Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 21, 2015

Tidak ada bosannya melihat video ini, The last lecture of Professor Walter Lewin (MIT). You are very great teacher! Very proud of you.
Beberapa point penting yang harus diperhatikan, terutama oleh Para Pengajar dan Dosen. Bagi saya, Prof. Walter Lewin adalah dosen terbaik yang pernah saya lihat cara mengajarnya.

- On average, the preparation for one lecture is about 40 to 60 hours (Wow!). I dry run the lecture in an empty classroom with everything on the black board that I am going to write on the blackboard, pretending that there is a full class in front of me, but there is no one. And i talk to them as if there is one. I do that two weeks before the lecture. Then one week before the lecture, I dry run again. And 5.00 AM of the morning of the lecture, i am at MIT and i give the same lecturer dry run for an empty classroom when the lecture is at 10.00 AM. That's the way i prepare.

-And if u hate it (physics), it is because you have very bad teacher. I make every student, not only in MIT, but all over the world, i make them love physics ! PHYSICS is my live and art history is my love.

Thanks Professor Walter Lewin, you make me love physics!
Berikut video FOR THE LOVE OF PHYSICS.




Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Sabtu, April 18, 2015

Bambang Setiawan, Lulusan ITB yang menjadi Pengusaha Jangkrik dengan Omzet 500 Juta Perbulan 

Membaca, tercekat, merinding, takjub, profil salah satu "gajah hutan" dalam istilah Kurniawan Gunadi. Jadi teringat dan merenungi puisi W. S. Rendra, SAJAK SEONGGOK JAGUNG

SAJAK SEONGGOK JAGUNG
Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan. -->(frase puisi paling menyesakkan)
Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya ?
Apakah gunanya seseorang
belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
“ Di sini aku merasa asing dan sepi !"

Berikut kisahnya

Meski tidak memiliki pengalaman dan minim pengetahuan soal budidaya jangkrik, tidak menyurutkan keinginan Bambang Setiawan untuk merambah usaha ini. Terbukti, dengan bekal keyakinan dan tekad yang kuat, kini ia sukses menjadi pengusaha jangkrik beromzet ratusan juta per bulan. Bambang, sapaan akrabnya merintis usaha budidaya jangkrik tahun 2010 dengan mengusung bendera usaha Trust Jaya Jangkrik di bawah naungan CV Jaya Tani di Cirebon, Jawa Barat.Saat itu, ia baru saja lulus dari fakultas teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Kendati bergelar sarjana teknik, tidak membuatnya malu ketika memutuskan menjadi peternak jangkrik.

"Begitu lulus, saya langsung pulang kampung ke Cirebon dan buat usaha setelah beberapa bulan," kata Bambang.  Saat ini, Bambang memiliki lebih dari 65 orang karyawan. Kini, ia tercatat sebagai pembudidaya jangkrik terbesar se-Cirebon. Ada pun kapasitas produksinya 200 kilogram (kg) jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap dibudidayakan. Dari usahanya ini, ia pun diganjar sejumlah penghargaan. Tahun lalu, Bambang dinobatkan menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2014 perwakilan Jawa Barat kategori bidang usaha industri, perdagangan, dan jasa. Penghargaan ini didapat Bambang karena dinilai berhasil membuka industri peternakan jangkrik yang sebelumnya tidak pernah ada di Cirebon. Sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga di Desa Bakungkidul, Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Jangkrik hasil tangkarannya dipasarkan ke Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Pengiriman terbesar ke Bandung sebanyak 100 kg per hari. Kebanyakan jangkrik itu digunakan untuk pakan burung, pakan ikan hias, umpan memancing, dan ada juga yang pesan untuk dijual lagi. Ia membanderol harga 1 kg jangkrik sebesar Rp 45.000-Rp 50.000. Sedangkan telur jangkrik dihargai lebih mahal lagi. Untuk varietas jangkrik alam, harganya Rp 350.000-Rp 400.000 per kg. Sedangkan harga varietas telur jangkrik kalung sebesar Rp 325.000 per kg. Dari usaha ini, ia bisa mendapat omzet Rp 15 juta per hari. Itu belum termasuk dari penjualan telur jangkrik untuk pembibitan. Jika ditotal, Bambang bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan.

Kendati sukses menangguk omzet besar, ia tidak lantas berpuas diri. Belakangan, ia justru ekspansi produk dengan membuat makanan olahan jangkrik. Di antaranya kerupuk jangkrik dengan merek Cricket Chips. "Baru awal Maret ini dibuat," katanya. Kerupuk jangkrik ini dibuat dalam tiga pilihan rasa, yakni original, keju, dan pedas dengan kemasan 175 gram. Harga per bungkus Rp 25.000. Lantaran baru, skala produksinya belum terlalu besar dan pemasarannya baru terbatas di wilayah Cirebon. Dalam waktu dekat, ia juga ingin meluaskan jangkauan pasarnya ke Sumatra dan wilayah lain di luar Jawa.






Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Jumat, Maret 29, 2013

Oleh : Nur Abdillah Siddiq / 2411100081

“Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”
(Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2)

Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2

Umurnya masih 18 tahun, ketika Rasulullah mengangkatnya secara langsung sebagai commander of war (komandan perang) pasukan Islam untuk menyerbu wilayah Syam. Padahal diantara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua dari dirinya, seperti Abu Bakar, Umar Bin Khattab dan sahabat Rasulullah lainnya. Dia adalah Usamah Bin Zaid. 

Usamah Bin Zaid adalah tauladan pemuda muslim yang telah menorehkan tinta emas sejarah Islam. Selain Umar Bin Zaid, terdapat pemuda muslim cemerlang dan luar biasa lainnya seperti Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah bin Mas’ud yang amanah, Abdullah bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang cerdas, Ali bin Abi Thalib yang perkasa, Muhammad al-Fatih sang penakluk dan banyak tokoh pemuda muslim lainnya. Sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilangan dalam kontribusi mereka bagi dunia dan Islam, sehingga Islam dengan kehendak Allah SWT pernah mencapai masa kejayaannya.

Dari masa kemasa sosok pemuda memiliki andil serta peran penting terkait dengan masalah peradaban universal, termasuk dalam membangun umat. The best agent of change merupakan frase yang paling tepat menggambarkan sepak terjang pemuda dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia. Dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat serta sumber kekuatan pembela terhadap aqidah dan ideologi. Islam tak bisa di lepaskan dari pemuda, karena Islam itu sendiri tumbuh dan besar karena banyaknya pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya.

Bertahun tahun Islam di buat bangga dengan kehadiran pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya, namun dewasa ini pemuda-pemuda Islam tampak kehilangan arah, mengalami stagnasi kreatifitas, keluar dari rotasi fitrahnya, dan kehilangan figur teladan dalam kehidupan. Saat ini banyak diantara pemuda kaum muslimin terjerat virus globalisasi yang akhirnya menghilangkan sosok-sosok pemuda luar biasa sepanjang sejarah Islam. Bahkan yang disebarluaskan adalah artis-artis yang merupakan produk kefanaan dunia. Kehilangan sosok tauladan berakibat pada meniru tingkah laku barat yang tidak baik dan bertabiat buruk. Mulai dari hedonisme, hura-hura, foya-foya, pacaran, dll. Hal tersebut sangat menyedihkan mengingat cuplikan sejarah pemuda yang begitu impresif dalam bentang sejarah peradaban Islam dan dunia.

Jika dahulu Islam pernah mencapai masa kejayaannya, maka saat ini merupakan hal yang sangat wajar bagi umat Islam untuk mengupayakannya kembali. Sekali mutiara tetaplah mutiara, yang perlu kita lakukan sebagai seorang pemuda muslim adalah mengangkat mutiara yang telah lama berada dalam kubangan lumpur tersebut.

Untuk membangun umat dan mengupayakan kembali kejayaan Islam, pemuda muslim yang terlena dengan kehidupan dunia, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, harus diberitahu bahwa sebagai seorang pemuda muslim, bahwa secara default mereka memiliki peran untuk membangun umat Islam. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:

(1) Pemuda Sebagai Inisiator Persatuan Umat Islam
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Perpecahan yang terjadi pada umat Islam, para ulama, dan para syaikhnya, serta para pemimpin dan pembesarnya sangat disukai oleh musuh-musuh Islam. Dan, hal itu bisa terjadi lantaran mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Indonesia tidak akan pernah merdeka jika dahulu tidak ada semangat persatuan yang di inisiasi oleh pemuda. Begitu pula dengan umat Islam, tidak akan pernah mencapai kejayaan jika pemuda tidak menjadi inisiator persatuan umat. Persatuan adalah hal yang penting dan mendesak dalam kehidupan umat Islam, terlebih ketika umat dalam kondisi berjuang.
Apabila dulu dengan semangat anti kolonialisme Soekarno pernah menggabung seluruh bangsa-bangsa terjajah didunia dalam sebuah gerakan internasional, maka sekarang para pemuda muslim juga harus mewarisi semangat tersebut agar umat Islam tidak dibuat panik oleh krisis, agar umat Islam tidak dibuat bertengkar oleh masalah-masalah kecil, agar umat Islam tidak dibuat terpecah oleh perkara-perkara yang membuat umat Islam tidak akan pernah menjadi umat yang besar, agar umat Islam tidak terpisah oleh sekat-sekat kecil dan tipis diantara mereka. Kejayaan Islam dahulu adalah karya akumulatif antar generasi, kejayaan umat Islam tidak akan pernah berdiri hanya dengan darah satu pemuda, hanya dengan air mata satu pemuda, hanya dengan ide satu pemuda, oleh karena itu yang diperlukan oleh umat muslim dimasa depan bukanlah seorang pemuda, tetapi suatu persatuan pemuda yang menginiasi persatuan umat.

(2) Pemuda Sebagai Pembaharu Media
Sayyid Qutb berkata “Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, tetapi satu tulisan dapat menembus 1000 kepala”. Ghazwul Fikr (perang pemikiran yang bertujuan mengikis nilai-nilai ke-Islaman seseorang) dilancarkan melalui media. Pihak yang mampu menguasai media akan menang. Oleh karena itu medan perang sesungguhnya bagi para pemuda muslim bukanlah lapangan untuk bertempur, tetapi media.
Media yang cukup memberikan pengaruh besar bagi masyarakat adalah surat kabar dan Televisi. Surat kabar karena media ini merupakan media cetak periodik yang sangat terjangkau, mudah didapat, beritanya aktual, dan terbit setiap hari (jarak periode terbitnya sangat dekat). Memang semakin dekat jeda waktu terbitnya suatu media semakin besar pula efek yang dihasilkan. Sedangkan televisi, adalah media yang memiliki pengaruh tertinggi hingga saat ini karena televisi adalah media yang melibatkan indera terbanyak bagi audiensnya. Dengan menggunakan audio dan visual, televisi mampu mempengaruhi lebih kuat pada emosional seseorang.
Disinilah peran pemuda muslim sebagai pembaharu media sangat dibutuhkan, mengingat media mengarahkan umat Islam kepada isme-isme yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Kreatif, pemberani, semangat yang berkobar, selalu ingin tahu, dan mendobrak batas adalah ciri khas pemuda yang dapat disalurkan melalui media.

(3) Pemuda Sebagai Pengusaha Berbasiskan Syariah
Nabi Muhammad SAW telah terlibat bisnis Internasional dengan pamannya (Abu Thalib) sejak berumur 12 tahun, kemudian memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan hingga beliau menerima wahyu ketika berumur 37 tahun. Dengan demikian, Rasulullah telah berprofesi sebagai pedagang selama ± 25 tahun dibandingkan dengan masa kenabiannya selama ± 23 tahun.
Dalam Islam, semangat wirausaha justru begitu jelas. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk bekerja dengan tangannya sendiri. Dalam bentangan sejarah, Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah pelaku bisnis yang sukses. Memang, salah satu aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang rasul, pemimpin masyarakat, dan pemimpin militer. Padahal, sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah sebagai seorang pengusaha.

Indonesia memiliki tokoh-tokoh agama sekaligus pengusaha sukses, seperti tokoh nasional K.H. Ahmad Dahlan dengan usaha batiknya. Bahkan dalam sejarah gerakan kemerdekaan Indonesia dikenal tokoh-tokoh agama yang terhimpun dalam Syarikat Dagang Indonesia. Disinilah pemuda dapat ikut andil dalam membangun umat dengan menjadi pengusaha yang berbasiskan syariah.

Jika ada warisan dari orang bijak seperti Rasulullah, kita juga mendapatkan warisan dari seorang bijak yang lain yakni Umar bin Khattab, beliau pernah mengatakan “Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”. Umat Islam saat ini sedang menghadapi masalah yang serius dan yang bisa menyelesaikan masalah yang serius ini adalah pemuda muslim.



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Desember 12, 2012

Pemain Tenis Roger Federer
Lihatlah CEO terkemuka seperti Bill Gates, Soichiro Honda, Steve Jobs dan CEO sukses lainnya. Mereka adalah orang yang telah bukan sekali dua kali, tetapi gagal beribu kali dan telah melakukan kesalahan besar sebelum mereka meraih kesuksesan. Mereka menyadari bahwa kegagalan hanyalah sementara sehingga mereka bisa lebih bersiap diri untuk bangkit ketika pintu kesempatan berikutnya terbuka. Orang yang belum pernah mencoba tidak akan pernah tahu berapa banyak kesempatan yang akan dilewatkannya. Belajar dari pengalaman dalam siklus kehidupan yang terus berputar, apakah seseorang dari kita bisa terus memastikan berada di jalan yang tepat? Saya yakin bahwa banyak sekali dari kita yang telah gagal berkali-kali. Tetapi itu semakin memicu kita untuk melakukan sesuatu yang lebih. Namun, kenyataan sekarang menunjukkan bahwa banyak orang dewasa yang hanya gagal sekali dua kali, kemudian memutuskan untuk mendeklarasikan diri “Akulah pecundang”.
Selalu asah mental anda, kita belajar di dalam universitas kehidupan bahwa sukses adalah perjalanan dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya. Seorang bijak berkata, “Hal terpenting bukanlah apakah kamu telah gagal tetapi apakah kamu telah puas dengan kegagalanmu.”

Miris jika melihat banyak orang ingin melihat hasilnya lebih dulu dan mendapatkan hasilnya lebih dulu, dibandingkan dengan bekerja lebih dulu. MENUNGGU KESUKSESAN ADALAH KEGAGALAN. Mereka percaya pada konsep yang salah seperti “Anda harus menanam benih kemudian Anda dapat menikmati buahnya.”

Apa yang Anda fikirkan ketika pemain tenis hanya melihat papan skor, menunggu untuk menang, akankah dia memenangkan permainan? Tidak akan pernah. Cara satu-satunya untuk memenangkan permainan adalah untuk terus fokus dimana bola tenis tersebut dipantulkan. Semakin lama dia bisa memukul bola tenis tersebut dengan baik, maka dia tidak perlu khawatir mengenai papan skornya. Kesimpulannya adalah kita harus fokus pada proses, lalu hasil yang terbaik akan datang dengan sendirinya.

Di dalam ilmu kelautan, ditemukan bahwa hanya 4% dari 100 tiram yang memiliki mutiara. Jika Anda mengambil 100 tiram dengan harapan bisa mendapatkan 4 mutiara, maka Anda harus bertemu dengan berlusin-lusin kegagalan sebelum Anda bisa mendapatkan 4 kerang yang berisi mutiara. Kebanyakan orang berhenti setelah mencoba beberapa kali dan tentu saja mereka tidak mendapatkan satupun mutiara.

Beberapa orang mengaku bahwa mereka telah bekerja sangat keras tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka gagal. Faktanya mereka berhenti mencoba sebelum meraih sukses. Hanya segelintir orang yang terus mencoba meskipun mereka tidak menemukan satupun mutiara di dalam tiram yang ke 96. Tetapi di akhir, mereka mendapatkan 4 mutiara sekaligus. Banyak orang tidak tahu tentang hakikat kerja keras dibalik kesuksesan orang-orang hebat.Jika mereka melihat lebih dalam lagi, mereka akan mengetahui bahwa keberuntungan mereka hanya akan datang setelah menjalani dan melewati semua kegagalan. Faktanya adalah banyak orang yang mengangkat langkahnya mengambil jalan berputar setelah mengalami sedikit kegagalan dan mereka menolak untuk terus berjuang ketika mereka menghadapi kegagalan lainnya.

Kerja keras tidak akan ada artinya tanpa istiqomah/konsistensi untuk terus meraih tujuan. Sampai kapan kita akan konsisten, sampai meraih apa yang kita inginkan.

So, hardwork is bullshit without consistently (Kerja keras itu omong kosong tanpa konsistensi).



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, santri SDM IPTEK, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Jumat, Agustus 03, 2012

Mawar adalah lambang cinta


“Laa fatan illa ‘Aliyyan”

Kalimat tersebut adalah jargon pemuda Arab yang memiliki arti “Tak ada pemuda kecuali Ali”. Apa yang dilakukan oleh seorang Ali sehingga ia dijadikan yel-yel oleh pemuda Arab? Tak lain adalah pengetahuannya tentang hakikat cinta dan kegigihan cintanya kepada putri Rasulullah SAW.

Cinta adalah hal fitrah yang dimiliki oleh setiap orang. Islam pun mengakui adanya rasa cinta yang bersemayam di dalam dada keturunan Adam. Ketika seseorang jatuh cinta, maka hal itu adalah Anugerah dari Allah SWT. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis, dan lain-lainnya. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14).

Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis tidaklah dilarang dalam agama Islam. Tetapi yang harus digarisbawahi adalah Bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan cinta yang mengendalikan diri kita, tetapi diri kita yang mengendalikan cinta. Ini penting, mengingat pemuda zaman sekarang begitu mudahnya dikendalikan oleh cinta.
Tidak demikian hal nya dengan Ali, ia mampu membingkai perasaannya dan bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Kekagumannya pada putri Rasulullah mampu membuahkan rasa cinta dalam hatinya. Bagaimana tidak, putri tersayang dari Rasulullah yang adalah sepupunya itu , sungguh mempesonanya. Ibadahnya, kesantunannya, kecekatan kerjanya, keberaniannya, dan parasnya. Lihatlah gadis itu, pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta, Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bakar perca, kemudian ia tempelkan ke luka untuk menghentikan aliran darah pada luka ayahnya. Semuanya dilakukan dengan hati menangis dan mata gerimis. “Muhammad Rasulullah tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!”, cetus Fatimah setelah membersihkan luka ayahnya. Maka gadis itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju ka’bah, tak ada yang bisa menghentikan langkahnya meskipun ia seorang perempuan. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa  hingga keluar air matanya membanggakan tindakannya pada Rasulullah, mendadak dicekam diam. Fatimah, seorang perempuan, menghardik mereka, pimpinan dan memuka Quraisy. Seolah-olah waktu terhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Dalam kekaguman Ali kepada Fatimah, Ali sempat tersentak mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah. Lelaki yang sangat totalitas, membela Islam dengan jiwa dan harta sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak lagi diragukan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

“Allah mengujiku rupanya”, begitu suara batin Ali berkata. Ia merasa diuji karena merasa tak ada apa-apanya jika disandingkan dan disejajarkan dengan Abu Bakar. Kedudukan disamping Nabi? Abu Bakar lebih utama, keimanan dan pembelaan Abu Bakar pada Allah dan Rasulnya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Rasulullah dalam hijrah, bagaimana Abu Bakar berdakwah sehingga betapa banyak tokoh, pemuka, saudagar dan bangsawan Makkah yang memeluk Islam karena sentuhannya, bagaimana Abu Bakar membebaskan budak seperti Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, dan Abdullah ibn Mas’ud. Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insyaAllah bisa membahagiakan Fatimah. Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali disaat hatinya sedang bergejolak. “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”.

Jodoh memang sepenuhnya ditangan Sang Khaliq, Allah SWT. Meskipun menurut kita seakan-akan tak ada harapan, tetapi Allah menjawab doa manusia yang berikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Beberapa waktu berselang, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harapan di hatinya yang sempat layu, lamaran Abu Bakar ditolak.
Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ternyata ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat  kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat setan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut, yakni Umar ibn Al Khattab. Al-Faruq (julukan untuk Umar), sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu Bakar, Tapi saiapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang meragukan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan keberaniannya dalam membela Islam? Dan lebih dari itu, Ali mendengar sendiri betapa seringnya Rasulullah berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar.” Betapa tinggi kedudukan Umar disisi Rasulullah, disisi ayah Fatimah.

Pada saat Umar hijrah, “Wahai Quraisy”, kata Umar, “Hari ini putra Al-Khattab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silahkan hadang Umar dibalik bukit ini!” . Umar adalah lelaki pemberani. Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, ia belum siap menikah. Apalagi menikahi Fatimah binti Rasulullah. Umar jauh lebih baik dan Ali ridha.

Maka Ali kembali bingung ketika kabar itu sampai ditelinganya. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa yang kiranya dikehendaki Rasulullah? Yang seperti Utsman sang milyader kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul Ash kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Dua menantu Rasulullah itu sungguh membuat Ali kehilangan kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya Abdurrahman ibn Auf ang setara dengan mereka. Atau justru Rasulullah ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mempererat kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn Ubadah pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? Muncul begitu banyak pertanyaan dalam lamunan Ali.

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.  “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu baginda Nabi”, ucap temannya dengan yakin. “Aku?”, tanya Ali tak yakin. “Ya, engkau wahai saudaraku!”, balas teman Ali. “Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” Ali semakin sangsi. “Kami dibelakangmu kawan, semoga Allah menolongmu!”, teman Ali memberi dukungan dan harapan.

Ali pun menghadap Rasulullah. Maka dengan memberanikan diri, disampaikan keinginannya untuk menikahi Fatimah. Ya, menikahi, menempatkan Fatimah sebagai seseorang yang selalu didekatnya hingga Ali wafat. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah gumpalan tepung kasar untuk makannya. Tetapi jika ia meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap sampai dirinya mapan,  Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikannya dibatas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai Ali”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya.Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah maha kaya.

Lamarannya berjawab, “Ahlan wa Sahlan!”. Kata itu muncul tenang bersama senyum Rasulullah. Dan Ali pun bingung apa maksudnya. Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Rasulullah bingung untuk menjawab. Ah, mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menangung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati bak bahtera dilautan yang mengampar-ampar. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Rasulullah kawan? Bagaimana lamaranmu?”, tanya sahabat Ali. “Entahlah..” Ucap Ali ragu. Sahabatnya langsung menimpalinya, “Apa maksudmu?”. “Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban?”, Ali bertanya dengan raut muka penasaran. Cinta tak jarang membuat orang nampak tolol. Sahabat Ali menjawab, “Tentu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berati ‘ya’, sahlan juga, dan kau mendapat Ahlan wa Sahlan kawan, dua-duanya berarti ‘ya’”. Dan Ali pun menikahi fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang pada awalnya ingin disumbangkan kawan-kawannya tetapi Rasulullah bersikeras agar Ali membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar dan Umar dalam melamar Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan penantian kosong. Ali adalah gentleman sejati, ia telah menemukan hakikat cintanya pada fatimah putri Rasulullah. Sehingga tidak heran jika pemuda Arab meiliki yel, “Laa Fatan Illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali”.

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali. Ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan. Yang pertama (mempersilahkan) adalah pengorbanan, yang kedua (menagmbil kesempatan) adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang pula apa yang dilakukan oleh putri Rasulullah, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?” dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya karena pemuda itu adalah dirimu”. Subhanallah, ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.

Cinta Tak Pernah Meminta Untuk Menanti

Untukmu saudaraku
Sudah saatnya engkau malu pada Illahmu..
Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa
Tentang angan yang tak pantas dibayangkan
Karena semua itu sebuah pengkhianatan
Pengkhianatan pada-Nya, pada ketetapan-Nya mengenai pasanganmu kelak
Dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
Ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya
Yang menghijabi hatinya
Yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan doa terbaik untukmu
Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu
Karena dengan itu ia menjagamu
Maka dengarkan saudaraku
Tak inginkah kau menghargainya?
Dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu?
Yaitu menundukkan hati dan menjaga pandangan

Nur Abdillah Siddiq, Teknik Fisika ITS 2011
-Staff Media-Isu dan Jurnalistik Jamaah Mesjid Manarul Ilmi
-Staff Humed Lembaga Dakwah Jurusan Fusi Ulul Albab
-Staff Humas Kopma “Dr.Angka” ITS
-Staff Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika
-Pemilik www.Alchemyst.co.cc

Sumber : Manazine edisi 1 Februari 2010 dan Al-Quranul Karim

Rabu, Juli 18, 2012

Banyak orang merasa hidup padahal sesungguhnya mati.
Mereka hidup tapi melakukan aktivitas-aktivitas kematian.
Tidak melakukan apa-apa.
Tidak berkarya.
Tidak berfikir.
Tidak mensyukuri.
Mati rasa.
Mati semangat.
Mati inisiatif.
Mati ide.
Mati langkah.
Usia 10 + 10 + 10 + 10 = 0
Bahkan mungkin minus 100
Tidak ada produksi dari yang dikonsumsi
Tidak ada output dari input yang telah diterima
Seakan disumbat
Macet

Ingin benar-benar hidup?
Hidupkanlah hidup anda sehidup-hidupnya sampai menghidupkan banyak orang di sekeliling anda, pada zaman anda

Kematian Anda mulai terjadi ketika anda berhenti merealisasikan impian-impian anda.

Keinginan anda adalah bagian dari diri anda.
Ketika anda sedang menjalani apa yang benar-benar anda inginkan,
Anda sedang melakukan sesuatu yang muncul dari diri anda sendiri.

Segala sesuatu yang anda lakukan dari keinginan diri anda sendiri akan terasa ringan,
menyenangkan,
menghibur,
bahkan sering kali muncul kekuatan supra alami yang membuat anda tak kenal lelah untuk melakukannya sampai berhasil.
Tak kenal lelah sampai berhasil, tidak bisa tidak !

Menemukan apa yang benar-benar anda inginkan
Membuat anda menikmati seluruh perjuangan hidup anda!

Dengarkanlah kata hati anda


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Juni 15, 2011

5 Alasan Mantan Kekasih Menghubungi kita lagi
Oke, hubungan Anda dan si dia sudah berakhir. Tapi sang mantan masih saja mengirimkan pesan teks ke ponsel Anda; lewat SMS, Whatsapp, Line, KakaoTalk, maupun Blackberry Messenger (BBM). Hal yang dibicarakan pun tidak terlalu penting, misalnya menanyakan keadaan atau apa yang sedang Anda lakukan.

Anda pun bertanya-tanya, apa maksudnya mengirimkan pesan teks setelah putus? Ada beberapa kemungkinan, yang salah satunya mungkin sesuai dengan kondisi Anda saat ini.


1. Perasaan dan Emosi Tidak Hilang Begitu Saja
Ikatan emosional yang telah terjalin lama dan intens saat masih berhubungan, tidak bisa hilang segera setelah kekasih memutusnya. Perasaan cinta atau sayang mungkin masih tertinggal beberapa bulan bahkan tahunan setelah hubungan berakhir.


2. Merindukan Kebersamaan
Terlepas dari sang mantan masih atau sudah tidak mencintai Anda, pasti ada rasa rindu akan momen-momen yang telah dilewatinya bersama Anda walau sekecil apapun. Maka wajar saja jika mantan terkadang masih suka mengirimi SMS atau BBM, karena merasa ada yang hilang dari dirinya.


3. Merasa Bersalah
Jika si pria yang memutuskan hubungan, kemungkinan ada rasa bersalah yang menghinggapinya. Dia masih peduli dan khawatir keadaan mantan kekasihnya pasca putus. Untuk mengobati rasa bersalah itu, biasanya pria akan mengirim SMS atau BBM untuk sekedar menanyakan keadaan wanita yang pernah dicintainya.


4. 'Mengikat' Perasaan Wanitanya
Ada kalanya keputusan besar diambil saat emosi seseorang tidak stabil atau marah besar, termasuk ketika mengakhiri hubungan. Dikutip dari ezineartciles, anyak pria yang terlanjur mengucap kata 'putus' padahal dia belum yakin apakah tindakannya itu benar atau tidak. Untuk memastikannya, biasanya pria akan mencoba 'mengikat' mantannya dengan tetap mengiriminya SMS atau BBM. Kalau-kalau dia berubah pikiran dan ingin kembali padanya.


5. Tidak Ingin Putus Tali Silaturahmi
Meskipun sudah putus, pria mungkin masih ingin menjalin hubungan baik dengan mantan kekasihnya. Mungkin alasan ini terdengar klise dan sepertinya sulit dijalankan, tapi jika ada kesempatan untuk tetap berteman, pria akan mencoba berkomunikasi dengan mantan kekasihnya sesekali.

Setelah tahu beberapa kemungkinan yang paling umum, apa yang sebaiknya dilakukan? Mengabaikan atau membalas pesan teks darinya? Anda bisa melihatnya dari dua sisi. Jika Anda merasa tidak ada pentingnya memiliki koneksi dalam bentuk apapun, sebaiknya jangan merespon SMS atau BBM nya sama sekali. Lakukan hal yang sama bila menurut Anda, masih berhubungan dengannya hanya akan menambah rasa sakit.

Tapi bila Anda masih mengharapkan mantan kembali, tak ada salahnya membalas SMS nya. Namun sebaiknya Anda tidak segera membalas begitu menerima pesan teks darinya.

Dilansir ezinearticles, buat dia sedikit penasaran dengan tidak SMS atau BBM balik beberapa lama. Dengan begitu, dia akan tertantang untuk menelepon Anda. Berbicara langsung lewat telepon hanya memberinya sedikit waktu untuk memikirkan apa yang ingin diucapkan. Jadi, Anda bisa tahu perasaan dia yang sebenarnya dibandingkan hanya melalui pesan teks.

Jika Anda berniat melupakan mantan kekasih, berikut kiatnya :

SETELAH kata putus terucap, satu pertanyaan penting yang sering terlintas di benak kedua pasangan adalah “Dapatkah kembali menjalin persahabatan dengannya?”.
Pertanyaan umum itu memang sering menghinggapi benak banyak pasangan yang baru putus cinta. Dan, tidak banyak wanita yang bisa melakukannya. Pasalnya, meski bagaimana pun juga, kisah asmara telah berakhir. Sehingga, sulit rasanya untuk kembali membina hubungan baik dengan sang mantan.
Kebanyakan yang mencoba untuk tetap berteman dengan mantan, hanya ingin menjaga hubungan baik. Tentu saja, tak dipungkiri, ada kondisi tertentu di mana Anda juga masih membutuhkan kehadiran mantan kekasih karena masih ada rasa cinta yang tersisa.
Antuk melewati masa-masa sulit ini, Divinecaroline melansir sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk melupakan si mantan.

Menghapus si dia dari akun Facebook Anda
Setelah Anda mengambil keputusan untuk tak lagi merajut asmara dengannya, maka untuk sedikit membuang rasa sakit hati, Anda bisa menghapus si mantan dari alamat email dan facebook. Atau, bila perlu hapus semua pesan pendek yang masuk ke handphone Anda.
Dengan begitu, ketika Anda sedang mengalami masa-masa rapuh, Anda tidak akan tergoda untuk menghubunginya. Dan, jika Anda berharap untuk mengawasi mantan dengan melacak setiap statusnya, atau saat si dia tengah online atau berpetualang dengan kencan yang baru, ada baiknya tidak melakukan itu.
Karena, hanya akan membuat Anda bertanya-tanya dengan siapa si dia sedang berbicara atau terobsesi pada wanita seperti apakah dia? Agar terbebas dari rasa sedih, akan lebih baik lagi jika Anda tidak memikirkannya lagi.

Tak perlu menghubungi si dia
Alasan untuk berbicara dengan mantan kekasih melalui telepon adalah, menunggu telepon darinya. Tak perlu lama bersedih, akan lebih baik menghapus nomornya dari ponsel Anda.

Dan, jika si dia tidak juga meninggalkan pesan untuk Anda, segera lupakan pasangan dan teruslah maju menata kembali kehidupan Anda.

Stabilkan dulu emosi Anda
Jika Anda terlalu larut dalam kesedihan dan membagikannya di status Facebook, semua orang akan tahu. Karenanya, menghindari mantan adalah hal yang wajib Anda lakukan.
Biarkan emosi Anda stabil terlebih dahulu hingga Anda siap berkomunikasi dengannya. Tapi, jika Anda melihat mantan terlalu cepat memiliki gandengan baru, maka ini bisa memberikan dampak buruk bagi Anda.

Dalam hal ini, Anda boleh menciptakan jarak dengannya. Anda pun harus menyadari bahwa tali asmara Anda dengannya telah berakhir. Jika emosi sudah stabil, hanya Anda yang dapat menentukan kapan waktu yang pas untuk bertemu atau berkomunikasi dengannya.

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !