Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mental. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 21, 2015

Tidak ada bosannya melihat video ini, The last lecture of Professor Walter Lewin (MIT). You are very great teacher! Very proud of you.
Beberapa point penting yang harus diperhatikan, terutama oleh Para Pengajar dan Dosen. Bagi saya, Prof. Walter Lewin adalah dosen terbaik yang pernah saya lihat cara mengajarnya.

- On average, the preparation for one lecture is about 40 to 60 hours (Wow!). I dry run the lecture in an empty classroom with everything on the black board that I am going to write on the blackboard, pretending that there is a full class in front of me, but there is no one. And i talk to them as if there is one. I do that two weeks before the lecture. Then one week before the lecture, I dry run again. And 5.00 AM of the morning of the lecture, i am at MIT and i give the same lecturer dry run for an empty classroom when the lecture is at 10.00 AM. That's the way i prepare.

-And if u hate it (physics), it is because you have very bad teacher. I make every student, not only in MIT, but all over the world, i make them love physics ! PHYSICS is my live and art history is my love.

Thanks Professor Walter Lewin, you make me love physics!
Berikut video FOR THE LOVE OF PHYSICS.




Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Minggu, April 19, 2015

Saya akui dengan jujur , saya merinding dan sangat terpukul membaca cerita ini. Potret subjektif tentang sistem perkuliahan di Indonesia.
Baca dan Camkan Baik2 !

HİKAYAT KAMPUS GAJAH
Ada sebuah cerita dari negeri para gajah. Alkisah, di sana terdapat sebuah sekolah gajah paling megah di seluruh penjuru negeri. Banyak sekali gajah yang berjalan jauh demi bersekolah di kampus impian tersebut. Kampus Gajah namanya.

Pada suatu hari, akan tiba saatnya Kampus Gajah melahirkan anak-anak didiknya yang sudah selesai menempuh studi di kampus prestius itu. Hari Lahir Sang Gajah, itulah cara mereka menyebut hari wisuda di Negeri Gajah. Hari di mana Kampus Gajah akan melepas para gajah yang terdidik untuk kembali ke hutan belantara yang konon sulit dipecahkan dengan teoritika dan segala macam tetek bengek bangku kampus yang penuh hitungan rumus.

Namun, urusan ini menjadi sangat memprihatinkan. Beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali gajah yang merasa tidak sanggup, bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum kelulusannya, untuk kembali ke hutan belantara.

Hari Lahir Sang Gajah tak lagi penuh suka cita. Penduduk belantara begitu rindu kehadiran gajah di tengah-tengah mereka untuk mengusir rasa takut dari serbuan harimau atau musuh-musuh predator lain, tapi para gajah justru..
.
Para gajah justru berlomba-lomba mendaftarkan diri ke kebun binatang. Rela menjadi hewan peliharaan kebun binatang sehingga semuanya terjamin. Makanan, kesehatan, dan segala hal yang diinginkan gajah selain satu hal, kebebasan.

Ada pula gajah yang malah berlomba mendaftar menjadi gajah sirkus. Rela diperas tenaganya demi mengenyangkan perut para bosnya. Yang penting hidupnya aman, makanan aman, kesehatan aman, asal si gajah tidak melawan ketika diperintahkan. Dan sekian ribu gajah yang dilahirkan oleh Kampus Gajah, bisa dihitung jari jumlahnya yang mampu bertahan di belantara. Sedikit dari mereka yang kemudian menjadi kawan dekat para penghuni hutan yang lain. Mereka adalah gajah yang kemudian menjadi pelindung hutan.

Beberapa gajah mati dalam perjuangannya di belantara. Namun semua tahu, sang gajah mati terhormat. İtu pengakhiran yang baik, bukan?

Walaupun hidup di hutan belantara yang penuh ketidakpastian, hujan lebat, dan yang lain, paling tidak kehadiran gajah membuat para penjarah semakin sulit menebang pohon. Hal ini membuat para monyet begitu bergembira.

Mereka selalu senang hati memetikkan buah pisang untuk sarapan pagi sang gajah. Para burung dengan riangnya mematuki kutu di tubuh gajah ketika merumput. Sebuah keharmonisan yang utuh. Sang Macan tak akan berani mendekat, butuh kekuatan lebih untuk menaklukan binatang yang ukurannya beberapa kali ukuran tubuhnya itu. Lebih dari itu, semua warga belantara tahu, gajah tidak makan daging. İtulah rasa aman yang membuat warga belantara begitu percaya kepadanya.
Minggu depan adalah Hari Lahir Sang Gajah. Kampus Gajah telah menyiapkan pesta yang besar, tetapi warga belantara cemas tidak karuan. Beberapa tahun terakhir ini, tidak ada lagi gajah yang kembali ke hutan.

Sementara di hari yang tak jauh itu, kebun binatang dan opera sirkus membuka lowongan besar-besaran dan penawaran menarik kepada para gajah yang akan lahir. Dengan iming-iming kesejahteraan dan keterjaminan hidup, mereka berusaha merekrut para gajah untuk menjadi mesin uang yang paling cerdas.

Hari ini aku masih menjadi gajah kecil. Gading kecilku patah sebelah kanan, hadiah masa kecil atas sebuah kesalahan, tak sanggup menyelamatkan kawan kancilku yang diterkam singa. Aku seperti terbawa arus. Aku ingin sekali kembali ke belantara, atau jadi gajah sirkus?

(Kurniawan Gunadi, dalam Hujan Matahari)


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Sabtu, April 18, 2015

Bambang Setiawan, Lulusan ITB yang menjadi Pengusaha Jangkrik dengan Omzet 500 Juta Perbulan 

Membaca, tercekat, merinding, takjub, profil salah satu "gajah hutan" dalam istilah Kurniawan Gunadi. Jadi teringat dan merenungi puisi W. S. Rendra, SAJAK SEONGGOK JAGUNG

SAJAK SEONGGOK JAGUNG
Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan. -->(frase puisi paling menyesakkan)
Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya ?
Apakah gunanya seseorang
belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
“ Di sini aku merasa asing dan sepi !"

Berikut kisahnya

Meski tidak memiliki pengalaman dan minim pengetahuan soal budidaya jangkrik, tidak menyurutkan keinginan Bambang Setiawan untuk merambah usaha ini. Terbukti, dengan bekal keyakinan dan tekad yang kuat, kini ia sukses menjadi pengusaha jangkrik beromzet ratusan juta per bulan. Bambang, sapaan akrabnya merintis usaha budidaya jangkrik tahun 2010 dengan mengusung bendera usaha Trust Jaya Jangkrik di bawah naungan CV Jaya Tani di Cirebon, Jawa Barat.Saat itu, ia baru saja lulus dari fakultas teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Kendati bergelar sarjana teknik, tidak membuatnya malu ketika memutuskan menjadi peternak jangkrik.

"Begitu lulus, saya langsung pulang kampung ke Cirebon dan buat usaha setelah beberapa bulan," kata Bambang.  Saat ini, Bambang memiliki lebih dari 65 orang karyawan. Kini, ia tercatat sebagai pembudidaya jangkrik terbesar se-Cirebon. Ada pun kapasitas produksinya 200 kilogram (kg) jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap dibudidayakan. Dari usahanya ini, ia pun diganjar sejumlah penghargaan. Tahun lalu, Bambang dinobatkan menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2014 perwakilan Jawa Barat kategori bidang usaha industri, perdagangan, dan jasa. Penghargaan ini didapat Bambang karena dinilai berhasil membuka industri peternakan jangkrik yang sebelumnya tidak pernah ada di Cirebon. Sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga di Desa Bakungkidul, Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Jangkrik hasil tangkarannya dipasarkan ke Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Pengiriman terbesar ke Bandung sebanyak 100 kg per hari. Kebanyakan jangkrik itu digunakan untuk pakan burung, pakan ikan hias, umpan memancing, dan ada juga yang pesan untuk dijual lagi. Ia membanderol harga 1 kg jangkrik sebesar Rp 45.000-Rp 50.000. Sedangkan telur jangkrik dihargai lebih mahal lagi. Untuk varietas jangkrik alam, harganya Rp 350.000-Rp 400.000 per kg. Sedangkan harga varietas telur jangkrik kalung sebesar Rp 325.000 per kg. Dari usaha ini, ia bisa mendapat omzet Rp 15 juta per hari. Itu belum termasuk dari penjualan telur jangkrik untuk pembibitan. Jika ditotal, Bambang bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan.

Kendati sukses menangguk omzet besar, ia tidak lantas berpuas diri. Belakangan, ia justru ekspansi produk dengan membuat makanan olahan jangkrik. Di antaranya kerupuk jangkrik dengan merek Cricket Chips. "Baru awal Maret ini dibuat," katanya. Kerupuk jangkrik ini dibuat dalam tiga pilihan rasa, yakni original, keju, dan pedas dengan kemasan 175 gram. Harga per bungkus Rp 25.000. Lantaran baru, skala produksinya belum terlalu besar dan pemasarannya baru terbatas di wilayah Cirebon. Dalam waktu dekat, ia juga ingin meluaskan jangkauan pasarnya ke Sumatra dan wilayah lain di luar Jawa.






Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Jumat, Maret 29, 2013

Oleh : Nur Abdillah Siddiq / 2411100081

“Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”
(Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2)

Umar Bin Khattab RA, Khalifah ke-2

Umurnya masih 18 tahun, ketika Rasulullah mengangkatnya secara langsung sebagai commander of war (komandan perang) pasukan Islam untuk menyerbu wilayah Syam. Padahal diantara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua dari dirinya, seperti Abu Bakar, Umar Bin Khattab dan sahabat Rasulullah lainnya. Dia adalah Usamah Bin Zaid. 

Usamah Bin Zaid adalah tauladan pemuda muslim yang telah menorehkan tinta emas sejarah Islam. Selain Umar Bin Zaid, terdapat pemuda muslim cemerlang dan luar biasa lainnya seperti Tariq bin Ziyad yang kuat, Abdullah bin Mas’ud yang amanah, Abdullah bin Abbas yang berilmu, Zaid bin Tsabit yang cerdas, Ali bin Abi Thalib yang perkasa, Muhammad al-Fatih sang penakluk dan banyak tokoh pemuda muslim lainnya. Sejarah hidup mereka penuh dengan kegemilangan dalam kontribusi mereka bagi dunia dan Islam, sehingga Islam dengan kehendak Allah SWT pernah mencapai masa kejayaannya.

Dari masa kemasa sosok pemuda memiliki andil serta peran penting terkait dengan masalah peradaban universal, termasuk dalam membangun umat. The best agent of change merupakan frase yang paling tepat menggambarkan sepak terjang pemuda dalam perspektif sejarah Islam maupun dunia. Dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat serta sumber kekuatan pembela terhadap aqidah dan ideologi. Islam tak bisa di lepaskan dari pemuda, karena Islam itu sendiri tumbuh dan besar karena banyaknya pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya.

Bertahun tahun Islam di buat bangga dengan kehadiran pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya, namun dewasa ini pemuda-pemuda Islam tampak kehilangan arah, mengalami stagnasi kreatifitas, keluar dari rotasi fitrahnya, dan kehilangan figur teladan dalam kehidupan. Saat ini banyak diantara pemuda kaum muslimin terjerat virus globalisasi yang akhirnya menghilangkan sosok-sosok pemuda luar biasa sepanjang sejarah Islam. Bahkan yang disebarluaskan adalah artis-artis yang merupakan produk kefanaan dunia. Kehilangan sosok tauladan berakibat pada meniru tingkah laku barat yang tidak baik dan bertabiat buruk. Mulai dari hedonisme, hura-hura, foya-foya, pacaran, dll. Hal tersebut sangat menyedihkan mengingat cuplikan sejarah pemuda yang begitu impresif dalam bentang sejarah peradaban Islam dan dunia.

Jika dahulu Islam pernah mencapai masa kejayaannya, maka saat ini merupakan hal yang sangat wajar bagi umat Islam untuk mengupayakannya kembali. Sekali mutiara tetaplah mutiara, yang perlu kita lakukan sebagai seorang pemuda muslim adalah mengangkat mutiara yang telah lama berada dalam kubangan lumpur tersebut.

Untuk membangun umat dan mengupayakan kembali kejayaan Islam, pemuda muslim yang terlena dengan kehidupan dunia, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, harus diberitahu bahwa sebagai seorang pemuda muslim, bahwa secara default mereka memiliki peran untuk membangun umat Islam. Banyak sekali peran pemuda dalam membangun umat, tetapi berdasarkan kondisi saat ini peran pemuda dalam membangun Islam antara lain:

(1) Pemuda Sebagai Inisiator Persatuan Umat Islam
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Perpecahan yang terjadi pada umat Islam, para ulama, dan para syaikhnya, serta para pemimpin dan pembesarnya sangat disukai oleh musuh-musuh Islam. Dan, hal itu bisa terjadi lantaran mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Indonesia tidak akan pernah merdeka jika dahulu tidak ada semangat persatuan yang di inisiasi oleh pemuda. Begitu pula dengan umat Islam, tidak akan pernah mencapai kejayaan jika pemuda tidak menjadi inisiator persatuan umat. Persatuan adalah hal yang penting dan mendesak dalam kehidupan umat Islam, terlebih ketika umat dalam kondisi berjuang.
Apabila dulu dengan semangat anti kolonialisme Soekarno pernah menggabung seluruh bangsa-bangsa terjajah didunia dalam sebuah gerakan internasional, maka sekarang para pemuda muslim juga harus mewarisi semangat tersebut agar umat Islam tidak dibuat panik oleh krisis, agar umat Islam tidak dibuat bertengkar oleh masalah-masalah kecil, agar umat Islam tidak dibuat terpecah oleh perkara-perkara yang membuat umat Islam tidak akan pernah menjadi umat yang besar, agar umat Islam tidak terpisah oleh sekat-sekat kecil dan tipis diantara mereka. Kejayaan Islam dahulu adalah karya akumulatif antar generasi, kejayaan umat Islam tidak akan pernah berdiri hanya dengan darah satu pemuda, hanya dengan air mata satu pemuda, hanya dengan ide satu pemuda, oleh karena itu yang diperlukan oleh umat muslim dimasa depan bukanlah seorang pemuda, tetapi suatu persatuan pemuda yang menginiasi persatuan umat.

(2) Pemuda Sebagai Pembaharu Media
Sayyid Qutb berkata “Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, tetapi satu tulisan dapat menembus 1000 kepala”. Ghazwul Fikr (perang pemikiran yang bertujuan mengikis nilai-nilai ke-Islaman seseorang) dilancarkan melalui media. Pihak yang mampu menguasai media akan menang. Oleh karena itu medan perang sesungguhnya bagi para pemuda muslim bukanlah lapangan untuk bertempur, tetapi media.
Media yang cukup memberikan pengaruh besar bagi masyarakat adalah surat kabar dan Televisi. Surat kabar karena media ini merupakan media cetak periodik yang sangat terjangkau, mudah didapat, beritanya aktual, dan terbit setiap hari (jarak periode terbitnya sangat dekat). Memang semakin dekat jeda waktu terbitnya suatu media semakin besar pula efek yang dihasilkan. Sedangkan televisi, adalah media yang memiliki pengaruh tertinggi hingga saat ini karena televisi adalah media yang melibatkan indera terbanyak bagi audiensnya. Dengan menggunakan audio dan visual, televisi mampu mempengaruhi lebih kuat pada emosional seseorang.
Disinilah peran pemuda muslim sebagai pembaharu media sangat dibutuhkan, mengingat media mengarahkan umat Islam kepada isme-isme yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Kreatif, pemberani, semangat yang berkobar, selalu ingin tahu, dan mendobrak batas adalah ciri khas pemuda yang dapat disalurkan melalui media.

(3) Pemuda Sebagai Pengusaha Berbasiskan Syariah
Nabi Muhammad SAW telah terlibat bisnis Internasional dengan pamannya (Abu Thalib) sejak berumur 12 tahun, kemudian memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan hingga beliau menerima wahyu ketika berumur 37 tahun. Dengan demikian, Rasulullah telah berprofesi sebagai pedagang selama ± 25 tahun dibandingkan dengan masa kenabiannya selama ± 23 tahun.
Dalam Islam, semangat wirausaha justru begitu jelas. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk bekerja dengan tangannya sendiri. Dalam bentangan sejarah, Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah pelaku bisnis yang sukses. Memang, salah satu aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang rasul, pemimpin masyarakat, dan pemimpin militer. Padahal, sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah sebagai seorang pengusaha.

Indonesia memiliki tokoh-tokoh agama sekaligus pengusaha sukses, seperti tokoh nasional K.H. Ahmad Dahlan dengan usaha batiknya. Bahkan dalam sejarah gerakan kemerdekaan Indonesia dikenal tokoh-tokoh agama yang terhimpun dalam Syarikat Dagang Indonesia. Disinilah pemuda dapat ikut andil dalam membangun umat dengan menjadi pengusaha yang berbasiskan syariah.

Jika ada warisan dari orang bijak seperti Rasulullah, kita juga mendapatkan warisan dari seorang bijak yang lain yakni Umar bin Khattab, beliau pernah mengatakan “Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”. Umat Islam saat ini sedang menghadapi masalah yang serius dan yang bisa menyelesaikan masalah yang serius ini adalah pemuda muslim.



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Desember 12, 2012

Senyum Balita yang menggemaskan :-)
Perjalanan hidup kita dimulai disaat kita dilahirkan sebagai bayi yang lucu dan menggemaskan. Kemudian kita tumbuh dan berkembang menjadi balita, anak-anak, remaja, hingga menjadi orang dewasa. Tahukah Anda bahwa bayi/balita memiliki kekuatan yang luar biasa? Ya,sesosok bayi telah diberikan kekuatan positif dan alami oleh Tuhan untuk terus mencoba dan tetap bangkit setelah mengalami kegagalan.
Di dalam buku monumentalnya yang berjudul “Dare to Fail”, Billy P.S. Lim menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan survei terhadap balita, didapatkan fakta yang sangat mencengangkan, bahwa balita membutuhkan jatuh dan bangun sekitar 240 kali ketika mereka belajar berjalan. Apakah anda berfikir bahwa ketika balita tersebut jatuh, dia akan menyalahkan orang tuanya yang tidak menjaganya atau mengeluh bahwa lantainya licin? Tentu saja tidak! Balita tidak mengembangkan kemampuan seperti itu, menyalahkan dan mengeluh. Mereka terlihat sangat menikmati proses. Mereka tidak berfikir lama dan banyak pertimbangan untuk memutuskan bangkit berdiri setelah jatuh tersungkur. Mereka tersenyum dan mencoba berjalan, jatuh, bangun, mencoba berjalan lagi, jatuh lagi, bangun lagi, dan berjalan kembali. Sampai kapan mereka melakukannya? Sampai mereka bisa berjalan. 
Dapatkah Anda membaxangkan jika balita menyerah setelah mencoba bangun 200 kali? Bagaimana jika balita marah lalu kemudian menyerah untuk tidak belajar berjalan lagi? Ya, kita semua tahu jawabannya. Balita tersebut tidak mampu berjalan sepanjang sisa hidupnya, selamanya. Namun, meski mereka mengalami dan bersinggungan dengan kegagalan berkali-kali, mereka bekerja keras untuk bangun dan berjalan. Seakan-akan tidak ada lagi pilihan bagi balita jika mereka ingin bisa berjalan. 

Sejak awal Tuhan telah memberikan pelajaran berharga bagi diri kita, bahwa KEGAGALAN adalah kunci untuk meraih kesuksesan. Setujukah Anda bahwa kita sebagai manusia memiliki antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan hewan? Apakah Anda berfikir bahwa kucing selalu bisa dan pasti bisa menangkap tikus? Tentu saja tidak. Setelah gagal lima kali, akankah mereka berhenti dan berkata pada dirinya sendiri “Aku adalah kucing pecundang”? Sekali lagi tidak. Kucing meningkatkan kerjanya, menjadi lebih cerdas dan keras. Ide untuk MENYERAH tidak pernah hinggap di pikiran seekor kucing. Menyerah berarti mati kelaparan. Bagaimana dengan seekor burung? Ketika dia terbang untuk mencari makanan bagi anak-anaknya, pernahkah dia kembali dengan mulut kosong dan berkata kepada anaknya “Nak, lebih baik hari ini kita puasa”? Untuk kedua kalinya, saya berkata dengan tegas kepada Anda, Tidak. Ibu burung akan terbang dari sangkarnya dengan yakin dan percaya diri, juga menyatakan tidak akan kembali sebelum mendapatkan makanan untuk anak-anaknya. 
Lantas, bagaiamana dengan sikap kita ketika menghadapi kegagalan?
Bisakah kita  belajar dari balita, seekor kucing, dan ibu burung? 
Jika kita bisa, itu berarti bahwa kita harus BANGKIT di setiap kita mengalami KEGAGALAN.

Berapa kali kita harus gagal? HINGGA KITA BERHASIL MEWUJUDKAN APA YANG KITA INGINKAN. Di setiap saat Anda bertemu kegagalan, berteriaklah secara antusias kepada diri anda sendiri,
 “Saya menjadi lebih dekat dengan KEBERHASILAN saya!!!” 
Catatan Kecil,
"Lautan yang tenang tidak pernah mencetak pelaut yang tangguh"
"Seseorang yang mencoba kemudian gagal, jauh lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang yang tidak melakukan apa-apa kemudian berhasil"
 

 

Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Gunakanlah prinsip tukang batu
Di dalam seminar motivasi dan pengembangan diri, seorang motivator atau coach sering bertanya kepada audiens “Apakah Anda ingin menjadi PEMENANG?”. Lalu audiens biasanya menjawab secara serempak dengan jawaban yang lantang “Yaaaa”. Kemudian ditanya lagi, “Siapa yang ingin menjadi PEMENANG?”, lagi dengan serempak semua peserta seminar mengangkat tangannya ke udara tinggi-tinggi. Namun, ketika pertanyaannya diubah dari “Apakah Anda ingin” ke “Apakah Anda siap”, maka banyak dari audiens terlihat ragu untuk memberikan jawaban. 
Setiap orang pasti ingin berhasil dan sukses, tetapi hanya sedikit sekali orang yang MAU dan BERKETETAPAN HATI untuk membayar harganya.
Yang perlu diingat adalah yang membuat orang berhasil/sukses bukanlah apa yang ia tahu, tetapi tindakan yang berasal dari apa yang ia tahu. Tahu saja tidak cukup, ia harus melakukan apa yang ia ketahui. Lihatlah seorang tukang batu ketika ia sedang bekerja keras untuk memecahkan batu yang besar dan keras. Anda melihat bahwa tukang batu tersebut memukul batu beberapa kali dengan palunya dan tidak terjadi apa-apa pada batu yang telah dipukulnya. Di pukulan ke 101, baru batu pecah menjadi dua. Pertanyaannya adalah apakah pukulan yang ke-101 lebih keras dan lebih bertenaga dari pada 100 pukulan sebelumnya? Tentu saja tidak ! Kenyataannya adalah setiap pukulan dari pukulan pertama hingga ke 101 yang mampu memecahkan batu, semua adalah proses untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pecahnya batu. Tenaga yang digunakanpun dari pukulan pertama hingga pukulan ke-101 adalah sama. Bagaimanapun, banyak audiens atau peserta seminar yang mengikuti seminar motivasi bergabung dengan semangat berapi-api dan hanya ingin tahu strategi untuk melakukan pukulan ke 101 tanpa ingin melewati proses dari pukulan pertama hingga pukulan ke 100. Dan parahnya lagi, mereka hanya ingin tahu, tidak ingin melakukannya!

Kemudian ketika Anda telah melakukan apa yang diajarkan dalam seminar dan kemudian gagal, maka ingalah kisah tukang batu di atas. Mungkin kegagalan Anda masih belum cukup. Apakah Anda tahu kisah sukses Kolonel Sander si pendiri KFC? Apakah Anda berfikir bahwa resep ayam gorengnya-lah penyebab satu-satunya kesuksesan fantastisnya? Tidak. Keberhasilannya tidak semata-mata ditentukan oleh resepnya, tetapi lebih ditentukan oleh kegigihannya dan keteguhannya untuk terus berjuang dan terus bangkit dari satu penolakan ke penolakan lainnya. Dari investor pertama hingga investor ke 1008 yang dia kunjungi, investor ke 1009 lah yang baru menyetujui proposal bisnisnya.
Jika keberhasilan adalah suatu proses, begitu pula kegagalan. 
Belajar dari penderita kanker paru-paru. Apakah ia langsung menderita penyakit kronis kanker paru-paru? Bagaimana dengan seorang lelaki yang tetap kuat dan sehat meskipun di usianya yang tua? Kegagalan dan kesuksesan mengikuti pola sebab dan akibat. Jadi, jika Anda tidak menyukai suatu “efek” yang terjadi di hidup Anda, bekerja keraslah untuk merubah “penyebabnya”. Kegagalan, tantangan, hambatan, dan kesalahan dari masa lalu adalah proses alamiah untuk mecapai keberhasilan. Kegagalan dan kesuksesan adalah seperti malam dan siang, dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Jadi, Semua Seminar Motivasi dan Pengembangan diri itu sia-sia jika Anda tidak menerapkan apa yang anda dapat dalam Seminar Motivasi dan Pengembangan diri tersebut.

Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.
-->

Pemain Tenis Roger Federer
Lihatlah CEO terkemuka seperti Bill Gates, Soichiro Honda, Steve Jobs dan CEO sukses lainnya. Mereka adalah orang yang telah bukan sekali dua kali, tetapi gagal beribu kali dan telah melakukan kesalahan besar sebelum mereka meraih kesuksesan. Mereka menyadari bahwa kegagalan hanyalah sementara sehingga mereka bisa lebih bersiap diri untuk bangkit ketika pintu kesempatan berikutnya terbuka. Orang yang belum pernah mencoba tidak akan pernah tahu berapa banyak kesempatan yang akan dilewatkannya. Belajar dari pengalaman dalam siklus kehidupan yang terus berputar, apakah seseorang dari kita bisa terus memastikan berada di jalan yang tepat? Saya yakin bahwa banyak sekali dari kita yang telah gagal berkali-kali. Tetapi itu semakin memicu kita untuk melakukan sesuatu yang lebih. Namun, kenyataan sekarang menunjukkan bahwa banyak orang dewasa yang hanya gagal sekali dua kali, kemudian memutuskan untuk mendeklarasikan diri “Akulah pecundang”.
Selalu asah mental anda, kita belajar di dalam universitas kehidupan bahwa sukses adalah perjalanan dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya. Seorang bijak berkata, “Hal terpenting bukanlah apakah kamu telah gagal tetapi apakah kamu telah puas dengan kegagalanmu.”

Miris jika melihat banyak orang ingin melihat hasilnya lebih dulu dan mendapatkan hasilnya lebih dulu, dibandingkan dengan bekerja lebih dulu. MENUNGGU KESUKSESAN ADALAH KEGAGALAN. Mereka percaya pada konsep yang salah seperti “Anda harus menanam benih kemudian Anda dapat menikmati buahnya.”

Apa yang Anda fikirkan ketika pemain tenis hanya melihat papan skor, menunggu untuk menang, akankah dia memenangkan permainan? Tidak akan pernah. Cara satu-satunya untuk memenangkan permainan adalah untuk terus fokus dimana bola tenis tersebut dipantulkan. Semakin lama dia bisa memukul bola tenis tersebut dengan baik, maka dia tidak perlu khawatir mengenai papan skornya. Kesimpulannya adalah kita harus fokus pada proses, lalu hasil yang terbaik akan datang dengan sendirinya.

Di dalam ilmu kelautan, ditemukan bahwa hanya 4% dari 100 tiram yang memiliki mutiara. Jika Anda mengambil 100 tiram dengan harapan bisa mendapatkan 4 mutiara, maka Anda harus bertemu dengan berlusin-lusin kegagalan sebelum Anda bisa mendapatkan 4 kerang yang berisi mutiara. Kebanyakan orang berhenti setelah mencoba beberapa kali dan tentu saja mereka tidak mendapatkan satupun mutiara.

Beberapa orang mengaku bahwa mereka telah bekerja sangat keras tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka gagal. Faktanya mereka berhenti mencoba sebelum meraih sukses. Hanya segelintir orang yang terus mencoba meskipun mereka tidak menemukan satupun mutiara di dalam tiram yang ke 96. Tetapi di akhir, mereka mendapatkan 4 mutiara sekaligus. Banyak orang tidak tahu tentang hakikat kerja keras dibalik kesuksesan orang-orang hebat.Jika mereka melihat lebih dalam lagi, mereka akan mengetahui bahwa keberuntungan mereka hanya akan datang setelah menjalani dan melewati semua kegagalan. Faktanya adalah banyak orang yang mengangkat langkahnya mengambil jalan berputar setelah mengalami sedikit kegagalan dan mereka menolak untuk terus berjuang ketika mereka menghadapi kegagalan lainnya.

Kerja keras tidak akan ada artinya tanpa istiqomah/konsistensi untuk terus meraih tujuan. Sampai kapan kita akan konsisten, sampai meraih apa yang kita inginkan.

So, hardwork is bullshit without consistently (Kerja keras itu omong kosong tanpa konsistensi).



Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, santri SDM IPTEK, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !