Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Maret 15, 2014

Setelah mengenyam pendidikan formal selama kurang lebih 15 tahun, metode efektif dalam belajar adalah menggunakan MindMap. MindMap dikembangkan oleh Tony Buzan untuk memudahkan seseorang dalam belajar. MindMap menjadi mudah karena kita mereview dan merangkum suatu materi pada bagian-bagian pentingnya saja dan mengumpulkannya menjadi satu.

Dan yang terpenting adalah kita membuatnya dengan kreatif dan menarik (jika terdiri dari berbagai macam warna dan gambar)

Berikut adalah Mindmap Sistem Pengendalian Otomatis Karakteristik Sistem Orde Dua.

(Klik gambar untuk memperbesar)


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Kamis, Januari 03, 2013

[VERSI INDONESIA] “Menjadi perguruan tinggi dengan reputasi internasional dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, terutama yang menunjang industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan.” Visi Insititut Teknologi Sepuluh Nopember

Cita-cita ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) untuk menjadi universitas terkemuka di dunia International hendaknya bukan hanya sebatas keinginan saja. Namun harus benar-benar direalisasikan dengan perencanaan yang matang dan penggunaan strategi yang tepat.

Melihat prestasi yang telah diraih oleh ITS di kancah Nasional dan Internasional, menjadi perguruan tinggi dengan reputasi internasional tentu saja bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Hal ini akan dipercepat jika semua elemen di kampus ITS saling bahu-membahu untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

Harapan saya, ITS dapat meraih cita-citanya itu 5 tahun ke depan, yakni pada tahun 2017 ITS mampu mendapatkan reputasi Internasional yang mampu sejajar dengan NTU (Nanyang Technological University) maupun MIT (Massachusetts Institute of Technology). Hal ini agar dijadikan pilihan bagi putra-putri terbaik bangsa dalam melanjutkan studi mereka, jika ITS telah mampu sejajar dengan NTU dan MIT mereka tak perlu bersusah payah untuk pergi ke luar negeri untuk memproleh pendidikan terbaiknya.

Dipilihnya jangka waktu 5 tahun dari sekarang, dikarenakan meninjau beberapa aspek yang harus diperhatikan sebelum mendaptkan reputasi Internasional, seperti perbaikan fasilitas sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pengajar, peningkatan kualitas laboratorium dan masih banyak lagi hal lain. Yang akan saya bahas disini adalah peningkatan kualitas laboratorium yang harapannya menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan reputasi internasional. Dipilihnya laboratorium sebagai subjek dalam mengorbitkan ITS ke dunia Internasional dikarenakan penelitian di laboratorium dan dampak penelitian mendapatkan penilaian 60% dalam penentuan ranking universitas (times higher education). Jadi, apabila suatu perguruan tinggi telah memiliki laboratorium yang berkualitas, penelitian yang memberikan manfaat banyak bagi umat manusia, maka perguruan tinggi tersebut akan memiliki nilai yang tinggi.

Laboratorium memiliki peran sebagai pusat kegiatan praktikum dan penelitian mahasiswa, pembinaan, pengkajian, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan IPTEK. Didalam pembelajaran sains dan teknologi, laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran teknik adalah laboratorium, sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang.

Laboratorium perguruan tinggi teknik tidak hanya turut bertanggungjawab dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesi keteknikan saja, melainkan juga harus mampu menghasilkan berbagai produk sains dan teknologi secara empiris dan tervalidasi secara objektif. Laboratorium sebagai tempat untuk melahirkan gagasan-gagasan baru. Inovasi dan kreativitas hendaknya lahir dari komponen laboratorium dengan stimulus yang berasal dari lapangan. Sebagai realisasi tri dharma perguruan tinggi, laboratorium perguruan tinggi harus mampu mengembangkan berbagai alternatif solusi terhadap permasalahan teknologi yang terjadi pada masyarakat.

Banyak laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia tentunya membutuhkan hasil-hasil analisa yang dapat dipercaya dan mempunyai personel yang kompeten dalam melaksanakan kegiatannya. Untuk mencapai keseragaman hasil analisa antar laboratorium dibutuhkan suatu standar yang bersifat internasional yang mencakup sistem mutu dan implementasi teknis yang baik, salah satunya adalah dengan menerapkan standar ISO/IEC-17025. Untuk menerapkan standar ISO 17025 di suatu laboratorium dan untuk mendapatkan akreditasi dari KOMITE AKREDITASI NASIONAL, diperlukan persiapan yang matang, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang sesuai dengan persyaratan standar tersebut.
ISO / IEC 17025 merupakan standar mutu yang dibuat untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi. ISO / IEC 17025 diterbitkan pada tahun 2005,dan dibagi menjadi dua bagian utama dalam ISO / IEC 17025 ,yaitu Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis. Persyaratan manajemen terkait dengan operasi dan keefektifan sistem manajemen mutu dalam laboratorium dan memiliki persyaratan yang sama dengan ISO 9001. . Persyaratan teknis yaitu terkait dengan alamat kompetensi staf, metodologi pengujian, peralatan dan kualitas dan pelaporan hasil pengujian dan kalibrasi. Menerapkan ISO / IEC 17.025 memiliki manfaat bagi laboratorium tetapi ada juga pekerjaan tambahan dan biaya yang diperlukan. ISO 17025 dikembangkan dan diterapkan sehingga hasil dari pengujian dan kalibrasi laboratorium diakui karena kemampuan yang dimiliki & wilayah yang kompetensi. Semua pengukuran dan keputusan harus akurat, diulangi, diverifikasi, biaya yang efektif, tepat waktu, dan dipercaya pengukuran, pendapat, dan rekomendasi. ISO 17025 dapat membantu dalam menjamin hal ini terjadi untuk yang pertama kalinya, setiap waktu, dan tepat waktu.

Berdasarkan survei yang saya lakukan melalui internet, laboratorium di ITS masih belum ada yang mendapatkan standarisasi ISO 17025. Hal ini sangat miris dan menyedihkan, dibalik segudang prestasi yang telah diraih oleh ITS dalam lingkup Nasional dan Internasional dan predikat ITS sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, tetapi tidak ada satupun laboratorium di ITS yang tersertifikasi ISO 17025. Padahal perguruan tinggi lainnya seperti UGM, ITB, IPB, UNS, UI, telah mendapatkan sertifikat ISO 17025 (www.pikiran-rakyat.com). Di era globalisasi seperti saat ini, menjadi perguruan tinggi institut yang memiliki reputasi Internasional merupakan suatu kewajiban dan keharusan. Hal ini dikarenakan fenomena ekonomi seperti pasar bebas yang menyangkut perdagangan Internasional, membutuhkan standar produk yang tinggi sehingga menjadi tekanan kompetitif tersendiri. Produk-produk teknologi ITS sebagus apapun itu, jika tidak melewati standarisasi ISO 17025, tentu akan sulit untuk bisa diakui secara dunia Internasional.

Apa urgensi mendapatkan ISO 17025? Apabila suatu laboratorium mendapatkan sertifikat ISO 17025 yang dianugerahi oleh komite akreditasi nasional (KAN), maka laboratorium tersebut sangat berkompeten dan layak untuk melakukan riset berskala Internasional, dan hasil risetnya dapat disetujui oleh dunia Internasional seperti diakui secara formal oleh sejumlah organisasi akreditasi intemational termasuk International Accreditation Forum (IAF), Pacific Accreditation Cooperation (PAC}. Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC), and Intemational Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC). Bahkan, hanya produk-produk yang dihasilkan dari suatu laboratorium yang telah tersertifikat ISO 17025 sajalah yang dapat masuk ke pasar Internasional. Hal ini sangat penting mengingat sertifikasi ISO 17025 adalah pintu masuk bagi produk-produk di Indonesia ke masuk ke pasar internasional

Secara garis besar, manfaat suatu laboratorium mendapatkan sertifikat ISO 17025 adalah
a. Mendapatkan Pengakuan Internasional Tentang Kompetensi Laboratorium
b. Suatu Keuntungan dalam bidang Pemasaran
c. Suatu Perbandingan Kemampuan Laboratorium
d. Pengakuan Internasional kepada laboratorium yang terakreditasi

Apabila labotorium di ITS telah mendapatkan pengakuan Internasional, maka visi ITS Menjadi perguruan tinggi dengan reputasi internasional dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, terutama yang menunjang industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan telah tercapai.

Banyak konsultan ISO 17025 yang mampu membantu untuk memperoleh sertifikasi ISO 17025. Harapan saya, sertifikasi ISO 17025 dimulai dari Laboratorium Beton di Teknik Sipil ITS kemudian dapat disusul oleh laboratorium-laboratorium di jurusan lainnya. Berjayalah terus kampusku tercinta ITS.
VIVAT !

[ENGLISH VERSION] "Being a university with an international reputation in science, technology, and art, especially the one which support industry and marine based the environtment ".
The vision of Sepuluh Nopember Institute of Technology.

ITS (Sepuluh Nopember Institute of Technology Surabaya) dreams to become the world's leading universities should not merely as its wishes. But it must be realized with careful and right planning and the use of appropriate strategies. Seeing the achievements that reached ITS in National and International, being a university with an international reputation certainly is not something that is impossible to achieve. This will be accelerated if all the elements in ITS effort together to achieve these noble dreams.
My hope is ITS be able to achieve its goal in 5 years. Exactly in 2017, ITS be able to get an International reputation that is able to align with NTU (Nanyang Technological University) and MIT (Massachusetts Institute of Technology). This is to be selected for the best student in Indonesia to continue their studies, ITS has been able to align with NTU and MIT, they did not need to go abroad to obtain the best education for their self.
The choice of a period of 5 years from now, due to review some aspects that must be considered before getting international reputation, such as improving infrastructure facilities, quality of teachers, quality of laboratory and many other things. The main point here is the effort to improve the quality of laboratory that hoped to be one way to gain reach the international reputation. Laboratory is chosen as the subject to orbit ITS to be the world's leading universities due to reseach in laboratory and its impacts get ratings 60% in determination of universities rangking (Times higher education). So, if a college has quality laboratories and the researches that provides many benefits for human, the college will have a high value.
The laboratory has a role as a center of practical activities and student research, development, assessment, research, community service and the development of science and technology. In the study of science and technology, laboratory acts as a supporting activity of classroom activities. May even reverse, the main point that played a major role in engineering is learning in laboratory, while class only support those activities.
Laboratory in engineering colleges not only takes responsibility in producing graduates who have the academic and professional engineering competence, but also must be able to produce a wide range of science and technology validated empirically and objectively. Laboratory be a place for new ideas. Innovation and creativity should be come from laboratory component with stimulate come from the environtment. As the realization of tri dharma colleges, universities laboratories must be able to develop alternative solutions to technological problems that occur in society.
Many laboratories in Indonesia would require analysis of the results that can be trusted and have competent personnel in carrying out their activities. To achieve uniformity among laboratory analysis is needed an international standard that includes good quality system and technical implementation, one of then is apply the standard ISO/IEC-17025. To implement the ISO 17025 standard in the laboratory and to obtain accreditation from NATIONAL ACCREDITATION COMMITTEE, it need right preparation, infrastructure and human resources whiches accordance with the requirements of these standards.
ISO / IEC 17025 is a quality standard for testing and calibration laboratories. ISO / IEC 17025 was published in 2005, and is divided into two main sections in ISO / IEC 17025, the Management Requirements and Technical Requirements. Management requirements are related with the operation and effectiveness of the quality management system in the laboratory and have the same requirements to ISO 9001. . The technical requirements are related to address the competence of staff, methodology, testing, and reporting of equipment and quality of test and calibration results. Implementing ISO / IEC 17025 has benefits for the laboratory but there are also additional work and cost required. ISO 17025 was developed and implemented so that the results of testing and calibration laboratories recognized for its capabilities and areas of competence. All measurements and decisions must be accurate, repeatable, verifiable, cost-effective, timely, and reliable measurement, opinions and recommendations. ISO 17025 can help to ensure this case for the first time, every time, and on time.
Based on a survey I did via internet, laboratories of ITS still not have standardization of ISO 17025. It is very sad and depressing, behind a myriad of achievements by the ITS in national and international scope and predicate ITS as leading universities in Indonesia, but none in the ITS labs are ISO 17025 certified. Whereas other universities such as UGM, ITB, IPB, UNS, UI, has been certified ISO 17025 (www.pikiran-rakyat.com). In the current era of globalization, a university with an international reputation is obligation and necessity. This is becaused by the phenomena of free-market economics related to International trade, requires a high standard of products to become competitive pressures of its own. ITS products in technology as good as any, if not through the standardization of ISO 17025, it would be difficult to be recognized internationally.
If laboratories of ITS have gained international recognition, the vision of ITS “Being a university with an international reputation in science, technology, and art, especially support industry and marine based environtment” can be reached.
What is the urgency of getting ISO 17025? When a laboratory certified by ISO 17025 which was awarded national accreditation committee (KAN), the laboratory is very talented and deserves to research international scale, and the results of his research can be approved by the international community as formally recognized by a number of organizations including the International Accreditation include International Accreditation Forum (IAF), Pacific Accreditation Cooperation (PAC}. Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC), and International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC). In fact, only products resulting from a laboratory that has been certified ISO 17025 could enter to the International market. This is particularly important, reminds that ISO 17025 certification is an entry for the products in Indonesia to enter international market
The benefits of a lab is ISO 17025 certified broadly given in statement below:
a. Gaining International Recognition About Competence of Laboratory
b. An advantage in the field of Marketing
c. A Comparison of Laboratory Capability
d. International recognition to laboratories accredited
There are much ISO 17025 consultants who can help ITS obtain ISO 17025 certification. My hope, ISO 17025 certification starting in Civil Engineering ITS, especially in Concrete Laboratory, then can be followed by laboratories in other majors. Glory my beloved campus.
VIVAT!



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Minggu, Desember 09, 2012



Kopma "Dr.Angka ITS" (3 orang kanan) berbincang dengan kopma UGM (paling kiri) 

 
Terkejut - bahwa ternyata Koperasi Mahasiswa di UGM (Universitas Gadjah Mada) memiliki prestige yang lebih tinggi dibandingkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa UGM. entah ini pernyataan subjektif atau objektif, pernyataan yang dileparkan oleh anggota Kopma UGM ini menandakan bahwa dia adalah orang yang telah memiliki SOB (Sense of Belonging) terhadap Kopma UGM .

Dengan anggota yang mencapai 1000 mahasiswa lebih, dan juga pengurus yang jumlahnya hingga 100-an. Kopma UGM memiliki sekretariat yang luasnya kira-kira 10x20 m. 
Sekretariat Kopma UGM

Memiliki banyak unit usaha, salah satunya yang paling besar adalah supermarket. Yang kira-kira apabila di ITS mirip dengan sakinah, yang menjual peralatan mahasiswa dari ujung rambut hingga ujung kaki, dan juga souvenir-souvenir UGM. Yang mengesankan adalah bahwa yang bertugas menjaga stand adalah mahasiswa UGM juga, lebih dikenal dengan partimer yang mendapat kompensasi 2500 rupiah perjamnya. Jumlah yang lumayan, sembari mengabdi kepada organisasi, mmendapatkan keuntungan pula, dan juga dapat disambi dengan menegrjakan tugas misalnya.


.  

Para Finalis National Syariah Business Plan Competition di UII Jogja
National Syariah Business Plan Competition - Adalah ajang yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia yang bertujuan membentuk entrepreneur-entrepreneur muda yang memakai sistem syariah dalam menjalankan bisnisnya. Kegiatan final yang diikuti oleh 10 tim dari seluruh Indonesia, ada ITS, Unibraw, UGM, UII, Unpad hingga UI, berlangsung dari pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore.

Uniknya, ITS adalah satu-satunya tim yang berlatar belakang teknik mampu meloloskan hingga final proposal bisnisnya yang berjudul "Duo Laundry, Laundry syariah yang menjaga kesucian pakaian". Anggota dari tim tersebut adalah anggota Kopma Dr.Angka ITS. Meskipun tidak menjadi juara, Laundry duo tidak berkecil hati,
"perjalanan masih panjang, kami belum mengeluarkan seluruh kekuatan kami", ungkap Siddiq (salah satu anggota tim laundry duo yang sekaligus anggota kopma)
Delegasi Kopma "Dr.Angka" ITS di final bisnis plan syariah UII

Presentasi final
Jalan-jalan mengitari Jogja

SELAMA dua hari lamanya (8-9 Desember 2012), UKM Koperasi mengadakan pelatihan DIKMEN (Diklat Menengah), bertempat di Ruang Kelas Teknik Sipil ITS.

Pelatihan ini tidak hanya dihadiri oleh internal Kopma "Dr.Angka" ITS sendiri, tetapi juga kedatangan tamu dari STIKOM (kopma STIKOM) dan UIN Malang (Kopma Padang Bulan).


Komentar peserta DIKMEN 2012.
"Pelatihan ini benar-benar luar biasa. Outstanding, Enjoy, Fun, Full Meaning with family atmospheric, rugi banget gak ikutan"  , Siddiq Teknik Fisika 2011
"pelatihan paling T.O.P cuma DIKMEN Kopma dr. Angka ITS 2012.. simple, g banyak aturan dan manfaatnya banyak bgt..", Kiki Statistik 2011

Berikut Dokumentasinya


Peserta terlihat sangat antusias mengikuti DIKMEN :)
Dirut KOPMA (Paling Kiri) bersama teman-teman KOPMA Padang Bulan UIN Malang
Terlihat keceriaan di saat detik-detik penutupan DIKMEN
Segenap panitia yang telah berjasa meng-CREATE DIKMEN. Terimakasih kakak :)
Lagi presentasi ide bisnis part 1
Lagi presentasi ide bisnis part 2
Bersama motivator kondang Rio Purboyo
Dirut bersama ketua pelaksana DIKMEN
Presentasi di depan INVESTOR
Diklat Menengah KOPMA "Dr.Angka" ITS 2012

Selasa, November 27, 2012

Kritik Pada PENGKADERAN !

“You don’t drown by falling in the water, you drown by staying there” (Edwin Cole) 
Aku jenuh, saat ini aku sudah tidak mau lagi ikut pengkaderan, aku muak !
Seperti itukah dirimu saat ini?
 
Ataukah seperti pengecut yang telah mengibarkan bendera putihnya di awal kaderisasi?

LIFE BEGINS AT THE END OF YOUR CONFORT ZONE (Neale Donald Walsch) 
Pengkaderan itu ada untuk :
-Men
guji seberapa tangguhkah dirimu berada di bawah tekanan.
-Menguji seberapa besar kesabaranmu
- Mengetahui seperti apa sifat dasarmu, karena sifat sesungguhnya dari seorang pribadi akan terungkap ketika ia berada dalam keadaan tertekan
- Menguji dirimu itu terbuat dari apa, apakah terbuat dari kertas yang begitu mudahnya disobek-sobek ataukah tebuat dari baja yang meskipun di tekan kereta shinkansen sekalipun masih tetap kokoh menyokong.
- Menguji seberapa pengecutnya dirimu yang jika dihadapkan pada masalah hanya bisa mengeluh tanpa melakukan tindakan apapun.
- Menguji seberapa besar nyali dan keberanianmu, apakah keberaninmu seperti busa yang jika di injak menjadi hilang tak berbekas ataukah seperti jarum yang jika diinjak bisa membuat sakit tak terperi orang yang menginjaknya.
Semua pilihan berada di tanganmu ! Akhirnya jika kamu bersungguh-sungguh mengikuti proses, menghayati, dan berfikir POSITIF,pada akhirnya ketika suatu waktu ditimpa masalah besar, kamu dapat dengan lantang berkata :

“Aku pernah mengalami masalah yang jauh lebih besar, hebat dan dahsyat dari masalah ini saat dikader, dan aku bisa, aku berhasil”
 
PUSH YOUR SELF TO THE LIMIT
 
Pengkaderan itu pahit, karena manfaatnya itu manis.
Terinspirasi dari buku “Fight like a tiger, win like a champion”.


Sabtu, Mei 26, 2012

Mahasiswa sekarang seharusnya seperti ini,

Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang professor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”


Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya terkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini.

Saya amati, mahasiswi ini sangat ekspresif. Ia bangga ungkapkan apa yang dia inginkan. Calon sarjana ini sungguh memukau di mata saya. Pertama kalinya, saya sebagai penguji kagum dengan anak ini. Saya perhatikan, tak ada ucapan berlebihan dan subyektif akan jawaban-jawaban mahasiswi ini.

Hari ini cita-cita saya tergapai, lama sudah saya rindukan sebuah ujian skripsi berlangsung debat ilmiah. Bukan sebuah formalitas yang membuat suasana ujian jauh dari atmosfir akademik. Skripsi adalah buatan murni seorang mahasiswa akhir. Saya sangat percaya, mahasiswi ini membuat skripsi dengan penuh naluri keilmuwan, roh skeptisnya terhadap sebuah perkembangan keilmuan benar-benar tampak dari hasil karya dalam penguasaannya. Potret ini sangat berbeda ekstrim jika seorang mahasiswa akhir yang skripsinya ‘dibuatkan’ orang lain. Wajahnya penuh ketegangan, ketakutan, dan terhantui rasa non akademis dan rasa bersalah.

Hari ini, durasi ujian berlangsung alot dan menyita waktu dua jam. Bukan basa-basi, perdebatan benar-benar sarat keilmiahan. Bahkan ada penguji yang dibuatnya ‘grogi’, karena pemandangan ilmiah ini pertama terjadi di kampus ini. Apalagi setingkat ujian skripsi, yang identik dengan manut-manutnya seorang kandidat. Angguk-angguk kepala bukan sepenuhnya menunjukkan sebuah kesopanan tetapi tak lebih dari sebuah rasa takut ketidaklulusan alias UJIAN ULANG.

Saya sering terheran-heran, seorang kandidat di ujian thesis malah tak sanggup mempertahankan karya ilmiahnya, padahal yang lebih menguasai thesis buatannya itu adalah dirinya sendiri. Bukan dosen penguji.

Ketakutan apakah yang sebetulnya di diri setiap kandidat?. Sungguh saya sayangkan sebab ajang ujian skripsi, thesis, bahkan disertasi kadang menjadi momok non teknis, terjatuh bukan lantaran nuansa akademik tapi karena faktor lain yang di luar marka-marka akademik.

Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.

Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap:“Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.

Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.
Cek sumber

Beberapa tanggapan dari kaskuser

Originally Posted by denisatriawan
Saya beranggapan biasa saja terhadap mahasiswanya. karena memang begitulah seharusnya.
Yg saya salutkan adalah profesionalisme profesornya serta para penguji.
Logikanya begini, mahasiswa bisa bersikap seperti itu karena memang dibimbing dengan baik oleh para pendidiknya. Hal2 terkait sikap mahasiswa dalam menempuh ilmu berbanding lurus dengan keprofesionalismean para dosen.
Dosen Profesional = Mahasiswa Idealis
Dosen NonProfesional = Mahasiswa Skeptis

Yang jadi permasalahan di Indonesia adalah sangat jarang ditemukan dosen yg benar2 profesional. padahal dosenlah yg menjadi CONTOH PALING BAIK pembentukan sikap mahasiswa.

Real Story: Temen ane pernah disuruh buatin Tesis dosen ane (mungkin sekitar 50%). temen ane ngerjainnya cuma bermodalkan googling di Internet dan berpetualang di beberapa perpus yg ada di kota ane. Temen ane terpaksa ngerjain tu Tesis karena dilema akan posisinya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Kalau dia tidak ngerjain tu tesis, dia bakal lama lulus. N kalau kejadian tersebut dilaporkan k dekan, atw rektor malah pasti akan menyusahkan mahasiswa 1 jurusan.

Maka dari itu, perbaiki sikap pengajar agar diajar gak kurang ajar.
Quote:
Originally Posted by Alexa.N90 View Post
Biasa gan ane dulu jg gt, tapi jg perlu lihat situasi dan kondisi krn dosen/penguji di indonesia msh primodial. Saya sangat setuju mestinya riset yg kita lakukan kitalah yg lebih mengerti bukan dosen/penguji. Tidak jarang dosen/penguji pun bahkan tidak membaca thesis/desertasi kita ya dia hanya menanyakan apa yg kita paparkan saja. kenyataanya spt itu.

tapi apapun ujian thesis/desertasi itu hanya bagian kecil yg lebih penting adalah buah dari itu, harus terus berkarya yg bermanfaat bagi masyarakat itu lbh penting

ane pernah membimbing msh s1 dia membuat metoda baru dalam penenalan digital (kebetulan dosen di fakultas dia blum ada yg mendalami hal tsb) namun sama dosen di fakultas dia belajar malah jadi lelucon termasuk dekan disitu krn kebetulan desertasi dosen disitu yg dianggap paling pintar bahkan belum sampai tahap itu. Sampai saat ini pun fakultas tersebut belum jg menelorkan metoda2 baru meski kategori fakultas sains.

kecenderungan skg di banyak pendidikan tinggi msh saja spt tukang menerapkan apa yg sudah ganti2 sedikit. sebenarnya yg spt ini hanya level praktikum bukan tugas akhir/skripsi bahkan tesis pun tidak jarang demikian. pernah jg mendapati desertasi orangnya bahkan tidak paham dg apa yg dikerjakan semua dilakukan berdasarkan logika dia/serampangan.

Originally Posted by vikvampier
hal-hal seperti ini sangat membanggakan. sejujurnya, di negara ini, memperjuangkan hak seperti yang dilakukan si mahasiswi diatas sangat lah sulit dilakukan. Benar sperti TS bilang, skripsi, thesis, karya ilmiah, seharusnya si pembuatnya lah yang paling mengerti, baik dasar teori, tehnik pengujiannya, hingga hasilnya. maka dari itu, apabila pihak penguji, mau dia sekaliber profesor sekalipun, apabila tidak melandasi setiap ucapannya dalam persidangan dengan landasan teori yang memadai, tidak bisa dianggap lebih benar. tapi kita semua tau, tidak semua akademisi dalam dunia pendidikan di indonesia dapat bersikap demikian. apalagi orang-orang dengan titel lengkap, ditambah jabatan yang memadai. berat masssss. dalam kasus diatas, si mahasiswi juga beruntung karena orang-orang yang mengujinya dapat bersikap "fair", coba kalo kaek dikampus ane, susah maaaasss.. berdasarkan apa saya mengatakan demikian, berdasarkan pengalaman saya sendiri...

Selasa, Februari 28, 2012



Profil

Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektar dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2. Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2 dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.

Staf Pendukung
Mempunyai staf pengajar sebanyak 1012 orang yang terdiri dari 28 orang profesor, 133 orang doktor,434 orang master dan lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya, menjadikan ITS sebagai sumber acuan perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.

Staf non akademik berjumlah 1101 orang yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari rektorat sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.

Kapasitas Mahasiswa
Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada tahun ajaran 2002/2003 berjumlah 17.672 mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa Program Doktor, 1.605 mahasiswa Program Magister, 11.666 mahasiswa Program Sarjana, 4.270 mahasiswa Program D-3 dan Politeknik serta 110 mahasiswa Program D-4. Sampai saat wisuda ke-86 Maret 2003, ITS telah meluluskan sebanyak 37.208 wisudawan. Mereka terdiri dari 1.389 program magister, 22.833 program sarjana, 12.841 program D-3 dan Politeknik, 145 Program D-4 Teknik Kesehatan Lingkungan dan Politeknik.

Kapasitas Akademik
Sampai tahun 2003, ITS memiliki 5 Fakultas dengan 4 Program Doktoral, 12 Program Magister, 22 jurusan/program studi tingkat sarjana (10 jurusan diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi S-1 atau lintas jalur), 6 Program Studi D-3 (5 program diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi D-3), 2 Program Studi D-4 dan 2 Politeknik dengan 8 Program Studi (seluruhnya juga menyelenggarakan program ekstensi). 


Sejarah

its
Pada tahun 1957 ketika PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama, kembali gagasan itu dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik.

Beberapa alasan pokok pendirian yayasan tersebut antara lain:
  • Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan hasil alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan
  • Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri.
  • Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh melebihi jumlah di negara kita.
Pada tanggal 17 Agustus 1957, secara resmi berdirilah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro.
Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.
PeresmianPada tanggal 10 Nopember 1957, Yayasan mendirikan “PERGURUAN TEKNIK 10 NOPEMBER SURABAYA” yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.
Setelah beberapa tahun melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama: “INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DI SURABAYA”
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang semula memiliki 2 (dua) jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin berubah menjadi lima yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1965 berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di beberapa tempat, yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.
Sejarah ITSPada tahun 1972, Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl.Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar. Kemudian pada akhir 1975, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Demikian pula pada tahun 1973 kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama. Pada tahun 1973 disusunlah rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya.
Rencana Induk Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.
Pada tahun 1977 dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981 pembangunan gedung di kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus Sukolilo tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.
Dalam perjalanan pengembangannya, ITS pada tahun 1983 mengalami perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).
Sejak tahun 1991 terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Pada tahun 1994 kembali ITS memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.
Tahun 2001, berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dengan 2 jurusan/program studi: Jurusan Teknik Informatika dan Program Studi Sistem Informasi.

Visi, Misi, dan Tata Nilai
Visi
Menjadi perguruan tinggi dengan reputasi internasional dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, terutama yang menunjang industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan.
Misi
Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengelolaan sistem berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  1. Pendidikan
    • Menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan kurikulum, dosen, dan metode pembelajaran berkualitas internasional
    • Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki moral dan budi pekerti yang luhur
    • Membekali lulusannya dengan pengetahuan technopreneurship
  2. Penelitian
    • Berperan secara aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni terutama di bidang kelautan, permukiman dan energi yang berwawasan lingkungan melalui kegiatan penelitian yang berkualitas internasional.
  3. Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki untuk ikut serta dalam menyelesaikan problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat (termasuk industri dan pemerintah).
  4. Manajemen
    • Pengelolaan institusi dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip Tata Pamong yang Baik (Transparansi, Akuntabilitas, Bertanggung jawab, Mandiri, dan Berkeadilan).
    • Menciptakan suasana yang kondusif dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada mahasiswa, dosen, pegawai untuk dapat mengembangkan diri dan memberikan kontribusi maksimal pada masyarakat, industri, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    • Mengembangkan jejaring untuk dapat bersinergi dengan perguruan tinggi, industri, masyarakat, dan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Tata Nilai
  1. Etika dan Integritas (Ethics and Integrity): dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, maupun menjalankan profesinya, selalu berpegang teguh pada norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat, negara, dan agama.
  2. Kreativitas dan inovasi (Creativity and Innovation): selalu mencari ide-ide baru untuk menghasilkan inovasi dalam menjalankan tugas/perannya dengan lebih baik.
  3. Ekselensi (Excellence): berusaha secara maksimal untuk mencapai hasil yang sempurna.
  4. Kepemimpinan yang kuat (Leadership): menunjukkan perilaku yang visioner, kreatif, inovatif, pekerja keras, berani melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, dan bertanggung jawab.
  5. Sinergi (Synergy): bekerja sama untuk dapat memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki.
  6. Kebersamaan Sosial dan Tanggung Jawab Sosial (Socio-cohesiveness and Social Responsibility): menjaga kerukunan dan peduli terhadap masyarakat sekitar.

Senin, Maret 21, 2011



Model soal dan jenis tes dalam proses penerimaan mahasiswa baru PTN (SNMPTN) sejak tahun 2009 berbeda dengan tahun‐tahun sebelumnya. Perbedaan itu adalah dengan adanya TES POTENSI AKADEMIK yang diujikan dalam seleksi mahasiswa baru PTN. Dalam SNMPTN, materi ujian TPA mempunyai bobot 30%. Begitu juga dengan USM‐STAN. Materi yang diujikan kini berupa TPA dan tes bahasa Inggris. Dengan demikian, mau tidak mau tes potensi akademik merupakan salah satu tes yang wajib dipersiapkan agar bisa lolos ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri.

Sebagai hal baru yang diujikan dalam seleksi masuk PTN, maka tes ini bagi beberapa siswa sering menjadi momok yang mungkin bisa menghambat jalan mereka memasuki perguruan tinggi yang mereka idamkan. Mungkin ini disebabkan tidak ada materi pelajaran yang membahas secara khusus tentang materi TPA sehingga sebagian siswa masih buta tentang model soal TPA dan teknik penyelesaiannya. Dan ada juga yang berpikir bahwa kemampuan akademis merupakan suatu “takdir” atau "bakat", dan tidak dapat diubah karena kemampuan tiap orang secara akademis sudah ditentukan dari lahir. Namun, benarkah anggapan ini?


Langkah terpenting dalam persiapan menghadapi TPA adalah latihan, latihan, dan latihan. Hanya dengan cara inilah kalian akan dapat menyelesaikan soal-soal TPA cepat kilat.

TPA berguna untuk mengukur potensi akademik seseorang, yaitu potensi yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan jika seseorang belajar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tes ini biasanya diperlukan pada saat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan saat ini menjadi syarat mutlak untuk jenjang S2 dan S3. Untuk S2 skor yang harus dicapai adalah 500. Dengan skor itu seseorang dapat dianggap mempunyai kemampuan rata‐rata.

Sedangkan S3 harus ditempuh mencapai skor 550. Wah, cukup tinggi bukan, padahal untuk mencapai skor di atas rata‐rata seseorang harus bisa membaca soal dalam kurun waktu 40 detik/per soal. Membacanya kadang kita memerlukan waktu sekitar 20 detik untuk soal cerita, belum menghitung, belum membulatkan jawaban dengan pensil 2B, dan bagaimana kita punya persediaan waktu dalam menjawab soalnya?

Jadi, kecepatan dan ketepatan menjadi kata kunci sukses menjalani tes potensi akademik.

Kini TPA juga digunakan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Model soal pada prinsipnya sama dengan TPA pada umumnya, namun secara penghitungan skor agak berbeda. Dalam TPA biasa jika salah nilai tidak dikurangi, namun dalam TPA seleksi masuk perguruan tinggi negeri jika salah nilai dikurangi 1. (minus satu) Artinya, tidak dianjurkan menjawab asal‐asalan karena bisa‐bisa nilai kalian akan menjadi minus!



Beberapa Tips yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tes potensi akademik adalah:

1. Jika kita sudah mentok mengerjakan satu soal yang kita anggap sulit, segera beralih ke soal lainnya. Kerjakan soal berikutnya, karena tidak jarang soal yang berikutnya merupakan soal yang tingkat kesulitannya lebih rendah. Atau jika perlu jangan langsung mengerjakan soal pertama, pilihlah bagian soal yang kalian rasa paling mudah. Usahakan tidak berpikir terlalu lama pada satu soal karena kalian akan kehabisan waktu. Dengan tes ini kita akan diuji seberapa mampukah kita mengambil peluang, soal mana yang kita anggap mudah dan pasti kita kerjakan dulu, selebihnya untuk waktu yang tersisa kita bisa gunakan untuk mengerjakan soal yang belum terjawab.

2. Ilmu nembak cewek sangat diperlukan lhoo… Ilmu itu adalah “Rasa percaya diri yang kuat, sekuat-kuatnya”. Ini menjadi sangat penting karena dengan percaya diri, kita akan merasa optimis dan berpikir tanpa emosi sehingga dalam menebak jawaban tidak asal menebak.

3. Selanjutnya, ilmu para “sniper” juga harus kita pakai, yaitu fokus dan konsentrasi penuh. Jauhkan semua hal-hal yang tidak seharusnya dibawa di ruang tes! Pokoknya fokuskan pikiran kita pada soal yang sedang kita hadapi. Terutama dalam menghadapi penyajian angka, huruf, tanda baca, gambar simbol, kata dan kalimat kalian harus benar-benar cermat. Tapi juga jangan terlalu kaku. Serius tapi tetap santai. Seringkali kita menjadi tidak bisa mengerjakan hanya karena salah memahami soal.

4. Seringlah berlatih dengan kata ilmiah dan lebih bersifat akademisi akan membantu dalam menghadapi test kemampuan verbal. Khusus untuk tes kemampuan kata (Verbal) seperti padanan kata, antonim, sinonim dan analogi, dapat dipersiapkan dengan membaca kamus besar bahasa Indonesia. Atau kalian dapat mengaksesnya melalui situs http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/

5. Untuk bagian matematika dasar, materi yang sering keluar adalah terkait operasi aljabar sederhana, perkalian, pecahan, persentase, perpangkatan, desimal, perbandingan, dll. Mirip pelajaran matematika SD dan SMP. Inilah materi dasar yang sering digunakan dalam tes TPA.

6. Kemampuan kalian dalam berhitung cepat akan sangat menentukan kecepatan kalian dalam mengerjakan sebuah soal. Bayangkan saja 1 soal hitungan hanya diberi waktu maksimal 60 detik! Sedangkan soal yang disajikan tidak kira–kira susahnya. Dalam bentuk kualitatif atau angka. Seperti soal cerita menghitung kecepatan, statistik, bilangan berpangkat, pembagian bilangan pecahan, deret aritmatika, perbandingan luas sisi bidang datar, dimensi tiga dan logika matematika.

7. Selanjutnya tentang tes Logika, namanya juga tes logika, bukan perasaan kita yang diuji, tapi kemampuan logika kita. Logikanya jika “semua” adalah “tidak ada satu pun”, “sementara” dan “beberapa” adalah “tidak semua”.


8. Persiapan terbaik adalah dengan berlatih. Buku ini memuat ratusan soal TPA yang sering keluar. Coba kerjakan, kemudian cocokkan dengan pembahasan. Jika jawaban kalian salah, pahami pembahasannya kemudian coba kerjakan kembali hingga benar.

9. Trik dan Jurus terakhir adalah "Berpikirlah positif", meskipun uraian diatas mungkin membuat diri dan nyalimu ciut, percayalah bahwa SOAL TPA ITU MUDAH DAN DAPAT DISELESAIKAN. Sugestilah dirimu terus menerus dengan kalimat tersebut sebelum memulai ujian!

10. Pasrah dan jangan berhenti berdoa. Ingat, manusia hanya berusaha, dan TUHAN-lah yang menentukan.


Semoga Sukses !!

Gambatte Kudasai



Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable),
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini
silahkan mendownload



Fullerena


Kamis, Maret 10, 2011

Ada baiknya anda membaca tulisan saya sebelumnya


7. UB (Universitas Brawijaya)


Universitas Brawijaya adalah sebuah universitas negeri di Kota Malang, Indonesia.

Universitas Brawijaya (disingkat UB) diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata mulai Program Pendidikan Vokasi (Diploma), Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor selain Program Spesialis dan Program Pendidikan Profesi yang tersebar dalam 12 Fakultas dan 2 Program.

Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.


Adapun fakultas di UB adalah :
A. Fakultas Hukum
o Ilmu Hukum

B. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

o Ekonomi Pembangunan
o Manajemen
o Akuntansi
o Ekonomi Islam
o Keuangan Perbankan

C. Fakultas Ilmu Administrasi
o Ilmu Administrasi Bisnis
o Ilmu Administrasi Publik
o Administrasi Pembangunan
o Administrasi Pemerintahan
o Administrasi Perpajakan
o Bisnis Internasional
o Bisnis Pariwisata
o Ilmu Perpustakaan

D. Fakultas Pertanian
o Agribisnis
o Agroekoteknologi

E. Fakultas Peternakan
o Peternakan

F. Fakultas Teknik
o Teknik Elektro
o Teknik Mesin
o Teknik Informatika
o Teknik Komputer
o Sistem Informasi
o Teknik Pengairan
o Teknik Sipil
o Teknik Industri
o Teknik Arsitektur
o Perencanaan Wilayah dan Kota
o Teknik Kimia

G. Fakultas Kedokteran
o Pendidikan Dokter
o Ilmu Keperawatan
o Ilmu Gizi
o Pendidikan Dokter Gigi
o Farmasi
o Kebidanan

H. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
o Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
o Teknologi Hasil Perikanan
o Budidaya Perairan
o Manajemen Sumberdaya Perairan
o Ilmu Kelautan
o Manajemen Bisnis Kelautan dan Perikanan

I. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
o Kimia
o Fisika
o Instrumentasi
o Geofisika
o Biologi
o Matematika
o Statistika
o Ilmu Komputer

J. Fakultas Teknologi Pertanian[10]
o Teknologi Hasil Pertanian
o Teknologi Industri Pertanian
o Teknik Pertanian
o Nutrisi Pangan
o Agroindustri Hasil Hutan
o Teknik Sumberdaya Alam & Lingkungan
o Bisnis Pangan

K. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik[11]
o Sosiologi
o Komunikasi
o Hubungan Internasional
o Psikologi
o Ilmu Politik

L. Fakultas Ilmu Budaya[12]
o Sastra Inggris
o Sastra Jepang
o Bahasa dan Sastra Perancis
o Sastra Cina
o Seni Rupa
o Antropologi
o Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia
o Pendidikan Bahasa & Sastra Inggris
o Pendidikan Bahasa & Sastra Jepang

M. Program Kedokteran Hewan
o Pendidikan Dokter Hewan

N. Program Pendidikan Vokasi

O. Program Pascasarjana


Berikut adalah passing grade UB / UNIBRAW (SNMPTN) jurusan ipa:
1. Pendidikan Dokter : 52.67 %
2. Ilmu Komputer : 38.67 %
3. Pend. Dokter Gigi : 37.17 %
4. Teknik Elektro : 36.00 %
5. Teknik Perangkat Lunak (Teknik Informatika) : 36.00 %
6. Teknik Industri : 35.83 %
7. Ilmu Keperawatan : 35.67 %
8. Statistika : 35.50 %
9. Teknik Sipil : 33.83 %
10. Gizi Kesehatan/Ilmu Gizi : 32.83 %
11. Kimia : 31.33 %
12. Perencanaan Wilayah dan Kota : 30.83 %
13. Teknologi Hasil Pertanian : 30.17 %
14. Arsitektur : 29.67 %
15. Teknik Pertanian : 29.33 %
16. Matematika : 28.50 %
17. Teknik Mesin : 27.50 %
18. Teknologi Industri Pertanian : 26.33 %
19. Teknik Pengairan : 26.17 %
20. Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) : 26.17 %
21. Biologi : 25.83 %
22. Peternakan : 24.83 %
23. Kedokteran Hewan : 24.83 %
24. Ilmu Kelautan : 24.50 %
25. Fisika : 24.17 %
26. Teknologi Hasil Perikanan : 23.17 %
27. Manejemen Sumberdaya Perairan : 22.17 %
28. Agroekoteknologi : 22.00 %
29. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan : 21.50 %
30. Budidaya Perairan : 21.17 %
31. Sosial Ekonomi Perikanan : 20.00 %

8. UNPAD (Universitas Padjajaran)

Universitas Padjadjaran, disingkat Unpad, adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Universitas Padjadajaran memiliki dua kampus utama, yaitu Kampus Iwa Koesoemasoemantri di Dipati Ukur, Bandung dan Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Selain dua kampus tersebut, terdapat pula beberapa kampus yang tersebar di beberapa lokasi di area Kota Bandung antara lain : Sekeloa, Singaperbangsa, Dago 4, Simpang Dago, Dago Atas, Dago Pojok, Banda, Cimadiri, Cisangkuy, Eikman, Pasirkaliki, Teuku Umar, dan beberapa tempat lainnya yang dimanfaatkan oleh beberapa unit di Unpad.
Tujuan Unpad:

1. Tercapainya peningkatan pemerataan dan perluasan akses masyarakat dalam memperoleh pendidikan tinggi.

2. Teraihnya keunggulan institusi dan program studi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni.

3. Terbangunnya iklim akademik yang kondusif bagi penyelenggaraan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

4. Terkembangkannya dan terintegrasikannya pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan kualitas pelayanan sesuai dengan tuntutan publik.

5. Terkembangkannya kerja sama dengan berbagai pihak penyelenggaraan pendidikan.

6. Terkembangnya tata kelola yang akuntabel dan sesuai dengan perundang-undangan.

7. Tersusunnya sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi serta teraihnya sumberdaya finansial mandiri untuk tercapainya stabilitas penyelenggaraan pendidikan.

8. Terkembangkannya citra diri unggul berdasarkan tradisi luhur dan keunggulan kinerja

9. Terbentuknya Unpad pusat kebudayaan dengan kekhasan budaya Sunda untuk meraih daya saing internasional.

Selain itu, Universitas Padjadjaran juga memiliki Pola Ilmiah Pokok yang menjadi panduan bagi sivitas akademika dalam mencapai visi dan misinya, yaitu Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional.

Unpad memiliki 16 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Hukum
2. Fakultas Ekonomi
3. Fakultas Kedokteran
4. Fakultas MIPA
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Peternakan
7. Fakultas Sastra
8. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
9. Fakultas Ilmu Komunikasi
10. Fakultas Kedokteran Gigi
11. Fakultas Ilmu Keperawatan
12. Fakultas Psikologi
13. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
14. Fakultas Teknologi Industri Pertanian
15. Fakultas Farmasi
16. Fakultas Teknik Geologi

Berikut adalah Passing Grade (SNMPTN) UNPAD Jurusan IPA: (sudah urut)
1. Pend. Dokter : 53.00 %
2. Psikologi : 42.33 %
3. Pendidikan Dokter Gigi : 37.00 %
4. Statistika : 36.50 %
5. Matematika : 35.17 %
6. Farmasi : 33.67 %
7. Perikanan : 29.83 %
8. Teknik Geologi : 29.67 %
9. Teknologi Pangan : 28.50 %
10. Kimia : 28.17 %
11. Lmu Keperawatan : 27.67 %
12. Biologi : 26.17 %
13. Agroteknologi : 26.00 %
14. Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) : 26.00 %
15. Fisika : 24.33 %
16. Teknik Pertanian : 24.00 %
17. Ilmu Kelautan : 23.50 %
18. Ilmu Peternakan : 21.17 %




Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable), 
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini 
silahkan mendownload



Fullerena



Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !