Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 20, 2013

Cover Buku

Puitis, Menggerakkan, dua kata itulah yang menggambarkan buku karangan politisi partai dakwah ini, Ust. Anis Matta.
Puitis, karena dalam pembahasannya, sangat sering Ust. Anis Matta menggunakan kata-kata konotatif dan metafora yang cerdas, mengutip dari para puitisi-puitisi terbaik, seperti puitisi terbaik Arab yakni Al-Mutanabbi dan puitisi tersohor Indonesia yakni Chairil Anwar. Rasanya tidak heran, karena Ust. Anis Matta sepertinya sangat terobsesi dengan dunia sastra, “Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu, agar anak pengecut menjadi pemberani”, itulah ucapan Umar Bin Khattab RA yang sering diulang dalam beberapa topik tulisan dalam buku tersebut.

Menggerakkan, karena buku ini adalah refleksi dari kejayaan Islam masa lalu, refleksi dari kejayaan para pahlawan Indonesia merebut kemerdekaan, bukan berisi fiktif yang kisahnya mungkin tidak bisa kita capai. Menggerakkan melalui pendekatan historis, mengungkapkan bahwa kita bisa menggapai kejayaan di masa lalu karena kita pernah menggapainya, yang hanya perlu kita lakukan adalah mengulang masa lalu, ya hanya mengulang.

Jika membaca buku ini dari awal, mencari pahlawan Indonesia, maka akan nampak seperti rentetan cerita yang apik dan terstruktur, seakan-akan seperti buku yang telah dirancang sebelumnya, penjelasan dimulai dari krisis pahlawan yang terjadi di tanah air, kemudian dilanjutkan dengan urgensi pahlawan, naluri dan karakter yang harus dimiliki pahlawan, rintangan menjadi seorang pahlawan, bagaimana mengatasi rintangan tersebut, dan diakhiri dengan bagaimana cara mencetak pahlawan. Ibarat perjalanan dari Sumenep ke Surabaya, Ust. Anis Matta mampu menyetir kendaraan “pahlawan” dengan mantap dan tanpa tersesat. Tetapi, yang mengagetkan bahwa buku ini adalah kumpulan dari tulisan Ust. Anis Matta mengenai serial kepahlawan yang dimuat di Majalah Tharbawi. Inilah yang membuat saya terheran-heran, kemudian kagum, bagaimana bisa tulisan demi tulisan yang dimuat dalam majalah selama empat setengah tahun lamanya bisa menjadi sebuah buku yang terstruktur? Apik dibaca tanpa harus terputus dengan judul yang lain? Benar-benar khas.

Mengutip ucapan Taufiq Ismail dalam pengantar buku tersebut, “Bacaannya yang luas dalam sejarah kepahlawanan dunia Islam memungkinkan pengarang membentangkan panorama tarik sejak zaman Rasulullah sampai masa kini secara informatif dalam kemasan kolom ringkas dan padat, sependek 400-500 kata. Tidak mudah menulis ringkas bernas, seperti juga tidak gampang bicara pendek padat makna”. Itulah yang menggambarkan struktur tulisan dari tiap kolom tulisan Ust. Anis Matta.

“Pahlawan adalah anak peradaban”, frase itulah yang saya ingat dan saya garis bawahi. Bahwa setiap orang berpotensi untuk menjadi pahlawan pada masanya, karena pada hakikatnya kita semua adalah anak peradaban.

Saya ingin anda membacanya sendiri, dan rasakan munculnya gairah semangat untuk menjadi pahlawan. Pahlawan yang mampu meraih posisi paling terhormat di sisi Allah SWT. Buku dapat didownload di klik untuk download.



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Senin, Juni 24, 2013

Cover Buku
Saya tertarik membaca buku ini karena status saya sebagai mahasiswa. Mahasiswa adalah calon-calon cendekiawan. Disebut calon karena tidak semua mahasiswa bisa menjadi cendekiawan, ada yang dikeluarkan di tengah jalan (drop out), ada yang berhenti atas pilihannya sendiri, dan lain sebagainya. Definisi saya mengenai cendekiawan yang didasarkan atas status mahasiswa tentu sangatlah sempit, tetapi hal tersebut semata-mata untuk memudahkan pembahasan kedepannya dan juga keterbatasan wawasan yang saya miliki.

Bagi mahasiswa yang telah mengikuti sistem kaderisasi atau pergerakan mahasiswa, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya PFM (Peran dan Fungsi Mahasiswa). Ada yang ingat PFM ada berapa butir? Ya, ada 4, apa saja? Moral Force, Iron Stock, Sosial Control, dan Agent of Change. Jauh panggang dari api. Ternyata kita (termasuk saya) hanya sebatas mengetahui konsep indah itu. Seperti kacang lupa pada kulitnya. Cerminan tingkah laku kita sebagai mahasiswa terkadang tidak mencerminkan teori yang telah kita cerna tersebut, malah terkadang berlawanan dengan konsep indah tersebut. Indah karena jika seluruh mahasiswa benar-benar mampu menerapkan PFM tersebut, maka masa krisis multidimensional yang melanda Indonesia akan segera berakhir!

Hakikat pesan-pesan yang disampaikan oleh Ali Shariati dalam bukunya yang berjudul Tugas Cendekiawan Muslim tidak jauh berbeda dengan konsep indah PFM. Entah tokoh mana yang mencetuskan konsep PFM tersebut, terlepas dari itu semua, Ali Shariati mempertegas urgensi dari PFM. Dari keempat butir PFM, yang lebih ditekankan oleh Ali Shariatin dalam bukunya adalah Social Control. Social control tentu saja adalah frase penghubung, ada nilai yang lebih luhur dalam social control, yakni social control untuk mewujudkan masyarakat yang lebih Islami. Lebih Islami itulah tujuan akhirnya, sedangakn social control adalah tujuan antaranya.

Ali Shariati menekankan dengan sangat mendetail dan gamblang akan perlunya seorang cendekiawan untuk menjembatani masyarakat dengan kemajuan yang terjadi di zamannya. Tema sentral gagasannya adalah bahwa para cendekiawan muslim atau intelektual muslim atau mahasiswa muslim hanya akan memiliki makna dan fungsi apabila mereka selalu berada ditengah-tengah massa rakyat atau masyarakat (social control); menerangi massa, membimbing massa dan bersama-sama massa melakukan pemabaharuan ke arah kehidupan yang lebih baik, lebih Islami.

Ali Shariati juga berhasil menganalisis bahwa dengan semakin majunya zaman. Pemuda-pemuda akan banyak berkiblat kepada dunia barat (Eropa dan Barat). Dengan sangat tegas, Ali Shariati mengingatkan kita semua sebagai cendekiawan agar jangan sampai menjadi pembebek dan pembeo Barat maupun Timur, karena jika demikian kita akan kehilangan kepribadian kita sendiri. Rasulullah SAW (semoga shalawat senantiasa tercurahkan kepada beliau), dibangkitkan oleh Allah SWT dari tengah-tengah masa untuk kemudian bersama-sama massa keluar dari kegelapgulitaan ke suasana terang benderang.

Di awal buku, dengan sangat indah Ali Shariati menguraikan definisi manusia dan Islam, kemudian dilanjutkan dengan hipotesis Dr. Ali Shariati tentang empat penjara manusia yakni sejarah, lingkungan social (masyarakat), alam dan ego. Kunci untuk membuka keempat gembok tersebut adalah dengan cinta. Dilanjutkan dengan pembahasan secara mendetail mengenai kebudayaan di zaman sekarang. Dimana budaya hedonis dan materialistis hanya akan membawa kepada dunia yang absurd, tanpa makna. Teknologi menawarkan lebih apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di dunia ketiga. Dampaknya adalah seluruh sendi kehidupan menjadi absurd, tidak bermakna. Bagaimana bisa bermakna apabila jawaban terhadap kebutuhan dasar tidak dapat terpenuhi?

Alhasil, bagi anda yang benar-benar tertarik untuk membahas budaya materialisme, pola hidup, membendung pengaruh barat, kebudayaan dan sosiologi, saya merekomendasikan untuk segera membaca buku tersebut. Satu kata untuk merangkum tulisan Dr. Ali Shariati adalah “Menggerakkan”.




Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). 

Selasa, Maret 26, 2013

Judul Buku : La Taghdhab - Metode Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam Mengobati Marah
Penulis : Prof. Dr. Falih bin Muhammad bin Falih Ash Shughayyir
Penerjemah : Dra. Fairuz Muhammad Nahdi
Penerbit : Darus Sunnah
Tahun terbit : Juni 2009
Cetakan : Pertama
Banyak halaman : 139 halaman

Marah adalah gejolak dalam jiwa yang memiliki hasrat untuk menyerang dan membalas. Sealain itu, marah adalah mendidihnya darah dari jantung dan pengaruh gejolaknya terlihat pada anggota tubuh, seperti memerahnya wajah, urat yang tegang dan mata yang memerah.

Marah menurut ilmu pengetahuan dan sains disebabkan oleh reaksi kimia dalam tubuh yakni terjadinya peningkatan hormon adrenalin dalam darah. Semakin besarnya tingkat kemarahan akan menjadikan aliran ke darah semakin deras, yang dapat memacu pada bertambahnya denyut jantung higga mencapai 72-150 denyutan/menit.

Peningkatan aliran darah itu yang dikirimkan jantung ke anggota tubuh menimbulkan meningkatnya tensi seketika itu, yang akan menampakkan gejala yang lain, seperti menegangnya urat nadi, wajah yang memerah, dan melebarnya biji mata, mata bergetar, dan barangkali tanda-tanda lain akan tampak sesuai dengan perangai orang yang emosi.

Adapun jika marahnya sedang-sedang saja atau orang tersebut dapat menguasai dirinya ketika dalam kondisi yang mempengaruhinya, maka sesungguhnya kelenjar tersebut mengeluarkan hormon adrenalin sedang-sedang juga dan itu penting bagi tubuh untuk kegiatan peredaran darah dan untuk menghidupkan jantung dengan bantuan tubuh dengan kemampuannya yang wajar dalam memperoleh riskinya dan untuk melawan musuh-musuhnya.

Asalnya kemarahan dari setan. Meskipun para dokter menjelaskan secara ilmiah dengan intraksi kimia di dalam tubuh, kecuali bahwa ada faktor lain yang masuk dalam proses kimia ini, membakar dan menelannya dan dialah penanggung jawab sebenarnya dari kondisi marah yang ada.

Pada manusia, faktor ini adalah setan yang tidak senang dengan ketenangan yang ada pada manusia. Ini merupakan kebenaran yang tidak banyak diketahui oleh orang awam dan juga spesialis jiwa.

Sesungguhnya setan ini berjalan di urat nadi anak Adam, ini adalah sesuatu yang hakiki (benar-benar terjadi), Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan diciptakan dari api dan sesungguhnya api dipadamkan dengan air, maka jika seorang dari kalian marah, maka berwudulah. (Sunan Abi Dawud, nomor 4785, hal. 678)

Kebanyakan dokter jiwa masa kini berpendapat bahwa asal marah berkaitan dengan anggota tubuh dan urat syaraf, tidak beraitan dengan setan dan lainnya. Pengobatannya pun dilakukan dengan jamu dan obat penenang. Obat-obatan ini bereaksi dengan cepat, tetapi tidak menghilangkan efeknya dan pasien jiwa kembali pada kondisi semula (sakit), bahkan kondisinya bertambah buruk sebagai efek dari jamu dan obat penenang tersebut, yang semata-mata dibuat untuk penyakit anggota tubuh dan badan, dan tidak ada kaitannya dengan penyakit jiwa dan kondisi marah yang menimpa manusia. Sebab, jiwa itu berbeda dengan raga, maka pengobatannya pun tidak bisa disamakan.

Kemudian, hendaklah para spesialis ini melihat bahwa banyak kondisi untuk beberapa pasien yang mengadukan sakit di kepala atau sendi atau anggota tubuh yang lain dari fisik manusia.

Sesudah pemeriksaan dan penelitian laboratorium dan rontgen, maka dapat diperlihatkan bahwa tidak terdapat penyakit di anggota tubuh dan tidak terdapat bekas penyakit, tetapi masih terdapat rasa nyeri dan sakit di tubuh.

Tidak diragukan sesungguhnya itu adalah kebenaran yang tidak ada jalan keluar dan sesungguhnya setanlah yang berjalan di pembuluh darah anak Adam.

Dalam sekejab, manusia dapat tertimpa emosi tertentu, seperti marah atau takut atau sedih atau lainnya. Untuk itu, orang ini merasa sakit pada anggota tubuh, sendi atau kepala yang dipengaruhi oleh was-was dari setan ketika mendapati setitik kelemahan di tubuh ini.

Menurut hadist Nabi yang mulia, kemarahan dikelompokkan menjadi dua, yakni marah yang terpuji dan marah yang tercela. Setiap jenis kemarahan mempunyai kondisi, kedudukan dan perilakunya masing-masing dan pengaruh pada dirinya sendiri dan masyarakat, berupa kebahagiaan dan kesengsaraan.

Marah yang terpuji yakni marah yang timbul disebabkan semata-mata karena Allah Ta’ala dan hak-hak-Nya dan tidak karena alasan-alasan manusiawi. Marah yang terpuji disebabkan oleh pelanggaran terhadap hak-hak Allah, seperti perusakan terhadap akidah atau pencelaan atau bid’ah dalam pelaksanaan ibadah atau pembunuhan terhadap muslim atau perampasan harta yang bukan haknya atau penyerangan terhadap sebuah wilayah atau penguasaan harta benda atau berkembangnya maksiat dan lainnya dari yang diharamkan dan dilarang dalam Agama Allah. Oleh karena itu dalam kondisi seperti ini, kemarahan menjadi wajib dan terpuji, Allah Ta’ala berfirman,

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya adalah orang-orang yang keras terhadap orang-orang kafir dan saling menyayangi di antara sesama mereka. (QS. Al-Fath: 29)


يَاأَيُّهَاالنَّبِيُّجَاهِدِالْكُفَّارَوَالْمُنَافِقِينَوَاغْلُظْعَلَيْ
هِمْوَمَأْوَاهُمْجَهَنَّمُوَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. At-Tahrim : 9)
Terdapat ancaman yang keras bagi orang yang tidak marah dalam kondisi-kondisi ini, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah suatu kaum yang mengerjakan banyak kemaksiatan, kemudian mereka mampu untuk merubahnya, tetapi mereka tidak melakukannya, maka Allah segera menimpakan siksa secara merata kepada mereka” (Sunan Abi Dawud, nomor 4338, halaman 609-610)
Semua ini menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam penah marah, dan beliau tidak marah, kecuali hak-hak Allah Ta’ala dilanggar.

Marah yang dimaksud disini tidak mengeluarkan manusia dari kondisinya yang alami yaitu kondisi tenang. Sehingga ia melakukan aktivitas seperti dalam kondisi normal sebelum kemarahannya, maka ia tidak melakukan penganiayaan dengan ucapan atau perbuatan. Marah yang seperti inilah yang memberikan beberapa manfaat, yaitu:
a. Memberikan kepadanya pertahanan diri untuk menguabah kemungkaran ini.
b. Perubahan paras muka manusia yang disebabkan kemarahan ini menunjukkan pada beratnya kekejian ini yang bukan merupakan perkara yang biasa.
c. Orang yang menyaksikan dan yang mendengar kemarahan ini menanti jawaban atas apa yang dilihat disebabkan besarnya pengaruh pembicara, maka kemarahan ini bisa jadi sebagai penolak bagi jawaban.

Adapun jika kemarahan ini keluar dari batas normal dan melanggar batas-batas syariat seperti melanggar hukum-hukumnya atau ucapan-ucapannya atau perilakunya atau tidak mengetahui apa yang dia katakan atau tidak menahan ucapan-ucapannya atau menambah perkataan dari perkara yang dimaksud atau memukul atau seterusnya, maka semua ini dan contoh-contohnya mengubah kemarahan ini dari bentuk terpuji menjadi bentuk tercela.

Marah yang tercela adalah marah yang disebabkan oleh pembelaan untuk dirinya, dan kemarahan ini akan berdampak negatif (berbahaya) bagi dirinya dan masyarakat. Inilah yang diperingatkan Rasulullah SAW kepada kita dalam banyak hadist.

Pengaruh hawa nafsu itu menjadikannya bertindak tidak bijaksana dan tidak masuk akal. Adapun jiwa yang kosong dari iman atau lemah memungkinkan setan menjadikannya tempat tinggal yang cocok karena setan akan beranak-pinak di dalamnya dan membisiki apa yang diinginkan untuk menyesatkanny dengan kesesatan yang jauh.

Ada ruang besar untuk marah dalam jiwa yang seperti ini, karena dia berkecenderungan untuk mempunayi emosi atau penyakt jiwa, maka akan terlihat ketika marah. Jiwanya keluar dari keadaan yang biasa dan ketika itu orang tersebut menjadi seperti orang gila yang berubah roman mukanya dan mengucapkan kata-kata yang buruk. Selain itu dia terbakar dalam kobaran api (kemarahan).

Pada kondisi ini, dia tidak dapat dibedaan dengan orang gila. Hal ini yang banyak diserukan oleh Ahli Jiwa, mereka mengatakan, “Bahwa marah itu setengah dari kegilaan singkat dan sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan pada waktu itu, sesudah berhentinya akal (tidak berfungsi karena terbawa emosi), maka dapat melakukan apa saja.”
Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya kemarahan adalah:
1. Perselisihan antara suai istri.
2. Kemiskinan
3. Penganiayaan
4. Dengki (hasad)
5. Permasalahn remaja dan kemarahan yang ada di dalamnya.
Tidak diragukan lagi bahwa marah mempunyai pengaruh yang menakutkan dan berbahaya. Secara garis besar dibagi menjadi 3, yakni:
1. Pengaruh sosial
2. Pengaruh pada kesehatan
3. Pengaruh pada jiwa
Islam telah menunjukkan untuk berhati-hati terhadap marah atau mengobatinya jika terjadi dengan beberapa pengarahan yang mungkin dapat menolongnya untuk melindungi diri dari kemarahandan pengaruhnya.
Pengobatan dalam kondisi marah dari semua sisi, yang penting adalah:
1. Menyadari bahwa kemarahan adalah penyakit berbahaya dan penyakit yang tidak dapat diobati.
2. Agar orang menjauhi penyebab-penyebab marah dan tuntutannya.
3. Berlindung kepada Allah ta’ala dari setan yang terkutuk.
4. Wudhu aalah resep Nabi dalam meringankan tekanan kemarahan pada manusia dan mematikan kobarannya, menenangkan jiwa yang marah, menurunkan suhu tubuh yang menyala akibat emosi.
5. Mendekat ke bumi (bersujud).
6. Perubahan posisi ketika sedang marah
7. Menahan kemarahan pada saat marah dan dengan memaafkan dan tanpa membalas
8. Diam dan menjaga lidah untuk berbicara ketika marah.
9. Berbuat baik kepada orang yang berbaut jahat merupakan tingkatan ihsan tertinggi.
10. Santun dan sikap yang manis dengan segala kemuliaan akhlak ketika marah, tidak ada hukum atas sesuatu, kecuali sesudah adanya kepastian hukum. Sebagai penolakan terhadap perusakan yang kadang berakibat adanya pembelaan dan bals dendam.
11. Agar pemarah dapat menguasai dirinya ketika sedang marah, bijaksana, dengan tidak memelihara kemarahan untuk balas dendam, dan berbicara.
Dakwah dan pendidikan meruapakan cita-cita yang besar dan pada waktu yang bersamaan juga merupakan cita-cita yang dirindukan. Oleh karena itu, urusan sopan santun di dalamnnya harus diperbesar, diperkuat, dan dijauhkan dari kemarahan.
Beberapa orang dilahirkan dan salah satu sifatnya adalah cepat marah. Akan tetapi, orang yang meraih kemuliaan, maka dia harus tahan terhadap kesulitan dan cobaan dalam perjalanan meraihnya. Jika menginginkan ketenteraman, maka dia harus santun, sebagaimana dia menginginkan ilmu, maka dia harus belajar.
Nasihat untuk para pendidik, da’i dan ulama,
1. Kalian ingin agar orang-orang mendengarmu, maka santunlah dan tersenyumlah.
2. Kalian ingin agar mereka memperbaiki kesalahan mereka, maka sayangilah mereka dan bertanggung jawablah terhadap mereka.
3. Kalian ingin agar mereka mencintaimu, maka tampakkan kecintaan pada mereka dan bersabarlah atas kata-kata dan perbuatan mereka.
4. Kalian ingin membawa mereka dari kegelapan menuju terangnya hidayah, maka bersabarlah.
5. Kamu ingin menempuh jalan nabi dan rasul, maka ketahuilah bahwa didepannya terdapat rintangan kesulitan dan duri-duri.
6. Kamu ingin melihat buah pekerjaanmu, maka jauhkanlah dari apa pun yang dapat memperkeruh kejernihan jalanmu dan salah satunya adalah kemarahan.
7. Kamu ingin mengesankan mereka dengan ide-ide dan metodemu, maka dekatkanlah manusia walaupun mereka marah padamu.
8. Kamu ingin mentransfer ilmu yang bermanfaat yang kamu punya, maka jangan marah.





Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Desember 12, 2012

Cover Buku "Menyingkap Konspirasi Kaum Superkaya"
Penulis : Gary Allen Penerjemah : Ahmad Munief Cetakan 1 . Surabaya : Papyrus 1995
Peresensi : Nur Abdillah Siddiq

Siapa yang menyangka bahwa perang dunia I dan perang dunia II sengaja diciptakan oleh kelompok yang menamakan dirinya “anggota persekutuan”? Ya, dalam sejarah sangat banyak sekali hal-hal penting yang tidak diangkat ke permukaan, banyak yang dibiaskan, bahkan direkayasa untuk kepentingan suatu golongan tertentu. Adalah Gary Allen seorang wartawan berkebangsaan Amerika, yang setelah studi pasca sarjana dalam bidang sejarah, ia menemukan bahwa segala sesuatunya dalam sejarah tidak ada yang namanya kebetulan dan ia tuangkan dalam buku Menyingkap Konspirasi Kaum Superkaya (None Dare Call it Conspiracy).

Buku ini adalah buku yang objektif, karena Gary Allen sendiri adalah warga negara Amerika dan yang ia beberkan adalah konspirasi yang terjadi di Amerika. Menurut Gary Allen, orang yang percaya bahwa peristiwa penting yang terjadi di dunia adalah hasil dari suatu perencanaan akan ditertawakan karena mempercayai teori konspirasi sejarah. Sudah tentu tak seorang pun di jaman modern ini benar-benar percaya pada teori konspirasi sejarah, kecuali mereka yang mau mengorbankan waktu untuk mempelajari soal tersebut.
Kembali ke perang dunia I dan II, anggota persekutuan “menghendaki” adanya perang dunia tersebut untuk membentuk badan yang disebut dengan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Tujuannya adalah membentuk suatu tatanan dunia baru yang disebut dengan The New World Order. The New World Order sendiri lebih sering kita dengar sebagai visi Illuminati. Jadi pada dasarnya, PBB dan Illuminati secara ruh tidak ada bedanya. Dimana dalam sistem pemerintahan The New World Order hanya ada satu pemerintahan yang membawahi seluruh negara di dunia, jadi batas-batas negara sudah tidak diakui lagi.
Mengapa PBB bisa diterima? Karena visi yang mereka usung adalah “mewujudkan perdamaian dunia”.

Anggota persekutuan merancang organisasi PBB dengan pedang di sebuah tangan mereka dan setangkai dahan zaitun yang bergelantungan di tangan lain.Tentu saja setiap orang tertarik ke arah dahan zaitun, tanpa menyadari bahwa dahan zaitun tersebut dikendalikan oleh badan yang juga mengendalikan tangan yang mengacungkan pedang.

Satu hal yang harus diingat bahwa tugas utama setiap konspirasi apakah itu dalam politik, kejahatan atau bisnis, adalah meyakinkan setiap orang akan tidak adanya konspirasi.

Di dalam buku terbitan tahun 1971 ini,dijelaskan secara terperinci bahwa sistem pemerintahan yang disebut dengan republik konstitusional (Indonesia merupakan republik konstitusional) adalah alat untuk menuju the new world order atau dalam bahasa politiknya adalah pemerintahan sosialis. Namun, untuk saat ini, anggota persekutuan masih mengontrol dalam hal keuangan dan kemananan dunia. Bagaimana bisa anggota persekutuan membuat sebuah skenario yang begitu dahsyat dan begitu mendetailnya? Tidak lain karena anggota persekutuan tersebut berasal dari pihak kaum super kaya, John D. Rockfeller, Rostchild, dll.

Dengan anggota-anggota yang berasal dari kaum superkaya. Anggota persekutuan memiliki perencanaan keuangan mereka yang mempersiapkan perangkat untuk mengatur jalannya kediktatoran dunia bagi mereka. Di bawah kubah geodetik raksasa di Universitas Southern Illinois terdapat sebuah peta dunia yang sangat detail yang menempati ruangan seluas tiga lapangan bola. Sekelompok ilmuan dari semua bidang ilmu berkumpul dan bekerja untuk mengendalikan masyarakat dunia. Para perencana elite ini melakukan latihan-latihan dalam apa yang mereka sebut “world game” (Permainan Dunia). Sebagai contohnya adalah dibuat suatu pemberontakan di negara C (atau sebutan dalam pemainan tersebut adalah distrik C). Kemudian para elite tadi berfikir dan memutuskan berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk mengirim pasukan “perdamaian” untuk menghentikan pemberontakan tersebut sehingga terkesan heroik. Karena kalau anda punya rencana untuk menguasai dunia, anda tak dapat melakukan secara serampangan.

Tujuan akhirnya adalah sesuai dengan buku Manifesto Komunis karangan Karl Max yakni
1. Penghapusan hak milik pribadi
2. Peleburan ikatan keluarga
3. Penghapusan agama

 Sehingga terciptalah suatu bentuk tatanan dunia baru (The New World Order). Untuk tujuan 1 dan 2, sudah terwujud, dimana setiap barang yang kita punya telah dikenai pajak yang masuk kedalam kas anggota persekutuan. Untuk tujuan ketiga, mereka masih terseok-seok. Tetapi sebagai konspiratoris, mereka sangat sabar dan menempuh segala cara untuk mewujudkan hal itu.

Yang harus direnungkan adalah apakah tindakan kita selama ini mendukung atau menolak tujuan ketiga tersebut?



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !