Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 03, 2013

#Seri Celoteh Mahasiswa Teknik

Sejauh menyangkut kesalahan/error yang dibuat oleh orang lain kepada diri kita, terdapat klasifikasi domain:
- Domain manusia lemah,domain tersebut akan bertindak dengan membalas dendam
- Domain manusia kuat, bertindak dengan memaafkan
- Domain manusia cerdas, bertindak melupakan kesalahan orang lain dan menolak untuk sakit hati, domain tersebut memiliki prinsip kerja "Tidak ada yang dapat menyakiti hatimu tanpa seizin dirimu"

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raf 7:199)

Itu adalah renungan kemarin sore bersama Dicky Dzul. Tetapi setelah di trouble shooting, sistem domain tersebut masih terdapat error, koreksi atas error tersebut dilakukan oleh Mas Adri. Terdapat penambahan satu domain lagi, yakni domain manusia assunnah (beriman).
- Domain manusia beriman , bertindak dengan memaafkan

“Yang dinamakan orang kuat adalah bukan orang yang kuat bergulat. Orang yang kuat adalah orang yang dapat menendalikan hawa nafsunya pada waktu marah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Jadi domain manusia beriman bertindak dengan memaafkan.Berdasarkan hukum implikasi dalam logika,
Jika orang beriman maka ia bertindak dengan sabar
Jika orang sabar maka ia termasuk orang kuat
Berarti Jika orang beriman ia termasuk orang kuat

Secara Engineering, karakter manusia tidaklah memenuhi persyaratan fungsi impuls train Dirac Delta, yang nilainya konstan terus menerus seiring berjalannya waktu. Tidak selamanya orang yang bertindak jahat akan bertindak jahat seterusnya, dan tidak selamanya orang yang bertindak baik akan baik selamanya. Ingat manusia memiliki hati, hati dalam bahasa Arab adalah Qalb, yang memiliki arti bolak balik, artinya sifat manusia dapat berubah-rubah. Steady state tidak berlaku dalam memodelkan karakter manusia. Lebih sesuai, karakter dan kehidupan manusia memenuhi fungsi step, yang dapat berubah menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk.

Benar, tergantung filternya, apakah ia menggunakan LPF (Low Pass Filter) atau HPF (High Pass Filter). Jika seseorang menggunakan LPF, ia meloloskan sinyal-sinyal rendah, termasuk memikirkan kesalahan orang lain, ingin membalas dendam, tidak mau memaafkan dan sifat-sifat hina serta rendahan lainnya. Tetapi ketika seseorang menggunakan HPF, maka ia meloloskan sinyal-sinyal yang tinggi, termasuk berjiwa besar, memaafkan, memahami orang lain dan mengedepankan win-win solution.


Tulisan diatas terinspirasi oleh mata kuliah Pemprosesan Sinyal yang diampu oleh Bapak Dr. Dhany Arifianto ST, M.Eng. (Kita doakan semoga Bapak Danny dapat segera menjadi Profesor dibidang Pemrosesan Sinyal). Terus menginspirasi Pak.

Kepada pembaca, jika ada kesalahan penggunaan kata, atau mungkin konsep engineering yang salah, saran akan sangat berguna, mohon maaf karena itu hanyalah sebuah celotehan, celotehan mahasiswa teknik :D

Alhamdulillah, I Love Engineering Physics
I proud be Engineering Physics Student
Avatar Engineering Student :)

Tambahan
1. Sabar merupakan perintah dari Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan
2. Dalam ayat lain Allah berfirman: وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22). Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14). Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an : الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ"Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)Sabar merupakan perintah dari Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Jumat, Agustus 03, 2012

Mawar adalah lambang cinta


“Laa fatan illa ‘Aliyyan”

Kalimat tersebut adalah jargon pemuda Arab yang memiliki arti “Tak ada pemuda kecuali Ali”. Apa yang dilakukan oleh seorang Ali sehingga ia dijadikan yel-yel oleh pemuda Arab? Tak lain adalah pengetahuannya tentang hakikat cinta dan kegigihan cintanya kepada putri Rasulullah SAW.

Cinta adalah hal fitrah yang dimiliki oleh setiap orang. Islam pun mengakui adanya rasa cinta yang bersemayam di dalam dada keturunan Adam. Ketika seseorang jatuh cinta, maka hal itu adalah Anugerah dari Allah SWT. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis, dan lain-lainnya. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14).

Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis tidaklah dilarang dalam agama Islam. Tetapi yang harus digarisbawahi adalah Bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan cinta yang mengendalikan diri kita, tetapi diri kita yang mengendalikan cinta. Ini penting, mengingat pemuda zaman sekarang begitu mudahnya dikendalikan oleh cinta.
Tidak demikian hal nya dengan Ali, ia mampu membingkai perasaannya dan bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Kekagumannya pada putri Rasulullah mampu membuahkan rasa cinta dalam hatinya. Bagaimana tidak, putri tersayang dari Rasulullah yang adalah sepupunya itu , sungguh mempesonanya. Ibadahnya, kesantunannya, kecekatan kerjanya, keberaniannya, dan parasnya. Lihatlah gadis itu, pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta, Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bakar perca, kemudian ia tempelkan ke luka untuk menghentikan aliran darah pada luka ayahnya. Semuanya dilakukan dengan hati menangis dan mata gerimis. “Muhammad Rasulullah tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!”, cetus Fatimah setelah membersihkan luka ayahnya. Maka gadis itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju ka’bah, tak ada yang bisa menghentikan langkahnya meskipun ia seorang perempuan. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa  hingga keluar air matanya membanggakan tindakannya pada Rasulullah, mendadak dicekam diam. Fatimah, seorang perempuan, menghardik mereka, pimpinan dan memuka Quraisy. Seolah-olah waktu terhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Dalam kekaguman Ali kepada Fatimah, Ali sempat tersentak mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah. Lelaki yang sangat totalitas, membela Islam dengan jiwa dan harta sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak lagi diragukan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

“Allah mengujiku rupanya”, begitu suara batin Ali berkata. Ia merasa diuji karena merasa tak ada apa-apanya jika disandingkan dan disejajarkan dengan Abu Bakar. Kedudukan disamping Nabi? Abu Bakar lebih utama, keimanan dan pembelaan Abu Bakar pada Allah dan Rasulnya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Rasulullah dalam hijrah, bagaimana Abu Bakar berdakwah sehingga betapa banyak tokoh, pemuka, saudagar dan bangsawan Makkah yang memeluk Islam karena sentuhannya, bagaimana Abu Bakar membebaskan budak seperti Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, dan Abdullah ibn Mas’ud. Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insyaAllah bisa membahagiakan Fatimah. Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali disaat hatinya sedang bergejolak. “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”.

Jodoh memang sepenuhnya ditangan Sang Khaliq, Allah SWT. Meskipun menurut kita seakan-akan tak ada harapan, tetapi Allah menjawab doa manusia yang berikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Beberapa waktu berselang, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harapan di hatinya yang sempat layu, lamaran Abu Bakar ditolak.
Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ternyata ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat  kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat setan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut, yakni Umar ibn Al Khattab. Al-Faruq (julukan untuk Umar), sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu Bakar, Tapi saiapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang meragukan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan keberaniannya dalam membela Islam? Dan lebih dari itu, Ali mendengar sendiri betapa seringnya Rasulullah berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar.” Betapa tinggi kedudukan Umar disisi Rasulullah, disisi ayah Fatimah.

Pada saat Umar hijrah, “Wahai Quraisy”, kata Umar, “Hari ini putra Al-Khattab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silahkan hadang Umar dibalik bukit ini!” . Umar adalah lelaki pemberani. Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, ia belum siap menikah. Apalagi menikahi Fatimah binti Rasulullah. Umar jauh lebih baik dan Ali ridha.

Maka Ali kembali bingung ketika kabar itu sampai ditelinganya. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa yang kiranya dikehendaki Rasulullah? Yang seperti Utsman sang milyader kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul Ash kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Dua menantu Rasulullah itu sungguh membuat Ali kehilangan kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya Abdurrahman ibn Auf ang setara dengan mereka. Atau justru Rasulullah ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mempererat kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn Ubadah pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? Muncul begitu banyak pertanyaan dalam lamunan Ali.

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.  “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu baginda Nabi”, ucap temannya dengan yakin. “Aku?”, tanya Ali tak yakin. “Ya, engkau wahai saudaraku!”, balas teman Ali. “Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” Ali semakin sangsi. “Kami dibelakangmu kawan, semoga Allah menolongmu!”, teman Ali memberi dukungan dan harapan.

Ali pun menghadap Rasulullah. Maka dengan memberanikan diri, disampaikan keinginannya untuk menikahi Fatimah. Ya, menikahi, menempatkan Fatimah sebagai seseorang yang selalu didekatnya hingga Ali wafat. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah gumpalan tepung kasar untuk makannya. Tetapi jika ia meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap sampai dirinya mapan,  Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikannya dibatas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai Ali”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya.Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah maha kaya.

Lamarannya berjawab, “Ahlan wa Sahlan!”. Kata itu muncul tenang bersama senyum Rasulullah. Dan Ali pun bingung apa maksudnya. Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Rasulullah bingung untuk menjawab. Ah, mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menangung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati bak bahtera dilautan yang mengampar-ampar. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Rasulullah kawan? Bagaimana lamaranmu?”, tanya sahabat Ali. “Entahlah..” Ucap Ali ragu. Sahabatnya langsung menimpalinya, “Apa maksudmu?”. “Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban?”, Ali bertanya dengan raut muka penasaran. Cinta tak jarang membuat orang nampak tolol. Sahabat Ali menjawab, “Tentu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berati ‘ya’, sahlan juga, dan kau mendapat Ahlan wa Sahlan kawan, dua-duanya berarti ‘ya’”. Dan Ali pun menikahi fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang pada awalnya ingin disumbangkan kawan-kawannya tetapi Rasulullah bersikeras agar Ali membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar dan Umar dalam melamar Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan penantian kosong. Ali adalah gentleman sejati, ia telah menemukan hakikat cintanya pada fatimah putri Rasulullah. Sehingga tidak heran jika pemuda Arab meiliki yel, “Laa Fatan Illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali”.

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali. Ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan. Yang pertama (mempersilahkan) adalah pengorbanan, yang kedua (menagmbil kesempatan) adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang pula apa yang dilakukan oleh putri Rasulullah, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?” dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya karena pemuda itu adalah dirimu”. Subhanallah, ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.

Cinta Tak Pernah Meminta Untuk Menanti

Untukmu saudaraku
Sudah saatnya engkau malu pada Illahmu..
Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa
Tentang angan yang tak pantas dibayangkan
Karena semua itu sebuah pengkhianatan
Pengkhianatan pada-Nya, pada ketetapan-Nya mengenai pasanganmu kelak
Dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
Ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya
Yang menghijabi hatinya
Yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan doa terbaik untukmu
Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu
Karena dengan itu ia menjagamu
Maka dengarkan saudaraku
Tak inginkah kau menghargainya?
Dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu?
Yaitu menundukkan hati dan menjaga pandangan

Nur Abdillah Siddiq, Teknik Fisika ITS 2011
-Staff Media-Isu dan Jurnalistik Jamaah Mesjid Manarul Ilmi
-Staff Humed Lembaga Dakwah Jurusan Fusi Ulul Albab
-Staff Humas Kopma “Dr.Angka” ITS
-Staff Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika
-Pemilik www.Alchemyst.co.cc

Sumber : Manazine edisi 1 Februari 2010 dan Al-Quranul Karim

Sabtu, Februari 06, 2010

Timbal, itulah nama yang manusia beri kepadaku. Seberapa sering kamu mendengar namaku?? Namaku dibicarakan oleh banyak sekali orang, dari kuli jalanan hingga kaum dokter yang lulus kumlaud ketika berkuliah.Sebenarnya, telah sekian lama aku naik daun, hampir berabad-abad lamanya manusia telah mengenalku sejak orang romawi kuno menyebutku sebagi Plumbum Nigrum, Nigrum karena seluruh tubuhku hitam legam. Sama seperti orang negro.

Pamorku dikalangan masyarakat tengahan cukup buruk, aku sangat kecewa dengan hal itu. Bagaimana tidak, ketika namaku disebut, Timbal. Pasti yang muncul dibenak mereka adalah hitam, aspal, sangat lengket, kuli kasar, merepotkan karena sukar sekali larut dan menimbulkan polusi yang sangat beracun. Yang harus kalian semua tahu, aku tak sejahat itu, manusia yang tak bijaksanalah yang membuat aku kelihatan jahat. Benar-benar kejahatan yang terselubung.

Aku menangis jika melihat para manusia seenaknya saja dijalan yang beraspal dan ugal ugalan, jatuh menimpa tubuhku dan bagiku itu sakit rasanya, bahkan demi membayar itu tak jarang nyawa mereka yang menjadi taruhannya. Bukan aku yang membunuh mereka, tapi merekalah yang mencelakakan diri mereka sendiri.

Ibuku, Galena (PbS) telah bersusah payah melahirkanku secara sempurna, Aku dilahirkan dengan nomor atom 82 dan nomor massa 207,19. Sungguh suatu karunia Tuhan yang luar biasa. Hingga akupun diadopsi oleh Manusia dalam usia yang relatif muda, melayani nafsu mereka, melayani kerakusan akan harta dan kedudukan yang mereka anggap adalah segalanya.

Ingin rasanya aku berteriak kepada masyarakat atau orang yang telah menganggapku rendah, dan ingin aku ucapkan terimakasih kepada para Ilmuan. Karena para telah Ilmuan mengembangkanku sedemikian rupa higga aku memberikan kemaslahtan bagi umat.

Bukan bermaksud untuk sombong, tapi jika aku tak ada, kehidupan manusia tidaklah akan semaju seperti saat ini. Kehidupan manusia jika tak ada diriku akan sama kondisinya seperti zaman batu dan memakai kendaraan hewan. Tidak akan pernah ada dunia seperti saat ini yang rasanya sudah sangat sempit sekali.

Ya, akulah, Timbal, pembawa perubahan dan kemajuan bagi umat manusia. Aku komponen utama dalam aki, sehingga manusia dapat merakit kendaraan dari Vespa hingga Pesawat Jet. Akulah unsur yang sangat kuat, dapat ditempa tapi kedua kawanku Asam dan Basa tak dapat melukai dan merusakku. Akulah komponen utama dalam Jalan Raya, Aspal, dan tanpaku jalan tak ada bedanya dengan hutan. Tidakkah kamu manusia berterimakasih kepadaku??Berterimakasih kepada unsur hitam legam, bukankah itu wajar???

Tidak cukup dengan itu, para sahabatku, Ilmuan. Sedang mengembangkan prospek brilian masa depan. Masa depan akan lebih mengoptimalkan keradioaktifan suatu zat, dimana nuklir akan menjdi jantung bagi kehidupan manusia odern. Dan akulah, Timbal putra satu-satunya dari Galena akan menjadi perisai radiasi. Aku akan melindungi manusia dari bahaya sinar Radioaktif yang dapat merubah struktur DNA dalam tubuh. Dan kejadian seperti Meninggalnya Marie Curie tak akan pernah terulang lagi berkat jasaku.

Namun dibalik itu semua, aku sangat meminta maaf, bagaimanapun aku sangat tidak bersahabat dengan tubuh manusia apalagi dengan organ otak. Karena kandunganku yang beberapa persen saja diudara dapat menurunkan angka kecerdasan mereka. Sedang jika aku tak sengaja masuk kedalam tubuh manusia dan menumpuk, aku dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Untuk itulah, berhati-hatilah dalam memanfaatkanku. Selain itu, maaf kembali aku ucapkan bagi para mereka korban perang, karena sifatku yang dapat mematikan dan beracun, para manusia yang biadab dan mengagung-agungkan kekuasaan memakiaku sebagai bahan dasar Amunisi mereka.


Kamis, Januari 28, 2010


“Dasar anak tak tahu diri, tak tahu diberi untung. Kamu sudah tidak dapat dipercaya lagi, mau jadi apa kamu kalau sudah tua nanti. Kamu pasti menyesal nanti kalau orang tuamu mati.” Kalimat menyakitkan itulah yang selalu tersimpan dalam sebuah otak anak laki-laki berusia 16 tahun dan tak akan pernah hilang. Sungguh malang nasibnya, terombang-ambing oleh kekuasaan mutlak orang tua. Kekuasaan memarahi anaknya yang semena-mena. Kalimat menyakitkan itu tidak hanya mematikan mental seorang anak 16 tahun, tapi sekaligus membuat anak yang bernama Alsi mulai membenci kedua orang tuanya khususnya bapaknya.
Bapaknya terlalu over dalam memarahi anaknya, dengan dalih memarahi anak berarti menyayangi anak. Sungguh keliru, sangat seliru deklarasi demikian. Seorang anak memiliki perasaan, memiliki hati nurani, apalagi remaja adalah proses pencarian jati diri. Jika orang tua sudah mencap anaknya tidak dapat dipercaya, bukankah akan terjadi implementasi sikap tersebut pada diri anak, dari biasanya dapat dipercaya karena sudah dicap demikian dengan orang tuanya, maka si anak akan mulai berbohong untuk selamanya.
Hati-hatilah orang ta dalam berucap terhadap anaknya, terutama terhadap anaknya yang masih remaja. Pada saat remaja, emosi seorang anak mengalami masa transisi dan jiwanya sangatlah labil. Seperti contoh yang dialami Alsi, karena ucapannya orang tuanya yang demikian, dia mulai membenci kedua orang tuanya dan menyesal telah dilahirkan oleh kedua orang tuanya sehingga Alsi pun berniat mengakhiri hidupnya dengan jalan Bunuh diri dihadapan kedua orang tuanya.
Kebenaran yang mutlak adalah “tanpa adanya orang tua, kita tidak akan pernah terlahir ke dalam dunia yang sementara ini.” Sehingga orang tua terkesan memiliki kekuasaan khusus untuk membina anaknya yang tanpa batas. Namun kekuasaan yang tanpa batas ini dalam artian membimbing anaknya kea rah yang lebih baik bukan malah membawa kepada keburukan.
Jadi, bagi para orang tua yang terlalu oteriter terhadap anaknya, sadarlah ! Semua perilaku kalian para orang tua tidak akan membawa perubahan terhadap diri anak dan membuat anak menuruti perintah anda orang tua dengan senang hati, namun dengan semua logika, anak mulai membenci orang tuanya dan merasa menyesal keran telah dilahirkan keduna hanya untuk dimarahi oleh orang tuanya.


Senin, Desember 28, 2009


Aku siap, aku siap, aku siap!!!
Itulah frase yang mengawali hari-hari Spongebob Squarepant ketika pergi kerja ke Krusty Crab. Spongebob adalah tokoh kartun yang memiliki semangat menggebu dan kreativitas yang luar biasa. Selain itu perilakunya yang nyeleneh menjadi menarik untuk ditonton. Adapun tokoh lainnya juga tak kalah heboh, Patrick si Idiot, Squidward yang acuh tak acuh, Sandy yang perkasa dan Tuan Krab yang mata duitan.
Setiap tokoh memiliki karakter unik sendiri, ide-ide yang ditawarkan cukup menggubrak akal pemikiran, dan lelucon segar mewarnai setiap episode kartun. Meskipun ditayangkan secara berulang-ulang namun kartun tersebut tetap saja segar dan tak membosankan. Itulah kekuatan alami dari kartun Spongebob.
Selain itu ide-ide dalam kartun Spongebob tidak terpaku pada suatu pokok permasalahan saja. Namun berkembang menjadi sangat liar, seperti contohnya pada suatu episode yang menceritakan masa prasejarah.
I love Spongebob Squarepant.


Senin, Desember 14, 2009


Gubrakk,, terdengar suara keras yang cukup memekakan telinga. “Ki, apa yang telah kamu lakukan?” ibu bertanya dengan nada ingin mengintrogasi. “Anu bu, kiki lagi nggak mood untuk menjawab pertanyaan adik, jadinya kiki tutup aja pintu kamar”, jawab kiki dengan nada agak sedikit kesal. “Emanknya adik kamu bertanya apa Ki??”, nada ibu menjadi sedikit lembut. “Dira tanya ke kiki kalau apa benar jika kita sering bekerja keras, nanti kita bisa memetik hasilnya?”, Kiki menjawab pertanyaan ibunya dengan menggerutu dan terkesan terpaksa.

Sebagai pelajar, tugas Kiki hanyalah belajar, belajar dan belajar. Namun, situasi kini menjadi berbeda, Ulangan semester ganjil sudah ada diambang mata. Tinggal menghitung hari. Demi harga diri seorang pelajar, demi tuntutan membahagiakan orang tua, demi reputasi siswa dimata guru, demi masa depan yang cerah dimasa depan. Kiki membakar semangatnya, ini bukan ulangan semester yang pertama kali untuk kiki. Namun, banyak materi baru yang asing dan mau tak mau harus dipelajari demi melunasi 4masalah kompleks diatas, tidak mudah untuk dikuasai, ya inilah masa yang sedang kiki alami. Semester satu kelas satu SMA.

Sistem pendidikan disekolah menjadi kabur, sebenarnya sekolah itu untuk mencari ilmu atau untuk mencari nilai? Itulah pertanyaan yang terus dan terus menghantui benak Kiki. Sebagai pelajar biasa yang tidak jenius dan nilainya selalu pas-pasan, kiki merasa system pendidikan ini tidak adil. Kiki telah bekerja keras dan berusaha mengerti akan suatu materi, tapi tatkala tiba hari H untuk ulangan, nilai kiki tak bisa dibanggakan, selalu pas-pasan. Terkadang kiki bingung untuk protes terhadap siapa, karena banyak temannya yang curang dalam ulangan dan alhasil meskipun semalam mereka online di facebook, pada saat hasil ulangan diumumkan mereka tampil penuh percaya diri dengan nilai yang sangat memuaskan.

Itulah yang merusak mood kiki, kiki hanya bisa menggerutu dan menerima semua ketidak-adilan yang menimpanya. Kecurangan dalam ulangan tersebut adalah contoh nyata dari cikal bakal KKN di Negara Indonesia dan berbagai tindakan menyimpang lainnya, lalu bagaimana Indonesia bisa maju? Sesuai dengan lyric Muse dari lagu Knight of cydoniaI, How can we win, if fools can be king?? yang artinya bagaimana kita bisa menang kalau orang bodoh yang menjadi raja?

Setiap ulangan dilalui oleh Kiki dengan rasa kecewa, kecewa yang tak terobati. Namun jauh didalam hati, Kiki telah berikrar dalam hatinya untuk selalu jujur dalam setiap ulangan, no ngerpek dan no nyontek. Jadi Kiki tetap merasa senang untuk belajar dan terus belajar meskipun kiki tahu hasilnya akan lebih jelek dibandingkan mereka yang curang pada saat ulangan. Dengan besar hati, kiki mencoba menerima kenyataan itu semua.

Semua pasti terungkap, curang akan selamanya curang dan tidak pernah akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi diri seseorang yang curang. Hal ini terbukti, ketika tiba ulangan semester yang pengawasannya diperketat, kiki tampil sebagai yang terbaik dengan hasil ulangan semesteran yang memuaskan. Materi yang diujikan ketika semesteran merupakan materi yang sudah dipelajari dari awal bab hingga akhir bab. Sehingga pemahaman dari awal bab hingga akhir bab sangatlah diperlukan. Mereka yang selalu curang, yang selalu ngerpek menjadi kebingungan untuk merangkum materi yang sedemikian banyaknya, sedangkan mereka yang selalu nyontek menjadi salah tingkah karena pengawasannya yang diperketat, akhirnya merekalah yang menjadi pecundang sebenarnya. Kiki dapat tersenyum dengan puas tatkala dirinya mendapat predikat ranking satu dikelasnya.

Kesuksesan adalah 99% kerja keras dan 1% inspirasi. Kesuksesan bukanlah kunci menuju kebahagiaan, tetapi kebahagiaan adalah kunci menuju kesuksesan. Jika kamu benar-benar menyukai apa yang kamu kerjakan, maka kamu akan meraih kesuksesan yang sebenarnya!

Rabu, November 18, 2009


Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.(Ali Imran ayat 149)

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya 1kali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati." Ini sama halnya dengan pemikiran orang kafir pada masa jahiliyah.

Manusia yang menyatakan dirinya "modern" pastilah menjadi pengikut aliran ini walaupun tidak dengan terang-terangan memproklamirkan dirinya, kecuali orang-orang yang dipeliharakan Allah dari padanya.Mengenai hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya bagi setiap ummat ada ujiannya, dan ujian bagi ummatku ialah harta kekayaan". (H.R. Tarmizi) "Demi Allah, bukanlah kekafiran dan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi justru aku khawatir kemewahan dunia yang kamu dapatkan sebagaimana telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu, lalu kamu bergelimang dalam kemewahan itu sehingga binasa, sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula". (H.R. Tarmizi)

Begitulah nasib manusia yang telah diserang penyakit Hubbud Dunya (Cinta Dunia), mula-mula hanya ikut menikmati, makin lama makin menjadi, pada akhirnya menjadi ideologi yang akan dibela sampai mati. Mereka hanya berorientasi kepada uang, peluang, dan senang-senang. Inilah sekelumit gaya hidup hedonisme (hanya mencari kesenangan duniawi saja) dan materialisme (hanya mementingkan materi semata) yang tengah melanda masyarakat kita dan orang-orang yang hidup di akhir abad ke-20 ini. Maka bila hal ini tidak disadari dan diwaspadai akan menjerumuskan masyarakat kepada masyarakat yang Dehumanis, Apatis dan Hedonis.
Manusia seperti itulah yang diejek oleh Allah SWT dalam Firmannya dan balasannya adalah siksaan di dunia akhirat.

Dan kalau kami menghendaki, Sesungguhnya kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(Al A’raaf ayat 176)




Fasilitas copyctrl + actrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable), 
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini 
silahkan mendownload



Fullerena




Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !