan “Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”. Umat Islam saat ini sedang menghadapi masalah yang serius dan yang bisa menyelesaikan masalah yang serius ini adalah pemuda muslim.



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Desember 12, 2012

Pemain Tenis Roger Federer
Lihatlah CEO terkemuka seperti Bill Gates, Soichiro Honda, Steve Jobs dan CEO sukses lainnya. Mereka adalah orang yang telah bukan sekali dua kali, tetapi gagal beribu kali dan telah melakukan kesalahan besar sebelum mereka meraih kesuksesan. Mereka menyadari bahwa kegagalan hanyalah sementara sehingga mereka bisa lebih bersiap diri untuk bangkit ketika pintu kesempatan berikutnya terbuka. Orang yang belum pernah mencoba tidak akan pernah tahu berapa banyak kesempatan yang akan dilewatkannya. Belajar dari pengalaman dalam siklus kehidupan yang terus berputar, apakah seseorang dari kita bisa terus memastikan berada di jalan yang tepat? Saya yakin bahwa banyak sekali dari kita yang telah gagal berkali-kali. Tetapi itu semakin memicu kita untuk melakukan sesuatu yang lebih. Namun, kenyataan sekarang menunjukkan bahwa banyak orang dewasa yang hanya gagal sekali dua kali, kemudian memutuskan untuk mendeklarasikan diri “Akulah pecundang”.
Selalu asah mental anda, kita belajar di dalam universitas kehidupan bahwa sukses adalah perjalanan dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya. Seorang bijak berkata, “Hal terpenting bukanlah apakah kamu telah gagal tetapi apakah kamu telah puas dengan kegagalanmu.”

Miris jika melihat banyak orang ingin melihat hasilnya lebih dulu dan mendapatkan hasilnya lebih dulu, dibandingkan dengan bekerja lebih dulu. MENUNGGU KESUKSESAN ADALAH KEGAGALAN. Mereka percaya pada konsep yang salah seperti “Anda harus menanam benih kemudian Anda dapat menikmati buahnya.”

Apa yang Anda fikirkan ketika pemain tenis hanya melihat papan skor, menunggu untuk menang, akankah dia memenangkan permainan? Tidak akan pernah. Cara satu-satunya untuk memenangkan permainan adalah untuk terus fokus dimana bola tenis tersebut dipantulkan. Semakin lama dia bisa memukul bola tenis tersebut dengan baik, maka dia tidak perlu khawatir mengenai papan skornya. Kesimpulannya adalah kita harus fokus pada proses, lalu hasil yang terbaik akan datang dengan sendirinya.

Di dalam ilmu kelautan, ditemukan bahwa hanya 4% dari 100 tiram yang memiliki mutiara. Jika Anda mengambil 100 tiram dengan harapan bisa mendapatkan 4 mutiara, maka Anda harus bertemu dengan berlusin-lusin kegagalan sebelum Anda bisa mendapatkan 4 kerang yang berisi mutiara. Kebanyakan orang berhenti setelah mencoba beberapa kali dan tentu saja mereka tidak mendapatkan satupun mutiara.

Beberapa orang mengaku bahwa mereka telah bekerja sangat keras tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka gagal. Faktanya mereka berhenti mencoba sebelum meraih sukses. Hanya segelintir orang yang terus mencoba meskipun mereka tidak menemukan satupun mutiara di dalam tiram yang ke 96. Tetapi di akhir, mereka mendapatkan 4 mutiara sekaligus. Banyak orang tidak tahu tentang hakikat kerja keras dibalik kesuksesan orang-orang hebat.Jika mereka melihat lebih dalam lagi, mereka akan mengetahui bahwa keberuntungan mereka hanya akan datang setelah menjalani dan melewati semua kegagalan. Faktanya adalah banyak orang yang mengangkat langkahnya mengambil jalan berputar setelah mengalami sedikit kegagalan dan mereka menolak untuk terus berjuang ketika mereka menghadapi kegagalan lainnya.

Kerja keras tidak akan ada artinya tanpa istiqomah/konsistensi untuk terus meraih tujuan. Sampai kapan kita akan konsisten, sampai meraih apa yang kita inginkan.

So, hardwork is bullshit without consistently (Kerja keras itu omong kosong tanpa konsistensi).



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, santri SDM IPTEK, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Selasa, November 27, 2012

Kritik Pada PENGKADERAN !

“You don’t drown by falling in the water, you drown by staying there” (Edwin Cole) 
Aku jenuh, saat ini aku sudah tidak mau lagi ikut pengkaderan, aku muak !
Seperti itukah dirimu saat ini?
 
Ataukah seperti pengecut yang telah mengibarkan bendera putihnya di awal kaderisasi?

LIFE BEGINS AT THE END OF YOUR CONFORT ZONE (Neale Donald Walsch) 
Pengkaderan itu ada untuk :
-Men
guji seberapa tangguhkah dirimu berada di bawah tekanan.
-Menguji seberapa besar kesabaranmu
- Mengetahui seperti apa sifat dasarmu, karena sifat sesungguhnya dari seorang pribadi akan terungkap ketika ia berada dalam keadaan tertekan
- Menguji dirimu itu terbuat dari apa, apakah terbuat dari kertas yang begitu mudahnya disobek-sobek ataukah tebuat dari baja yang meskipun di tekan kereta shinkansen sekalipun masih tetap kokoh menyokong.
- Menguji seberapa pengecutnya dirimu yang jika dihadapkan pada masalah hanya bisa mengeluh tanpa melakukan tindakan apapun.
- Menguji seberapa besar nyali dan keberanianmu, apakah keberaninmu seperti busa yang jika di injak menjadi hilang tak berbekas ataukah seperti jarum yang jika diinjak bisa membuat sakit tak terperi orang yang menginjaknya.
Semua pilihan berada di tanganmu ! Akhirnya jika kamu bersungguh-sungguh mengikuti proses, menghayati, dan berfikir POSITIF,pada akhirnya ketika suatu waktu ditimpa masalah besar, kamu dapat dengan lantang berkata :

“Aku pernah mengalami masalah yang jauh lebih besar, hebat dan dahsyat dari masalah ini saat dikader, dan aku bisa, aku berhasil”
 
PUSH YOUR SELF TO THE LIMIT
 
Pengkaderan itu pahit, karena manfaatnya itu manis.
Terinspirasi dari buku “Fight like a tiger, win like a champion”.


Jumat, Agustus 03, 2012

Mawar adalah lambang cinta


“Laa fatan illa ‘Aliyyan”

Kalimat tersebut adalah jargon pemuda Arab yang memiliki arti “Tak ada pemuda kecuali Ali”. Apa yang dilakukan oleh seorang Ali sehingga ia dijadikan yel-yel oleh pemuda Arab? Tak lain adalah pengetahuannya tentang hakikat cinta dan kegigihan cintanya kepada putri Rasulullah SAW.

Cinta adalah hal fitrah yang dimiliki oleh setiap orang. Islam pun mengakui adanya rasa cinta yang bersemayam di dalam dada keturunan Adam. Ketika seseorang jatuh cinta, maka hal itu adalah Anugerah dari Allah SWT. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis, dan lain-lainnya. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14).

Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis tidaklah dilarang dalam agama Islam. Tetapi yang harus digarisbawahi adalah Bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan cinta yang mengendalikan diri kita, tetapi diri kita yang mengendalikan cinta. Ini penting, mengingat pemuda zaman sekarang begitu mudahnya dikendalikan oleh cinta.
Tidak demikian hal nya dengan Ali, ia mampu membingkai perasaannya dan bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Kekagumannya pada putri Rasulullah mampu membuahkan rasa cinta dalam hatinya. Bagaimana tidak, putri tersayang dari Rasulullah yang adalah sepupunya itu , sungguh mempesonanya. Ibadahnya, kesantunannya, kecekatan kerjanya, keberaniannya, dan parasnya. Lihatlah gadis itu, pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta, Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bakar perca, kemudian ia tempelkan ke luka untuk menghentikan aliran darah pada luka ayahnya. Semuanya dilakukan dengan hati menangis dan mata gerimis. “Muhammad Rasulullah tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!”, cetus Fatimah setelah membersihkan luka ayahnya. Maka gadis itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju ka’bah, tak ada yang bisa menghentikan langkahnya meskipun ia seorang perempuan. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa  hingga keluar air matanya membanggakan tindakannya pada Rasulullah, mendadak dicekam diam. Fatimah, seorang perempuan, menghardik mereka, pimpinan dan memuka Quraisy. Seolah-olah waktu terhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Dalam kekaguman Ali kepada Fatimah, Ali sempat tersentak mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah. Lelaki yang sangat totalitas, membela Islam dengan jiwa dan harta sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak lagi diragukan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

“Allah mengujiku rupanya”, begitu suara batin Ali berkata. Ia merasa diuji karena merasa tak ada apa-apanya jika disandingkan dan disejajarkan dengan Abu Bakar. Kedudukan disamping Nabi? Abu Bakar lebih utama, keimanan dan pembelaan Abu Bakar pada Allah dan Rasulnya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Rasulullah dalam hijrah, bagaimana Abu Bakar berdakwah sehingga betapa banyak tokoh, pemuka, saudagar dan bangsawan Makkah yang memeluk Islam karena sentuhannya, bagaimana Abu Bakar membebaskan budak seperti Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, dan Abdullah ibn Mas’ud. Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insyaAllah bisa membahagiakan Fatimah. Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali disaat hatinya sedang bergejolak. “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”.

Jodoh memang sepenuhnya ditangan Sang Khaliq, Allah SWT. Meskipun menurut kita seakan-akan tak ada harapan, tetapi Allah menjawab doa manusia yang berikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Beberapa waktu berselang, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harapan di hatinya yang sempat layu, lamaran Abu Bakar ditolak.
Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ternyata ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat  kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat setan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut, yakni Umar ibn Al Khattab. Al-Faruq (julukan untuk Umar), sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu Bakar, Tapi saiapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang meragukan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan keberaniannya dalam membela Islam? Dan lebih dari itu, Ali mendengar sendiri betapa seringnya Rasulullah berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar.” Betapa tinggi kedudukan Umar disisi Rasulullah, disisi ayah Fatimah.

Pada saat Umar hijrah, “Wahai Quraisy”, kata Umar, “Hari ini putra Al-Khattab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silahkan hadang Umar dibalik bukit ini!” . Umar adalah lelaki pemberani. Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, ia belum siap menikah. Apalagi menikahi Fatimah binti Rasulullah. Umar jauh lebih baik dan Ali ridha.

Maka Ali kembali bingung ketika kabar itu sampai ditelinganya. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa yang kiranya dikehendaki Rasulullah? Yang seperti Utsman sang milyader kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul Ash kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Dua menantu Rasulullah itu sungguh membuat Ali kehilangan kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya Abdurrahman ibn Auf ang setara dengan mereka. Atau justru Rasulullah ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mempererat kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn Ubadah pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? Muncul begitu banyak pertanyaan dalam lamunan Ali.

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.  “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu baginda Nabi”, ucap temannya dengan yakin. “Aku?”, tanya Ali tak yakin. “Ya, engkau wahai saudaraku!”, balas teman Ali. “Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” Ali semakin sangsi. “Kami dibelakangmu kawan, semoga Allah menolongmu!”, teman Ali memberi dukungan dan harapan.

Ali pun menghadap Rasulullah. Maka dengan memberanikan diri, disampaikan keinginannya untuk menikahi Fatimah. Ya, menikahi, menempatkan Fatimah sebagai seseorang yang selalu didekatnya hingga Ali wafat. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah gumpalan tepung kasar untuk makannya. Tetapi jika ia meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap sampai dirinya mapan,  Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikannya dibatas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai Ali”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya.Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah maha kaya.

Lamarannya berjawab, “Ahlan wa Sahlan!”. Kata itu muncul tenang bersama senyum Rasulullah. Dan Ali pun bingung apa maksudnya. Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Rasulullah bingung untuk menjawab. Ah, mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menangung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati bak bahtera dilautan yang mengampar-ampar. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Rasulullah kawan? Bagaimana lamaranmu?”, tanya sahabat Ali. “Entahlah..” Ucap Ali ragu. Sahabatnya langsung menimpalinya, “Apa maksudmu?”. “Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban?”, Ali bertanya dengan raut muka penasaran. Cinta tak jarang membuat orang nampak tolol. Sahabat Ali menjawab, “Tentu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berati ‘ya’, sahlan juga, dan kau mendapat Ahlan wa Sahlan kawan, dua-duanya berarti ‘ya’”. Dan Ali pun menikahi fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang pada awalnya ingin disumbangkan kawan-kawannya tetapi Rasulullah bersikeras agar Ali membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar dan Umar dalam melamar Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan penantian kosong. Ali adalah gentleman sejati, ia telah menemukan hakikat cintanya pada fatimah putri Rasulullah. Sehingga tidak heran jika pemuda Arab meiliki yel, “Laa Fatan Illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali”.

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali. Ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan. Yang pertama (mempersilahkan) adalah pengorbanan, yang kedua (menagmbil kesempatan) adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang pula apa yang dilakukan oleh putri Rasulullah, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?” dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya karena pemuda itu adalah dirimu”. Subhanallah, ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.

Cinta Tak Pernah Meminta Untuk Menanti

Untukmu saudaraku
Sudah saatnya engkau malu pada Illahmu..
Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa
Tentang angan yang tak pantas dibayangkan
Karena semua itu sebuah pengkhianatan
Pengkhianatan pada-Nya, pada ketetapan-Nya mengenai pasanganmu kelak
Dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
Ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya
Yang menghijabi hatinya
Yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan doa terbaik untukmu
Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu
Karena dengan itu ia menjagamu
Maka dengarkan saudaraku
Tak inginkah kau menghargainya?
Dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu?
Yaitu menundukkan hati dan menjaga pandangan

Nur Abdillah Siddiq, Teknik Fisika ITS 2011
-Staff Media-Isu dan Jurnalistik Jamaah Mesjid Manarul Ilmi
-Staff Humed Lembaga Dakwah Jurusan Fusi Ulul Albab
-Staff Humas Kopma “Dr.Angka” ITS
-Staff Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika
-Pemilik www.Alchemyst.co.cc

Sumber : Manazine edisi 1 Februari 2010 dan Al-Quranul Karim

Kamis, Juni 16, 2011

alt

Ilmuwan telah menemukan sinyak otak yang mengeluarkan pembicaraan dan hal ini diharapkan dapat menterjemahkan pikiran manusia ke dalam kata-kata.

Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengamati formasi kata dalam otak manusia. Ini merupakan sebuah terobosan yang kelak memungkinkan para penyandang cacat berat dapat berbicara.

Sejumlah peneliti juga telah menemukan cara untuk menerobos ruang terdalam dari otak untuk mengamati formasi kata-kata.

Dengan menggunakan sejumlah elektroda mereka menemukan wilayah otak yang terlibat dalam menciptakan 40 atau formasi suara pembentuk Bahasa Inggris.

Mereka kemudian menemukan bahwa masing-masing bunyi memiliki sinyal sendiri yang mereka yakini akhirnya memungkinkan sebuah program komputer dapat membaca apa yang orang ingin katakan dengan kekuatan pikiran mereka.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Pusat Inovasi Neuroscience dan Tekhnologi di Universitas Washington yang dipinpin oleh Eric Leuthardt.

Mereka meneliti empat orang penderita epilepsi parah yang masing-masing kepala mereka ditanami 64 elektroda.

Alasan penelitian ini sesungguhnya adalah berupaya untuk mencari penyebab epilepsi, dengan memonitor area otak di mana kemampuan berbicara itu terbentuk.

Subyek diminta untuk mengulangi sebanyak empat kali suara—‘oo’, ‘ah’, ‘eh’ dan ‘ee’.

Tim kemudian memonitor area Wenicke dan Broca otak untuk sinyal yang terkait dengan pembentukan kemampuan berbicara.

Para ilmuwan kemudian dapat memilih sinyal elektrik yang sesuai. Sementara empat sinyal tidak akan cukup untuk membentuk beberapa kalimat, riset lebih lanjut dapat menjurus kepada hal yang lebih memungkinkan.

Leuthard mengatakan kepada Sunday Times, “Hal ini menunjukkan bahwa otak bukanlah kotak hitam yang kita asumsikan secara filosofi menjadi generasi masa lalu.”

“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya benar-benar dapat membaca pikiran seseorang. Saya tidak bisa. Namun saya dapat membuktikannya bahwa hal itu mungkin terjadi.”

Selama penelitiannya, Leuthard juga menemukan bahwa otak menghasilkan sinyal ketika orang hanya berpikir tentang suara — namun sangat berbeda dengan ketika mereka membicarakannya.

Hal ini menimbulkan implikasi bahwa suatu hari nanti dokter akan dapat membaca pikiran pribadi orang serta apa yang ingin mereka katakan.
Temuan ini pada dasarnya juga menjurus pada tekhnologi yang dapat membaca pikiran orang tanpa operasi — dan membentuk komunikasi yang hanya bekerja lewat pikiran.



Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable),
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini
silahkan mendownload


Fullerena




Seringkali kita mengikuti suatu psikotes dalam rangka tes kerja.
Pohon apa yang kita gambar, tentu mencerminkan bagaimana kepribadian kita.

Berikut ini saya akan mencoba berbagi tentang apa arti pohon yang Anda gambar tersebut.

Analisa ini berdasarkan Peneliti Jonathan Rich, Ph.D

tree


1.Pohon anda terletak di mana pada bidang kertas?

* Di tengah
Anda praktis dan rendah hati. Sama seperti anda yang memilih di bagian tengah, anda juga menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.
* Di bagian bawah
Anda lebih suka melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik akan sebuah solusi, ini disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.
* Tinggi di atas
Anda melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati pun hal-hal terjadi tidak seperti yang anda inginkan, anda memandangnya sebagai pengalaman pembelajaran.


2. Batang pohon seperti apa yang anda gambar?

* Lebar
Batang pohon melambangkan kekuatan emosional. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.
* Ramping
Anda fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.
* Pohon bercabang di puncak
Anda terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini


3. Berapa tinggi pohon anda?

* Lebih dari setengah tinggi kertas
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.
* Tinggi pohon kurang dari setengah tinggi kertas
Anda puas dengan hidup ini apa adanya.anda juga hemat dan sangat efisien.


4. Pohon anda terletak di mana?

* Di tanah
Anda mendambakan rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.
* Di pot
Anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.
* Di puncak gunung
Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.
* Melayang di awang-awang (tidak ada dasarnya)
Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.
* Di pulau
Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda


5. Apakah pohon anda mempunyai dahan?

* Ya
Anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.
* Tidak
Jika anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya anda benar.


6. Pohon anda condong ke arah mana?

* Ke kiri
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.
* Ke kanan
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.
* Lurus
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.


7. Apakah anda menggambar akar?

* Ya
Akar melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat inidan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.
* Tidak
Anda fokus pda masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.


8. Apakah pohon anda lebih didominasi daun (bagian daun lebih dominan) ?

* Ya
Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.
* Tidak
Anda cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.


9. Apakan anda menggambar yang lain selain pohon?

* Buah / kacang pada pohon
Yangmembuat anda paling bahagia adalah melihat hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan baik.
* Rumput di bawah
Anda punya rumah dimana para tamu mersa disambut baik dan keluarga anda betah tinggal disana, mebuat anda merasa paling damai.
* Ada bunga di bawah pohon
Anda paling bahagia jika dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia).
* Ada burung/hewan/ orang di sekitar pohon
Anda cinta pada keluarga dan teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda.
* Ada ayunan di pohon
Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk bersenang-senang.

Tips : Usahakan jangan pernah menggunakan Setip atau Penghapus.



Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable),
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini
silahkan mendownload


Fullerena


Rabu, Juni 15, 2011


Penelitian terbaru oleh sebuah tim psikolog Universitas Pennsylvania memantu menjungkirkan teori dominan mengenai bagaimana anak belajar kata-kata pertamanya, menunjukkan kalau itu terjadi lebih sering seketika ketimbang bertahap lewat paparan berulang-ulang.

Penelitian ini dilakukan oleh pascadoktoral Tamara Nicol Medina, professor John Trueswell, dan profesor Lila Gleitman, semuanya dari jurusan psikologi di sekolah seni dan sains Pennsylvania dan lembaga penelitian ilmu kognitif Universitas tersebut, bersama dengan Jesse Snedeker, seorang professor dari Harvard University.

Penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences minggu lalu.

Teori lama mengatakan kalau anak belajar kata-kata pertamanya lewat sederetan asosiasi; mereka mengasosiasikan kata-kata yang mereka dengar lewat referensi ganda yang mungkin dalam lingkungan sekitarnya. Seiring waktu, anak dapat melacak kedua kata dan elemen lingkungan yang berkaitan dengannya untuk pada akhirnya menyempitkan apa elemen kata yang sama rujukannya.

“Hal ini terdengar masuk akal sekali hingga anda melihat kenyataannya,” kata Gleitman. “Ternyata hal tersebut mungkin mustahil.”

“Teori ini dipandang sebagai pendekatan sederhana yang memaksa,” kata Medina. “Saya bahkan melihatnya dirujuk pada buku-buku pengajaran anak untuk menjelaskan bagaimana anak mempelajari kata-kata pertama mereka.”

Eksperimen yang mendukung teori belajar kata asosiatif ini umumnya melibatkan sederetan gambar atau benda, ditunjukkan berpasangan atau dalam kelompok kecil dalam latar belakang netral. Dunia nyata sebaliknya, memiliki tak terhingga kemungkinan referensi yang dapat berubah tipe atau penampakannya dari saat ke saat dan bahkan mungkin tidak ada saat kata tersebut diucapkan.

Sekelompok kecil ahli psikologi dan bahasa, termasuk anggota tim Penn, telah lama berpendapat kalau sejumlah besar perbandingan statistik dibutuhkan untuk mempelajari kata-kata seperti ini dan jelas diluar kemampuan ingatan manusia. Bahkan model komputasi yang dirancang untuk menghitung statistik demikian harus mengimplementasikan semacam jalan pintas dan tidak menjamin belajar secara optimal.

“Ini tidak berarti kita buruk dalam memahami informasi statistik dalam relung lain, hanya saja kita melakukan pelacakan semacam ini dalam stuasi dimana ada jumlah elemen yang terbatas yang dapat kita asosasikan satu sama lain,” kata Trustwell. “Saat kita harus memetakan kata-kata yang kita dengar pada jalan yang pada dasarnya tak terbatas dalam persepsi kita pada dunia, pelacakan statistik besar-besaran ini tidak berguna. Distribusi kemungkinannya terlalu besar.”

Untuk menunjukkan hal ini, tim Penn melakukan tiga eksperimen berhubungan, semua melibatkan segmen video singkat orang tua berinteraksi dengan anak mereka. Subjek, baik dewasa dan anak prasekolah, menonton video-video ini dengan suara dimatikan kecuali ketika sang orang tua mengatakan kata-kata tertentu yang harus ditebak subjek; kata target diganti dengan kedipan di eksperimen pertama dan kata peletak nonsens pada kedua dan ketiga.

Eksperimen pertama dirancang untuk menentukan seberapa informatif gambaran tersebut dalam menghubungkan kata target dengan maknanya. Bila lebih dari separuh subjek dapat menebak benar kata target, ia diberi label Sangat Informatif, atau HI. Bila kurang dari sepertiga dapat, ia diberi label Rendah Informasi, atau LI. LI sangat banak dibandingkan HI, dari 288 kata, 7 persennya HI dan 90 persennya LI, menunjukkan kalau untuk kata yang sangat sering sekalipun, menentukan makna semata dari konteks visualnya cukup sulit.

Eksperimen kedua melibatkan menunjukkan subjek sederetan video dengan kata target ganda, semua diletakkan secara konsisten dengan peletak nonsens. Para peneliti dengan hati-hati mengatur campuran contoh HI dan LI untuk menjelajahi konsekuensi perjumpaan saat belajar informatif awal atau lanjut.

“Dalam studi-studi sebelumnya jenis ini, para peneliti menggunakan perangsang buatan dengan sejumlah kecil pilihan makna untuk tiap kata; mereka juga melihat pada hasil akhir eksperimen: apakah anda akhirnya tahu kata tersebut atau tidak,” kata Trueswell. “Apa yang kami lakukan disini adalah melihat arah belajar kata sepanjang eksperimen, menggunakan konteks alami yang pada dasarnya mengandung sejumlah tak terhingga pilihan makna.”

Dengan meminta subjek menebak kata target setelah tiap tayangan, penelitian ini dapat merasakan apakah pemahaman mereka bersifat kumulatif ataukah terjadi dalam saat-saat “eureka.”

Bukti sangat menunjukkan yang kedua. Paparan berulang pada kata target tidak membawa pada ketelitian yang lebih baik seiring waktu, menunjukkan kalau hipotesis asosiasi sebelumnya tidak berlaku.

Lebih jauh, hanya saat subjek melihat tayangan HI pertama ketelitian tebakan akhir meningkat; tayangan HI awal memberikan kemungkinan terbaik pada subjek untuk mempelajari kata yang benar, dan sebagian besar menebak benar saat ditunjukkan. Bukti pembenar membantu mengunci pada makna benar bagi subjek-subjek ini yang memulai pada jalur yang tepat.

“Ini seperti anda tahu ketika ada bukti yang bagus, anda dapat membuat sesuatu seperti tebakan yang dipertimbangkan dengan hati-hati,” kata Gleitman.

Walau begitu, ketika subjek melihat potongan LI lebih dahulu, mereka cenderung salah menebak dan, walaupun diperbolehkan memperbaiki tebakan ini selama eksperimen, mereka akhirnya tidak mampu juga tiba pada makna yang benar. Hal ini menunjukkan kalau subjek ini tidak memiliki ingatan makna alternatif yang mungkin termasuk yang benar dari potongan awal yang dapat mereka ingat.

Eksperimen ketiga menunjukkan kalau ketidakmampuan mengetahui makna yang salah dalam pikiran dibutuhkan agar akusisi kata yang mungkin dapat terjadi. Setelah penundaan beberapa hari, subjek melihat potongan kata target yang sama yang salah mereka tebak sebelumnya namun tidak menunjukkan peroleh asumsi salah mereka lagi.

“Semua ingatan tersebut lenyap,” kata Gleitman. “Dan itu bagus! Kegagalan ingatanlah yang menyelamatkan anda dari tetap salah selama sisa hidup anda.”


Penelitian selanjutnya oleh anggota tim Penn akan menyelidiki apa yang membuat interaksi pasti lebih atau kurang informatif ketika berhubungan dengan makna kata, dan juga urutan dimana orang mengolah informasi visual dalam lingkungannya. Kedua penelitian ini dapat membantu menulis ulang buku paket dan panduan mendidik anak, menyarankan kalau interaksi kaya dengan anak – dan kesabaran – lebih penting daripada buku dan drilling gambar abstrak.

Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health.

5 Alasan Mantan Kekasih Menghubungi kita lagi
Oke, hubungan Anda dan si dia sudah berakhir. Tapi sang mantan masih saja mengirimkan pesan teks ke ponsel Anda; lewat SMS, Whatsapp, Line, KakaoTalk, maupun Blackberry Messenger (BBM). Hal yang dibicarakan pun tidak terlalu penting, misalnya menanyakan keadaan atau apa yang sedang Anda lakukan.

Anda pun bertanya-tanya, apa maksudnya mengirimkan pesan teks setelah putus? Ada beberapa kemungkinan, yang salah satunya mungkin sesuai dengan kondisi Anda saat ini.


1. Perasaan dan Emosi Tidak Hilang Begitu Saja
Ikatan emosional yang telah terjalin lama dan intens saat masih berhubungan, tidak bisa hilang segera setelah kekasih memutusnya. Perasaan cinta atau sayang mungkin masih tertinggal beberapa bulan bahkan tahunan setelah hubungan berakhir.


2. Merindukan Kebersamaan
Terlepas dari sang mantan masih atau sudah tidak mencintai Anda, pasti ada rasa rindu akan momen-momen yang telah dilewatinya bersama Anda walau sekecil apapun. Maka wajar saja jika mantan terkadang masih suka mengirimi SMS atau BBM, karena merasa ada yang hilang dari dirinya.


3. Merasa Bersalah
Jika si pria yang memutuskan hubungan, kemungkinan ada rasa bersalah yang menghinggapinya. Dia masih peduli dan khawatir keadaan mantan kekasihnya pasca putus. Untuk mengobati rasa bersalah itu, biasanya pria akan mengirim SMS atau BBM untuk sekedar menanyakan keadaan wanita yang pernah dicintainya.


4. 'Mengikat' Perasaan Wanitanya
Ada kalanya keputusan besar diambil saat emosi seseorang tidak stabil atau marah besar, termasuk ketika mengakhiri hubungan. Dikutip dari ezineartciles, anyak pria yang terlanjur mengucap kata 'putus' padahal dia belum yakin apakah tindakannya itu benar atau tidak. Untuk memastikannya, biasanya pria akan mencoba 'mengikat' mantannya dengan tetap mengiriminya SMS atau BBM. Kalau-kalau dia berubah pikiran dan ingin kembali padanya.


5. Tidak Ingin Putus Tali Silaturahmi
Meskipun sudah putus, pria mungkin masih ingin menjalin hubungan baik dengan mantan kekasihnya. Mungkin alasan ini terdengar klise dan sepertinya sulit dijalankan, tapi jika ada kesempatan untuk tetap berteman, pria akan mencoba berkomunikasi dengan mantan kekasihnya sesekali.

Setelah tahu beberapa kemungkinan yang paling umum, apa yang sebaiknya dilakukan? Mengabaikan atau membalas pesan teks darinya? Anda bisa melihatnya dari dua sisi. Jika Anda merasa tidak ada pentingnya memiliki koneksi dalam bentuk apapun, sebaiknya jangan merespon SMS atau BBM nya sama sekali. Lakukan hal yang sama bila menurut Anda, masih berhubungan dengannya hanya akan menambah rasa sakit.

Tapi bila Anda masih mengharapkan mantan kembali, tak ada salahnya membalas SMS nya. Namun sebaiknya Anda tidak segera membalas begitu menerima pesan teks darinya.

Dilansir ezinearticles, buat dia sedikit penasaran dengan tidak SMS atau BBM balik beberapa lama. Dengan begitu, dia akan tertantang untuk menelepon Anda. Berbicara langsung lewat telepon hanya memberinya sedikit waktu untuk memikirkan apa yang ingin diucapkan. Jadi, Anda bisa tahu perasaan dia yang sebenarnya dibandingkan hanya melalui pesan teks.

Jika Anda berniat melupakan mantan kekasih, berikut kiatnya :

SETELAH kata putus terucap, satu pertanyaan penting yang sering terlintas di benak kedua pasangan adalah “Dapatkah kembali menjalin persahabatan dengannya?”.
Pertanyaan umum itu memang sering menghinggapi benak banyak pasangan yang baru putus cinta. Dan, tidak banyak wanita yang bisa melakukannya. Pasalnya, meski bagaimana pun juga, kisah asmara telah berakhir. Sehingga, sulit rasanya untuk kembali membina hubungan baik dengan sang mantan.
Kebanyakan yang mencoba untuk tetap berteman dengan mantan, hanya ingin menjaga hubungan baik. Tentu saja, tak dipungkiri, ada kondisi tertentu di mana Anda juga masih membutuhkan kehadiran mantan kekasih karena masih ada rasa cinta yang tersisa.
Antuk melewati masa-masa sulit ini, Divinecaroline melansir sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk melupakan si mantan.

Menghapus si dia dari akun Facebook Anda
Setelah Anda mengambil keputusan untuk tak lagi merajut asmara dengannya, maka untuk sedikit membuang rasa sakit hati, Anda bisa menghapus si mantan dari alamat email dan facebook. Atau, bila perlu hapus semua pesan pendek yang masuk ke handphone Anda.
Dengan begitu, ketika Anda sedang mengalami masa-masa rapuh, Anda tidak akan tergoda untuk menghubunginya. Dan, jika Anda berharap untuk mengawasi mantan dengan melacak setiap statusnya, atau saat si dia tengah online atau berpetualang dengan kencan yang baru, ada baiknya tidak melakukan itu.
Karena, hanya akan membuat Anda bertanya-tanya dengan siapa si dia sedang berbicara atau terobsesi pada wanita seperti apakah dia? Agar terbebas dari rasa sedih, akan lebih baik lagi jika Anda tidak memikirkannya lagi.

Tak perlu menghubungi si dia
Alasan untuk berbicara dengan mantan kekasih melalui telepon adalah, menunggu telepon darinya. Tak perlu lama bersedih, akan lebih baik menghapus nomornya dari ponsel Anda.

Dan, jika si dia tidak juga meninggalkan pesan untuk Anda, segera lupakan pasangan dan teruslah maju menata kembali kehidupan Anda.

Stabilkan dulu emosi Anda
Jika Anda terlalu larut dalam kesedihan dan membagikannya di status Facebook, semua orang akan tahu. Karenanya, menghindari mantan adalah hal yang wajib Anda lakukan.
Biarkan emosi Anda stabil terlebih dahulu hingga Anda siap berkomunikasi dengannya. Tapi, jika Anda melihat mantan terlalu cepat memiliki gandengan baru, maka ini bisa memberikan dampak buruk bagi Anda.

Dalam hal ini, Anda boleh menciptakan jarak dengannya. Anda pun harus menyadari bahwa tali asmara Anda dengannya telah berakhir. Jika emosi sudah stabil, hanya Anda yang dapat menentukan kapan waktu yang pas untuk bertemu atau berkomunikasi dengannya.

Selasa, Juni 14, 2011

Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan software grafis seperti Corel Draw atau Photoshop, Anda akan mengenal apa yang dimaksud dengan zoom in atau zoom out. Jika Anda belum terbiasa dengan software grafis, coba perhatikan orang yang sedang membuat desain, kadang melakukan zoom in kadang melakukan zoom out dan dilakukan secara bergantian.

Mengapa para designer melakukan hal ini? Tentu saja agar mereka mendapatkan hasil yang optimal. Jika dia melakukan zoom in terus, dia tidak akan pernah bisa melihat hasil akhir. Dia hanya fokus pada detil sementara hasil akhirnya tidak tahu. Sebaliknya, jika Anda hanya menggunakan zoom out, Anda hanya melihat gambaran besarnya, Anda tidak tahu bagaimana detilnya dan bagaimana gambaran tersebut disusun. Oleh karena itu, kedua zoom harus dilakukan.

Begitu juga dalam berpikir untuk hal lainnya. Kita perlu melihat masalah secara detil dan fokus pada satu bagian dan juga kita perlu melihat masalah secara kesuluruhan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya kuat atau terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.

Coba perhatikan teman-teman Anda, bukankah ada yang cendrung melihat segala sesuatu pada detilnya saja. Sementara ada juga orang yang suka melihat masalah pada gambaran besarnya saja. Bagaimana dengan Anda, termasuk yang manakah Anda? Saya sendiri dulu lebih sering berpikir dengan cara melihat gambaran besarnya saja.

Berpikir keduanya, zoom in dan zoom out adalah cara terbaik. Mulai sekarang, saat kita melihat suatu masalah kita harus bisa melihat secara gambaran utuh dan juga fokus pada detail tertentu. Seperti seorang designer, dia lihat gambaran utuh (zoom out), kemudian melihat detil (zoom in) untuk melakukan perbaikan. Setelah itu melihat zoom out lagi, kemudian zoom in lagi dan seterusnya.

Jika kita fokus pada detail, akan banyak hal yang luput dari pandangan kita sebab kita tidak bisa melihat keseluruhan masalah yang kita hadapi. Lebih bahaya lagi jika kita melihat satu bagian saja terus-menerus atau berulang-ulang maka sadar tidak sadar kita akan menganggap bahwa bagian itu mewakili semuanya.

Jika kita fokus pada gambaran besar terus, kita tidak bisa melihat detilnya. Jika kita tidak bisa melihat detil suatu masalah, kita akan luput jika ada suatu tindakan yang diperlukan untuk masalah detail. Sering kali, tindakan atau solusi hanya bisa dihasilkan setelah kita melihat masalah detilnya.

Ini adalah rahasia berpikir jenius, gunakan kedua cara berpikir ini. Anda akan memiliki pandangan yang berbeda. Anda melihat masalah lebih utuh dibandingkan kebanyakan orang. Anda akan lebih bijak, lebih kritis, dan lebih cerdas dalam melihat sebuah masalah. Masih ada teknik-teknik lain yang akan menjadikan Anda lebih jenius.

Rabu, Desember 30, 2009

Membolos itu berasal dari kata bolos yang berarti hilang. Kemungkinan besar, anak yang suka bolos dari sekolah itu disebapkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya ke sadaran anak akan pendidikan itu, kurangnya perhatian dari orang tua, juga dengan begitu banyaknya pengaruh lingkungan yang bersifat negatif. Tempat yang di tuju oleh anak yang suka bolos itu, misalnya mereka dah ada tempat tertentu akan adanya aksi selanjutnya, mungkin ke mall, mungkin ke pantai bagi yang dekat pantai, ada juga yang pergi main judi dan bayak lagi.

Kalau menurut saya pengertian bolos itu adalah orang yang tidak masuk untuk mengikuti mata pelajaran baik satu mata pelajaran atau tidak masuk selama seharian penuh. Dalam artian bolos karena sudah datang ke sekolah tapi keluar lagi tanpa izin dari pihak sekolah.

Rata-rata mereka memberikan alasan "malas" ato "jenuh" ada juga yang bilang "ga nyaman aja sama suasana sekolah".. dan lain sebagainya...bujubuneng.... Membolos biasanya identik dengan 'anak nakal'. Sebab anak yang rajin, nilainya bagus, biasanya jadi anak manis dan tidak suka neko-neko di sekolah. Tapi ternyata tidak juga. Membolos kini tidak hanya menyelinap keluar dari area sekolah tanpa izin guru saat jam pelajaran masing berlangsung, namun absen di luar dengan alasan sakit--benar-benar sakit maupun pura-pura, atau alasan normal lainnya, juga disebut membolos.

Menurut Henny Eunike Wirawan, M.Psi., banyak faktor penyebab anak membolos. Yang paling umum adalah karena sikap orangtua yang tidak tegas. "Ada kalanya, orangtua secara tidak sengaja mendorong anak untuk membolos," papar Pembantu Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini. Misalnya saat hari libur 'kejepit', ada orangtua yang meminta anak untuk membolos, karena ingin pergi keluar kota.

Mungkin kita pernah tanpa sadar melakukan ini saat anak baru duduk di kelas satu SD. Sebab tak jarang orangtua beranggapan, pelajaran mereka belum terlalu susah. Jadi, bolos pun tak apa. Alasan lain, orangtua tak tega atau merasa bersalah jika meninggalkan anak. Pada sebagian orang tua juga ada perasaan, dengan mengajak anak turut serta, dirinya merasa aman. Orang tua bisa memantau anak terus-menerus.

Faktor pendukung munculnya perilaku membolos sekolah pada remaja ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni:

1. Faktor sekolah,
2. Personal,
3. Keluarga.

Faktor sekolah yang berisiko meningkatkan munculnya perilaku membolos pada remaja antara lain kebijakan mengenai pembolosan yang tidak konsisten, interaksi yang minim antara orang tua siswa dengan pihak sekolah, guru-guru yang tidak suportif, atau tugas-tugas sekolah yang kurang menantang bagi siswa.

Faktor personal misalnya terkait dengan menurunnya motivasi atau hilangnya minat akademik siswa, kondisi ketinggalan pelajaran, atau karena kenakalan remaja seperti konsumsi alkohol dan minuman keras.

Sedangkan faktor keluarga meliputi pola asuh orang tua atau kurangnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak (Kearney, 2001). Ketiga faktor tersebut dapat muncul secara terpisah atau berkaitan satu sama lain. Pemahaman terhadap sumber penyebab utama sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Tanpa disadari, pihak sekolah bisa jadi menyebabkan perilaku membolos pada remaja, karena sekolah kurang memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi pada siswa. Awalnya barangkali siswa membolos karena faktor personal atau permasalahan dalam keluarganya. Kemudian masalah muncul karena sekolah tidak memberikan tindakan yang konsisten, kadang menghukum kadang menghiraukannya.


Ketidakkonsistenan ini akan berakibat pada kebingungan siswa dalam berperilaku sehingga tak jarang mereka mencoba-coba membolos lagi. Jika penyebab banyaknya perilaku membolos adalah faktor tersebut, maka penanganan dapat dilakukan dengan melakukan penegakan disiplin sekolah. Peraturan sekolah harus lebih jelas dengan sangsi-sangsi yang dipaparkan secara eksplisit, termasuk peraturan mengenai presensi siswa sehingga perilaku membolos dapat diminimalkan.

Selanjutnya, faktor lain yang perlu diperhatikan pihak sekolah adalah kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Dalam menghadapi siswa yang sering membolos, pendekatan individual perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Selain terkait dengan permasalahan pribadi dan keluarga, kepada siswa perlu ditanyakan pandangan mereka terhadap kegiatan belajar di sekolah, apakah siswa merasa tugas-tugas yang ada sangat mudah sehingga membosankan dan kurang menantang atau sebaliknya sangat sulit sehingga membuat frustasi.

Para siswa – siswa yang membolos mungkin tidak tahu namun mereka sebenarnya merugikan dan menyebabkan masalah secara tidak langsung baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Pertama mereka akan menyebabkan masalah baru pada kedua orang tua mereka yang harus mengurus mereka sewaktu mereka tertangkap ketika bolos. Mereka harusnya sadar bahwa perbuatan mereka menyusahkan kedua orang tua mereka yang sudah berusaha keras untuk menyekolahkan mereka tapi mereka malah menyia – nyiakan usaha orang tua mereka, belum lagi masalah yang harus dialami orang tua di tempat usaha membuat orang tua menjadi susah secara tidak langsung.

Mereka juga terkadang membuat orang lain yang melihat perbuatan mereka ingin melakukan hal yang sama dengan mereka yaitu bolos. Para pembolos - pembolos itu bisa diumpamakan sebagai virus dan yang menjadi makhluk hidup adalah sekolah, jika virus itu sudah menginfeksi suatu bagian tertentu maka virus itu dapat menyebar dengan cepat ke tempat yang lain dan semakin sulit untuk dihilangkan. Bagaimana jika seisi sekolah sudah terkena virus itu maka sekolah itu pasti akan semakin sulit untuk dikendalikan. Selain itu mereka akan ketinggalan pelajaran dan mengakibatkan nilai – nilainya jelek dan tidak naik kelas bahkan tidak lulus Ujian Akhir Nasional.

Mereka juga memberi dampak buruk bagi diri mereka sendiri. Bagaimana jika mereka ketahuan di saat bolos dan mereka berusaha keras untuk kabur dan sewaktu menyeberang mereka tidak memperhatikan sekeliling dan menabrak orang lain, celakanya lagi bila mereka lari dan tertabrak di tengah jalan. Para siswa yang membolos tentu akan sangat merugikan baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk orang lain, dan sebenarnya pemerintah sangatlah kecewa dengan hal ini sebab mereka sudah berusaha sekeras mungkin untuk memajukan perkembangan pendidikan di indonesia tetapi hanya dihancurkan oleh mereka dengan mudahnya.

Perilaku membolos juga menyebabkan siswa cenderung bertindak kriminal, karena siswa tersebut telah meninggalkan pendidikan di sekolah dan biasanya nongkrong entah mabuk-mabukan atau merokok. Budaya malas semakin menjadi-jadi sehungga menjadikan Indonesia tertinggal dari negara lainnya

Sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian yakni menjadikan seorang siswa memiliki kepribadian yang menyimpang. Jadi sebagai pembolos mereka sangat memberikan sisi negatif bagi orang lain, Negara dan bahkan diri mereka sendiri.

Solusi agar siswa tidak membolos

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional [SISDIKNAS] Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 1 mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses`pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pada Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang SISDIKNAS di atas termuat kalimat usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, yang artinya suasana belajar dan proses`pembelajaran menempati kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Tapi kenyataannya kedua aspek tersebut dari dulu sampai sekarang ini belum mengalami perubahan yang signifikan. Sedangkan yang dimaksud pendidikan nasiaonal adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman [UU SISDIKNAS, 2003:3].

Secara eksplisit pada pengertian pendidikan nasional tersebut juga terdapat ungkapan tanggap terhadap perubahan zaman. Hal ini sangat jelas memberi sinyal bahwa corak pendidikan kita perlu mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Selain itu, Pokok-Pokok Kebijakan Direktorat Jendral Menejemen Dikdasmen yang mengatur tentang peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, salah satunya juga memuat tentang persoalan perbaikan sarana dan prasarana [Majalah Info Dikdasmen, 2006].

Produk-produk hukum dan sejumlah peraturan tentang pendidikan di atas, penulis anggap sudah lebih dari cukup untuk mengubah wajah pendidikan kita menjadi lebih baik lagi dari segi fisik maupun sistem proses pengajarannya. Hanya tinggal menunggu kemauan politik dari pemerintah untuk mengimplementasikannya.

Mengacu pada beberapa undang-undang tentang pendidikan tersebut, penulis optimis bahwa cepat atau lambat dunia pendidikan kita pasti akan berubah menjadi lebih baik. Sehingga kami sebagai siswa, akan merasa nyaman dan betah berada di lingkungan sekolah.

Berkaitan dengan hal itu, kami akan menawarkan beberapa solusi untuk meminimalisasi siswa membolos sekolah sebagai berikut:

1. Tata ruang dan bentuk arsitektur bangunan sekolah dari zaman ke zaman nyaris tidak mengalami perubahan. Berderet lurus memanjang, terkotak-kotak dan simetris. Tampak begitu kaku dan angkuh. Apalagi sekolah-sekolah yang memiliki lahan terbatas, terasa begitu gersang dan menyesakkan dada. Kondisi seperti ini akan menyebabkan penghuninya cepat lelah, merasa jenuh, dan bahkan bisa menyebabkan stress. Kami membayangkan tata ruang yang lebih ramah lingkungan dan bentuk arsitektur bangunan yang lebih sedap dipandang mata. Di sekitar sekolah tumbuh pohon-pohon rindang, sehingga udara yang terhirup lebih sehat. Di depan kelas ada taman bunga, kolam ikan, burung-burung beterbangan untuk cuci mata di kala jam istirahat setelah pikiran penat mengikuti pelajaran sekolah. Dengan suasana seperti ini, kami yakin siswa akan merasa nyaman dan betah berlama-lama di sekolah. Karena “rumah besar” itu telah menjelma menjadi surga tempat bermain dan belajar bagi mereka.

2. Tata ruang kelas kita selama ini juga nampak monoton. Dinding tertempel foto presiden, wakil presiden, pahlawan-pahlawan nasional, daftar piket, dan struktur organisasi kelas. Wajar jika mereka merasa tertekan berada di ruang kelas, karena di samping suasananya kering ruangan kelas sering terasa begitu gerah karena sirkulasi udara yang kurang baik. Situasinya akan berbeda, bila mereka diberi kebebasan menata kelas sesuai kemauan mereka sendiri dalam batas-batas tertentu. Kalau perlu mereka diberi hak untuk mengecat dinding warna-warni, atau bahkan melukis dinding, menempeli puisi, syair lagu sesuai suasana hati mereka sendiri. Dengan demikian tiap-tiap kelas akan berkompetisi secara sehat memperindah ruang kelas masing-masing. Akhirnya, mereka akan merasa tenang berada di “rumah” mereka sendiri, karena desain ruangannya telah sesuai dengan suasana batin mereka sendiri.

3. Hingga saat ini media pengajaran yang digunakan di sekolah masih terbatas pada LCD, VCD, slide, peralatan-peralatan mesin pada jurusan otomotif, dan perangkat-perangkat elektro pada jurusan elektronika. Keadaan di sekolah-sekolah lain mungkin tidak jauh berbeda. Tidak dapat dipungkiri media pengajaran seperti itu memang perlu agar siswa tidak “gaptek” [gagap teknologi]. Tetapi kalau dilakukan terus menerus siswa akan merasa jenuh. Untuk mata diklat-mata diklat tertentu kiranya perlu juga menggunakan alam sekitar sebagai media pengajaran. Karena selain lebih variatif dan rekreatif, siswa dapat membuktikan dan menerapkan teori-teori yang didapat secara langsung pada kehidupan nyata.

4. Kebebasan berekspresi bagi siswa seyogyanya terbuka seluas-luasnya pada kegiatan ekstrakurikuler. Namun kegiatan ekstra kurikuler yang ada selama ini masih lebih banyak yang bersifat olah fisik daripada olah rasa seperti, sepak bola, bola voli, pramuka, silat, karate, renang dan sebagainya. Bahkan masih ada beberapa sekolah yang sama sekali tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Untuk itu sangat perlu diadakan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat olah rasa seperti, seni musik, seni tari dan teater. Agar siswa dapat mengekspresikan gejolak jiwa mudanya pada jalur yang positif.

5. Peraturan yang tegas dan memberikan perhatian yang khusus bagi siswa yang bolos. Hal ini sepatutnya dilakukan oleh Badan Konseling. Siswa dibina dan diberi tahu kerugian dari membolos agar tidak membolos lagi.



Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable), 
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini 
silahkan mendownload


Fullerena




Rabu, Oktober 21, 2009

Pernahkah anda memikirkan apa yang sedang dipikirkan oleh orang gila??? Unik untuk mengetahui apa sebenarnya yang mereka pikiran. Karena percaya atau tidak mereka berada dalam pikiran bawah sadar mereka, mereka tidak akan pernah bangun mencapai pikiran sadar dikarenakan ada tekanan dan hambatan tertentu yang memaksa mereka untuk berada dalam pikiran bawah sadarnya. Stress yang parahlah yang mendorong mereka untuk tidak sadar dan menjadi sadar di pikiran bawah sadar.

Jadi orang gila tidak akan pernah tahu apa yang telah dilakukannya, mereka tidak sadar telah melakukan sesuatu. Sehingga mereka akan secara periodic melakukan hal yang sama secara berkali-kali, karena dalam pikirannya mereka belum melakukannya. Padahal apabila secara sadar mereka tahu kalau mereka telah melakukan tersebut. Sungguh malang nasib orang gila.

Tidak akan ada seseorang yang mengerti diri Orang gila, termasuk dokter psikiater sekalipun tak akan pernah memahami diri orang gila, karena orang gila tersebut juga tidak memahami aapa yang ada dalam pikirannya dan bagaimana dirinya. Untuk itu cara menangani orang gila adalah perhatian yang lebih, perhatian yang lebih memberikan diri orang gila rasa yang sangat penting. Sehingga tidak jarang orang gila memenuhi Jalanan dengan bertelanjang dan berteriak-teriak karena mereka ingin menjadi pusat perhatian.

Lalu, dapatkan seseorang yang dirinya gila menjadi orang yang waras?? Tentu saja, mereka dapat sembuh menjadi waras. Ingatlah segala sesuatu (penyakit) pasti ada obatnya. Bagaimana caranya??? Hilangkan tekanan pada diri mereka, percayalah bahwa orang gila itu merupakan orang yang tertekan jiwa dan pikirannya!!

Jadi, hidup pada zaman globalisasi dengan persaingan yang ketat dan tekanan yang semakin banyak, berimplikasi akan menghasilkan orang-orang gila baru.Berapa banyak orang yang gila karena tidak terpilih menjadi anggota dewan????Mereka terbebani menuntut pengembalian yang besar pada hartanya, karena mereka telah menghabiskan banyak harta saat pemilihan anggota dewan. Tidak terpilih adalah suatu tekanan yang sangat hebat. Dan masih banyak contoh lainnya.



Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !