Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 18, 2015

Bambang Setiawan, Lulusan ITB yang menjadi Pengusaha Jangkrik dengan Omzet 500 Juta Perbulan 

Membaca, tercekat, merinding, takjub, profil salah satu "gajah hutan" dalam istilah Kurniawan Gunadi. Jadi teringat dan merenungi puisi W. S. Rendra, SAJAK SEONGGOK JAGUNG

SAJAK SEONGGOK JAGUNG
Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan. -->(frase puisi paling menyesakkan)
Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya ?
Apakah gunanya seseorang
belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
“ Di sini aku merasa asing dan sepi !"

Berikut kisahnya

Meski tidak memiliki pengalaman dan minim pengetahuan soal budidaya jangkrik, tidak menyurutkan keinginan Bambang Setiawan untuk merambah usaha ini. Terbukti, dengan bekal keyakinan dan tekad yang kuat, kini ia sukses menjadi pengusaha jangkrik beromzet ratusan juta per bulan. Bambang, sapaan akrabnya merintis usaha budidaya jangkrik tahun 2010 dengan mengusung bendera usaha Trust Jaya Jangkrik di bawah naungan CV Jaya Tani di Cirebon, Jawa Barat.Saat itu, ia baru saja lulus dari fakultas teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Kendati bergelar sarjana teknik, tidak membuatnya malu ketika memutuskan menjadi peternak jangkrik.

"Begitu lulus, saya langsung pulang kampung ke Cirebon dan buat usaha setelah beberapa bulan," kata Bambang.  Saat ini, Bambang memiliki lebih dari 65 orang karyawan. Kini, ia tercatat sebagai pembudidaya jangkrik terbesar se-Cirebon. Ada pun kapasitas produksinya 200 kilogram (kg) jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap dibudidayakan. Dari usahanya ini, ia pun diganjar sejumlah penghargaan. Tahun lalu, Bambang dinobatkan menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2014 perwakilan Jawa Barat kategori bidang usaha industri, perdagangan, dan jasa. Penghargaan ini didapat Bambang karena dinilai berhasil membuka industri peternakan jangkrik yang sebelumnya tidak pernah ada di Cirebon. Sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga di Desa Bakungkidul, Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Jangkrik hasil tangkarannya dipasarkan ke Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Pengiriman terbesar ke Bandung sebanyak 100 kg per hari. Kebanyakan jangkrik itu digunakan untuk pakan burung, pakan ikan hias, umpan memancing, dan ada juga yang pesan untuk dijual lagi. Ia membanderol harga 1 kg jangkrik sebesar Rp 45.000-Rp 50.000. Sedangkan telur jangkrik dihargai lebih mahal lagi. Untuk varietas jangkrik alam, harganya Rp 350.000-Rp 400.000 per kg. Sedangkan harga varietas telur jangkrik kalung sebesar Rp 325.000 per kg. Dari usaha ini, ia bisa mendapat omzet Rp 15 juta per hari. Itu belum termasuk dari penjualan telur jangkrik untuk pembibitan. Jika ditotal, Bambang bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan.

Kendati sukses menangguk omzet besar, ia tidak lantas berpuas diri. Belakangan, ia justru ekspansi produk dengan membuat makanan olahan jangkrik. Di antaranya kerupuk jangkrik dengan merek Cricket Chips. "Baru awal Maret ini dibuat," katanya. Kerupuk jangkrik ini dibuat dalam tiga pilihan rasa, yakni original, keju, dan pedas dengan kemasan 175 gram. Harga per bungkus Rp 25.000. Lantaran baru, skala produksinya belum terlalu besar dan pemasarannya baru terbatas di wilayah Cirebon. Dalam waktu dekat, ia juga ingin meluaskan jangkauan pasarnya ke Sumatra dan wilayah lain di luar Jawa.






Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Rabu, Desember 12, 2012

Aku ingin menjadi kembang di taman, 
Bukan menjadi kembang di jalanan. 
Aku ingin menjadi kembang di taman, 
Yang selalu terjaga dari debu jalanan. 
Aku ingin menjadi kembang di taman, 
 Agar tak mudah dihinggapi kumbang-kumbang jalanan.
Mewangi, menjadikan aku tetap terlindungi. 
Menjadi kembang yang selalu terjaga, 
Menjadi kembang yang selalu mempesona.
Dalam keanggunan menjaga fitrah, 
Dalam kemuliaan menjaga kesucian. 
Aku tak mau didekati kumbang-kumbang yang cuma mau menghisap madu, 
Setelah itu pergi berlalu. 
Aku tak mau dibuai rayuan-rayuan palsunya. 
Yang begitu merdu didengar, yang begitu indah di angan,  Padahal kenyataannya begitu pahit di rasa.
Jangan ajak aku pacaran,  karena cinta demikian bukanlah hubungan yang dihalalkan.
Jangan ajak aku pacaran,  karena pacaran begitu dekat dengan kemaksiatan.   Jangan ajak aku pacaran,  karena aku tak mau kehormatanku tergadaikan.   Jangan ajak aku pacaran,  karena aku dibalik keindahannya justru akan membutakan.   Jangan ajak aku pacaran,  karena aku ingin menjaga kesucian.  Dan jangan ajak aku pacaran,  karena aku takut buaiannya melunturkan cintaku kepada-Nya.  Jangan katakan aku sok alim, jangan katakan aku sok suci.  Akan tetapi, aku hanya ingin tetap menjaga diri,  Aku hanya ingin tetap menahan diri,  Aku hanya ingin patuh kepada Ilahi.
Telah kutetapkan dalam hati. 
Hanya imamku yang boleh memacari nanti. 
Setelah tertambat dalam ikatan suci. 
Karena aku yakin sekali. 
Pacaran setelah menikah itu akan berbuah kebahagiaan abadi.
Pernikahan adalah ikatan yang sesungguhnya


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Senin, Mei 21, 2012

Bulan juli dua ribu lima
Majelis Ulama Indonesia berfatwa
Liberalisme bertentangan dengan agama
Haram umat Islam menganutnya

langit opini heboh
"MUI tolol, MUI bodoh", pekik seorang tokoh
"MUI harus dijerat pasal provokator", teriak seorang profesor
"MUI harus dibubarkan", saut seorang agitator

MUI menjadi bulan-bulanan
Dianggap melawan titah sang tuan
Penyebar liberalisme yang menyilaukan
manusia haus pujian dan mata duitan

Umat Islam Indonesia yang dua ratus juta
menjadi target utama mereka
Apalagi kyai dan santri-santrinya
Digoda ilusi kebebasan dan kemilau harta

Pluralisme agama menggerus keyakinan utama
Mengajak manusia menyamakan agama
tanpa beda Allah dan berhala
Sama saja shalat dan bertapa

Liberalisme membebaskan manusia
Dari kungkungan ajaran agama
Menyamakan nikah dan zina
menyokong lesbi mencerca nikah siri

Dulu, penjajah merampok politik dan ekonomi
kini, ditambah lagi pikiran dan hati
dipaksa menjadi kafir sejati
lepas dari ajaran tauhid para nabi

Semoga para kyai dan santri berilmu tinggi
Sadar akan bujuk rayu setan, musuh para nabi
Kata-kata menawan menipu hamba Ilahi
Mengejar popularitas dan kebebasan yang meracuni

(Adian Husaini, 2011, Novel Kemi : Cinta kebebasan yang Tersesat)

Keyword : Liberalisme, Puisi, JIL, Cinta kebebasan yang tersesat, Novel Kemi, Adian Husaini, Islam Liberal, Indonesia, Resensi

Rabu, Juli 14, 2010

“Bila Anda PIkir Anda Bisa, Anda Pasti Bisa”

Anda Bisa Sukses, meski sekarang anda belum apa-apa
“Bila Anda PIkir Anda BIsa, Anda Pasti Bisa”
Bukan bakat anda, bukan kelahiran anda
Bukan simpanan anda di bank
Yang menentukan harga diri anda
Tapi sikap anda
“Bila Anda PIkir Anda BIsa, Anda Pasti Bisa”
Tidak perduli apakah Anda pernah sukses sebelumnya
Tak ada artinya sukses setengah-setengah
Capailah tujuan akhir anda
Jadi, cobalah lagi dan coba lagi
Sampai anda BERHASIL
“Bila Anda PIkir Anda BIsa, Anda Pasti Bisa”
Pegang teguh impian anda
Yakinkah hati anda
Bulatkan tekat sekeras baja
Anda pasti bisa meraihnya
“Bila Anda PIkir Anda BIsa, Anda Pasti Bisa”
Percayalah pada Tuhan
Itu berarti Anda telah setengah berhasil
Kemudian percayalah pada diri sendiri
Itu berarti anda telah dua pertiga berhasil
“Bila Anda PIkir Anda Bisa, Anda Pasti Bisa”

Selasa, Oktober 13, 2009


Akankah api akan berkobar-kobar lagi???

Apakah asap akan membumbung tinggi kembali???

Dan memenuhi relung-relung hati yang hampa???

Juga menepis rindu yang menyesakkan dada??

Cintaku lenyap tertiup terbumbung ke angkasa

Oleh kejamnya angin samudera

Oleh derunya ombak yang menggebu

Oleh terjangan ikan pemangsa

Menjadi hilang, tanpa bekas, tak ternoda


Inilah kemarahan hati yang terpendam

Didera penyesalan, kekecewaaan, dan keputus-asaan,

Meraung, menangis, merintih, bersimbah darah

Ajal menanti tak kunjung kau cabut nyawaku

Hingga derita menyesakkan dada

Musnah segala angan dan harapan

Sungguh kejam, amat biadab, sangat munafik

Mencekik nadi hingga hampir nafas terenggut

Cinta ini membutakan mata hati

Kaulah harapan hati

Paling sempurna diantara makhluk sempurna

Namun munafik kau makhluk khianat

Menikam dari segala penjuru arah

Bersembunyi dibali topeng maya

Menerkam dengan senyum iblis dan sikap tak acuh

Hujan kasih mengalir begitu saja

Deras cinta hanyalah menggarami lautan

Nyawa terhempas tersipu dalam kehampaan

Egois tak berperi kemanusiaan

INILAH KEMARAHAN HATI YANG TERUNGKAP




Dipuncak bukit yang berlereng
Angin yang semilir bertalu-talu

Aku termenung menanti bergantinya hari
Dimana malam akan ditindih pagi
Dan tak ada lagi suara tangisan bayi suci
Kegelapan telah sirna
Tergantikan benderangnya matahari
Sinarnya mencabik-cabik tubuh
Menyayat kulit Berkali-kali, bertubi-tubi, tanpa henti
Keringat merembes membasahi pelipis
Kurasakan kenikmatan yang tak terhingga
Akhirnya aku mati bersama hilangnya menari
Dipuncak bukit yang berlereng

Rabu, September 09, 2009


"Masalalumu
Derita Bagiku
Kebebasanmu dahulu
Ketidak adilan bagiku"



Teriris Belati Hati yang melepuh

Meletup-letup memancar sakit yang mendalam

Tak bisa terbendung

Aku bersimbah Air mata

Penyiksaan itu tak hadir sesekali

Terkadang bersemi menyesakkan tak terkendali

Memerah perasaan memaksa pemikiran

Tuk berkata bahwa

Mengapa ini harus terjadi

Tatkala kupetik senyummu yang ranum

Terngiang kembali peristiwa laknat itu

Tak dapat kuhindari

Malam Menjadi saksi

Menjadi luapan rasa kecewa

Aku tersiksa kembali

Menjadi sakit, sakit, sakit hati

Mesin waktu, bersembunyi dimanakah kau???

Demi sakitnya hati yang terhunus

Ingin Kuputar Waktu

Agar malam mendekapku mesra

Agar Tak pernah ada Bukit

Agar Aku tak lagi tahu menahu

Agar aku tak lagi mudah sakit hati

Agar aku tak pernah berkata

Bukan aku yang melakukannya

Jumat, Juli 17, 2009

Mencuat suatu memori

Senyum singkat bibir mungilmu

Yang berdegup jantung bila melihatnya

Berdengung kagum hati yang risau

Menjadi tenang tak beriak suasananya

Memikat memutarbalikkan fikiran

Berputar-putar dalam pengharapan

Tak kutemui pintu exit

Tak bisa keluar dalam lingkaran setan

Terjebak tercekik kalang kabut

Diri semakin menggila

Dalam kegilaan itu

Menanti seikat kunci terbang ajaib

Yang dapat melepaskan dari belenggu

Mengantarkan kepada dimensi baru

Dimana tidak lagi ditemui

"KESEPIAN"




Kamis, Juni 25, 2009

(Kritik untuk kehidupan di Masa depan)
Dalam redupnya jiwa
Dimana kebenaran tak dapat terlihat
Keadilan tak dapat diraba
Dan hati yang gundah gulana


Tersisa kekuatan yang mencuat
Kekuatan untuk Jantung
Agar terus berdetak
Dan mengalirkan darah kehidupan

Kekuatan untuk otak
Untuk terus berpikir
Mencari Jalan keluar
Menemukan Matahari

Bila tak ada yang dapat diandalkan
Siapa yang akan diandalkan??
Diri Sendiri



Bila tak ada yang dapat dipercaya
Siapa yang dapat dipercaya?
Diri Sendiri

Bila tak ada yang dapat dicinta
Siapakah yang harus dicintai?
Diri sendiri


Bila tak ada dapat menghibur
Siapa yang dapat menghibur?
Diri Sendiri

Bila tak ada yang dapat disiksa
Siapa yang dapat disiksa?
Diri Sendiri

Bila tak ada yang mau disuruh
Siapa yang mau disuruh?
Diri Sendiri

Bila tak ada yang mau dipaksa
Siapa yang mau dipaksa?
Diri sendiri

Sebenarnya siapakah "Diri Sendiri"?
Aku belum menemukannya
Pastilah dia hanyalah budak
Yang dapat dibeli dengan recehan

Jangan bertanya padaku
Jangan berterimakasih padaku
Jangan pula mengasihaniku
Jangan menawarkaku sesuatu


Aku hanyalah Bola
Yang terus menggelinding
Tertusuk-tusuk batuan tajam
Tertiup arah angin
Tak akan pernah berhenti



Tatkala melintas didepan orang
Mereka menendangku dari berbagai sisi
Dan mereka tertawa-terbahak
Sedang aku merintih kesakitan
Dan semakin kehilangan arah

myspace icons

Unsorted Myspace Comments

Menjadi tak teratur ritmenya

Menjadi tak bernada Iramanya

Menjadi tak terdengar ketukannya

Menjadi tak bermakna apa-apa


Susah,,
Benar terkadang salah

Salah terkadang benar

Tak ada Bedanya

Membela keadilan disangka


Merampas hak orang



Tak mengerti maksud kalian

Tak pahami tujuan kalian


Yang bertentangan dengan argumenku. .



Rabu, Juni 17, 2009

(Untuk adikku yang mengigau ditengah malam)
Adikku pejamkan matamu
Rasakan bahwa engkau terbang
Mengedari pulau impian
Yang belum terjamah oleh manusia

Namun,,,,,

Mimpimu salah arah
Kau katakan nang, Ning ,nung
Pertanda irama kematian
Adik berdoalah sebelum tidur
Agar mimpimu tidak salah arah
Dan tidak mengingau lagi

Pantaskah mereka tertawa

Diatas penderitaan orang lain

Pantaskah mereka berbangga hati

Bila bukan keringatnya sendiri

Pantaskah mereka disebut pemimpin

Bila tak dapat memimpin dirinya sendiri

Ataukah disebut pemenang


Bila tak dapat mengalahkan nafsu


Pantsakah mereka memohon


Bila pakaian mereka penuh dosa


Pantaskah mereka menyuruh

Bila dihadapan-Nya mereka hina


Pantaskah meraka berjanji

Bila tak lama kemudian berkhianat

Pantaskah mereka hidup di DUNIA??

Bila tak memberi manfaat bagi sesama

Malah saling menghancurkan

Bagaikan ilalang di tepi jalan

Berserakan memenuhi sudut-sudut jalan

Baunya yang semerbak

Solidaritas mereka seperti semut

Hentakan kaki dan gemerincing roda


Menambah kesumpekan


Kondisi di Rumah Sakit

Dibuat puisi ini

Bukan untuk membuat mereka terpesona

Bukan untuk mengkrtitisi orang

Bukan untuk melawan lalimnya penguasa

Atau hendak memprotes ketidak puasan

Tapi karena “KEWAJIBAN”

Dan kerinduan yang mendalam

Deret kata yang tak beraturan rimanya


Berantakan tak punya nada


Tak terbingkai oleh keindahan


Membuat mereka bertanya


PUISI apa ini??


Puisi ini adalah hidupku


Ketika aku putus asa


Dan berserah diri kepada tuhan


Bukan aku yang merebutnya

Bukan aku yang merasakannya

Bukan aku yang menerima dampaknya

Bukan aku yang melakukannya

Bukan aku yang melakukannya

Bukan aku yang menodainya

Hilang. . . . .

Berusaha untuk merebut

Namun hilang

Kutak bisa mendapatkannya

Kesucian yang telah dirampas


Hari seakan jam, jam seakan detik

Waktu berlalu dengan cepatnya

Dipacu oleh tekanan

Yang datang setiap saat

Hidup yang dulu penuh makna

Bahagia

Sekarang tanpa makna

Mengecewakan

Ya Allah,

Hambamu yang lemah

Memohon agar waktu berhenti

Meski hanya sedetik saja

Agar terbebas dari jeratan tekanan

Agar dapat beristirahat

Dengan tenang tanpa tekanan

Selasa, Juni 16, 2009

Dirimu selalu terbayang-bayang dalam benakku

Mencekik nadi hingga merenggut nafas

Paras, tingkah dan intelektualmu

Meyakinkan diriku tuk selalu memujamu

Harus kuakui kepada dunia

Bahwa cinta ini sangat membara

Bagai api neraka yang membakar sekelilingnya

Rasa ini fakta, siksa juga derita

Kuingin kau juga merasa hal yang sama

Ingin sekali rasa ini terungkap

Hingga tak ada beban yang mengungkung jiwa

Namun kutak bisa tuk mengucap

Cukup kukagumi sampai akhir masa

I HATE YOU BUT I MISS YOU

Ever After

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !