Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 12, 2012

Mawar adalah lambang cinta
  “Laa fatan illa ‘Aliyyan” Kalimat tersebut adalah jargon pemuda Arab yang memiliki arti “Tak ada pemuda kecuali Ali”. Apa yang dilakukan oleh seorang Ali sehingga ia dijadikan yel-yel oleh pemuda Arab? Tak lain adalah pengetahuannya tentang hakikat cinta dan kegigihan cintanya kepada putri Rasulullah SAW. Cinta adalah hal fitrah yang dimiliki oleh setiap orang. Islam pun mengakui adanya rasa cinta yang bersemayam di dalam dada keturunan Adam. Ketika seseorang jatuh cinta, maka hal itu adalah Anugerah dari Allah SWT. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis, dan lain-lainnya. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14). Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis tidaklah dilarang dalam agama Islam. Tetapi yang harus digarisbawahi adalah Bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan cinta yang mengendalikan diri kita, tetapi diri kita yang mengendalikan cinta. Ini penting, mengingat pemuda zaman sekarang begitu mudahnya dikendalikan oleh cinta. Tidak demikian hal nya dengan Ali, ia mampu membingkai perasaannya dan bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Kekagumannya pada putri Rasulullah mampu membuahkan rasa cinta dalam hatinya. Bagaimana tidak, putri tersayang dari Rasulullah yang adalah sepupunya itu , sungguh mempesonanya. Ibadahnya, kesantunannya, kecekatan kerjanya, keberaniannya, dan parasnya. Lihatlah gadis itu, pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta, Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bakar perca, kemudian ia tempelkan ke luka untuk menghentikan aliran darah pada luka ayahnya. Semuanya dilakukan dengan hati menangis dan mata gerimis. “Muhammad Rasulullah tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!”, cetus Fatimah setelah membersihkan luka ayahnya. Maka gadis itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju ka’bah, tak ada yang bisa menghentikan langkahnya meskipun ia seorang perempuan. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa  hingga keluar air matanya membanggakan tindakannya pada Rasulullah, mendadak dicekam diam. Fatimah, seorang perempuan, menghardik mereka, pimpinan dan memuka Quraisy. Seolah-olah waktu terhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Dalam kekaguman Ali kepada Fatimah, Ali sempat tersentak mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah. Lelaki yang sangat totalitas, membela Islam dengan jiwa dan harta sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak lagi diragukan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. “Allah mengujiku rupanya”, begitu suara batin Ali berkata. Ia merasa diuji karena merasa tak ada apa-apanya jika disandingkan dan disejajarkan dengan Abu Bakar. Kedudukan disamping Nabi? Abu Bakar lebih utama, keimanan dan pembelaan Abu Bakar pada Allah dan Rasulnya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Rasulullah dalam hijrah, bagaimana Abu Bakar berdakwah sehingga betapa banyak tokoh, pemuka, saudagar dan bangsawan Makkah yang memeluk Islam karena sentuhannya, bagaimana Abu Bakar membebaskan budak seperti Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, dan Abdullah ibn Mas’ud. Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insyaAllah bisa membahagiakan Fatimah. Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali disaat hatinya sedang bergejolak. “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”. Jodoh memang sepenuhnya ditangan Sang Khaliq, Allah SWT. Meskipun menurut kita seakan-akan tak ada harapan, tetapi Allah menjawab doa manusia yang berikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Beberapa waktu berselang, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harapan di hatinya yang sempat layu, lamaran Abu Bakar ditolak. Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ternyata ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat  kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat setan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut, yakni Umar ibn Al Khattab. Al-Faruq (julukan untuk Umar), sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu Bakar, Tapi saiapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang meragukan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan keberaniannya dalam membela Islam? Dan lebih dari itu, Ali mendengar sendiri betapa seringnya Rasulullah berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar.” Betapa tinggi kedudukan Umar disisi Rasulullah, disisi ayah Fatimah. Pada saat Umar hijrah, “Wahai Quraisy”, kata Umar, “Hari ini putra Al-Khattab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silahkan hadang Umar dibalik bukit ini!” . Umar adalah lelaki pemberani. Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, ia belum siap menikah. Apalagi menikahi Fatimah binti Rasulullah. Umar jauh lebih baik dan Ali ridha. Maka Ali kembali bingung ketika kabar itu sampai ditelinganya. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa yang kiranya dikehendaki Rasulullah? Yang seperti Utsman sang milyader kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul Ash kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Dua menantu Rasulullah itu sungguh membuat Ali kehilangan kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya Abdurrahman ibn Auf ang setara dengan mereka. Atau justru Rasulullah ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mempererat kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn Ubadah pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? Muncul begitu banyak pertanyaan dalam lamunan Ali. “Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.  “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu baginda Nabi”, ucap temannya dengan yakin. “Aku?”, tanya Ali tak yakin. “Ya, engkau wahai saudaraku!”, balas teman Ali. “Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” Ali semakin sangsi. “Kami dibelakangmu kawan, semoga Allah menolongmu!”, teman Ali memberi dukungan dan harapan. Ali pun menghadap Rasulullah. Maka dengan memberanikan diri, disampaikan keinginannya untuk menikahi Fatimah. Ya, menikahi, menempatkan Fatimah sebagai seseorang yang selalu didekatnya hingga Ali wafat. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah gumpalan tepung kasar untuk makannya. Tetapi jika ia meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap sampai dirinya mapan,  Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikannya dibatas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai Ali”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya.Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah maha kaya. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa Sahlan!”. Kata itu muncul tenang bersama senyum Rasulullah. Dan Ali pun bingung apa maksudnya. Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Rasulullah bingung untuk menjawab. Ah, mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menangung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati bak bahtera dilautan yang mengampar-ampar. Ah, itu menyakitkan. “Bagaimana jawab Rasulullah kawan? Bagaimana lamaranmu?”, tanya sahabat Ali. “Entahlah..” Ucap Ali ragu. Sahabatnya langsung menimpalinya, “Apa maksudmu?”. “Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban?”, Ali bertanya dengan raut muka penasaran. Cinta tak jarang membuat orang nampak tolol. Sahabat Ali menjawab, “Tentu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berati ‘ya’, sahlan juga, dan kau mendapat Ahlan wa Sahlan kawan, dua-duanya berarti ‘ya’”. Dan Ali pun menikahi fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang pada awalnya ingin disumbangkan kawan-kawannya tetapi Rasulullah bersikeras agar Ali membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar dan Umar dalam melamar Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan penantian kosong. Ali adalah gentleman sejati, ia telah menemukan hakikat cintanya pada fatimah putri Rasulullah. Sehingga tidak heran jika pemuda Arab meiliki yel, “Laa Fatan Illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali”. Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali. Ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan. Yang pertama (mempersilahkan) adalah pengorbanan, yang kedua (menagmbil kesempatan) adalah keberanian. Dan ternyata tak kurang pula apa yang dilakukan oleh putri Rasulullah, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?” dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya karena pemuda itu adalah dirimu”. Subhanallah, ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba. Cinta Tak Pernah Meminta Untuk Menanti Untukmu saudaraku Sudah saatnya engkau malu pada Illahmu.. Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa Tentang angan yang tak pantas dibayangkan Karena semua itu sebuah pengkhianatan Pengkhianatan pada-Nya, pada ketetapan-Nya mengenai pasanganmu kelak Dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu Ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya Yang menghijabi hatinya Yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan doa terbaik untukmu Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu Karena dengan itu ia menjagamu Maka dengarkan saudaraku Tak inginkah kau menghargainya? Dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu? Yaitu menundukkan hati dan menjaga pandangan
Keyword : Ali, Cinta, Rasulullah, Fatimah, Muslim Sejati, Abu Bakar, Umar ibn Khattab, Penantian Cinta, Menanti Cinta, Pengorbanan, Keberanian, Cinta Sejati, Lawan Jenis


Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS, sedang menggeluti NanoTeknologi dan dunia pengembangan diri.Memiliki misi besar untuk menjadi insan yang memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih). Bagi yang ingin melakukan konsultasi mengenai pengembangan diri menuju legenda pribadi, dapat menghubungi via email Siddiq.tf@gmail.com atau no.hp 087750118140.

Rabu, Oktober 31, 2012


The_Alchemist

Sang Alkemis (Bahasa Portugis: O Alquimista) adalah sebuah novel fiksi karya Paulo Coelho dan pertama kali diterbitkan di Brazil pada tahun 1988.

Novel ini adalah karya Coelho yang paling terkenal diantara karyanya yang lain dan terjual dalam jumlah besar (best seller). Pada buku ini Coelho menuliskan alur penceritaan simbolik yang mendorong pembacanya agar mengejar mimpi mereka.
Kisah ini menceritakan perjalanan seorang gembala dalam mencari harta karun di mana harta karun tersebut muncul dalam mimpinya. Banyak cerita simbolis yang berkaitan dengan Alkitab dan agama Kristen.

Novel ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak gembala Spanyol bernama Santiago yang bermimpi melakukan perjalanan, melihat banyak orang dan kultur. Dia seorang laki-laki, maka dia menjadi gembala, dan menjaga dombanya; tetapi tidak memadamkan keinginannya untuk berkelana. Santiago pergi ke seorang wanita Gipsy tua untuk menanyakan tafsir dari mimpi yang dilihatnya dua hari berturut-turut. Wanita Gipsy tua itu mengatakan bahwa mimpinya itu menuntunnya untuk mencari harta karun yang terpendam di Piramida Besar di Mesir. Santiago tidak terlalu percaya hal itu, tapi wanita tua itu berkata, jika dia jadi mencari harta karun itu, dia harus membagi sepersepuluh dari harta itu ke wanita tua itu.
Santiago sepakat kemudian meninggalkan wanita Gipsy itu. Dia duduk-duduk di bangku, menunggu matahari tenggelam sambil membaca bukunya ketika seorang pria tua bernama Melchizedek, yang menjuluki dirinya sebagai raja Salem, duduk di sampingnya. Pria tua itu mengajarinya bagaimana cara mengejar mimpinya, dan juga tentang Legenda Personal. Santiago akhirnya memutuskan untuk mengunjungi piramida untuk mengejar mimpinya. Santiago tahu bahwa dia harus mengorbankan banyak hal untuk bisa mencapai itu. Dia menjual dombanya dan memulai perjalanannya. AWalnya dia tidak tahu kemana dia harus pergi sampai akhirnya dia mencapai Tangier, Afrika. Di sana uangnya dirampok. Tetapi, dia bertemu dengan saudagar kristal di jalanan pasar. Mereka menjadi teman baik dan saudagar itu membolehkan si pemuda untuk bekerja padanya.
Dalam setahun, si pemuda menginspirasi saudagar kristal untuk mengubah banyak hal di tokonya. Dan hasilnya, semakin banyak pengunjung yang datang untuk membeli kristal sehingga bisnisnya semakin besar, sehingga Santiago juga menerima uang yang cukup untuk menutupi kehilangannya. Setelah dirasa mencukupi, Santiago secepatnya pergi dan memulai perjalanan pulang. Dalam perjalanan, dia bertemu dengan sekelompok orang, salah satunya adalah seorang pria Inggris yang sedang mencari pengetahuan tentang alkemis dan ahli kimia berusia 200 tahun. Kafilah itu melakukan perjalanan melalui padang pasir dengan karavan menuju Piramida. Kata-kata lelaki Inggris itu menginspirasi Santiago untuk melanjutkan pencarian harta karunnya, dan dia akhirnya bergabung dengan kafilah tersebut. Setelah beberapa bulan, mereka sampai di sebuah oase di tengah gurun. Di sana, dia bertemu seorang gadis bernama Fatima, dan jatuh cinta padanya. Si pemuda percaya bahwa dia telah menemukan harta karunnya, menemukan cintanya, dan ingin terus bersama dengan kekasihnya serta orang-orang yang ditemuinya di sisa hidupnya. Sementara itu, perang terjadi di sekitar oase. Seseorang dengan topeng anehnya di atas kudanya, menyebut dirinya sebagai Sang Alkemis, dan mulai menanyai si pemuda tentang alkemi/kimia.
Sehari setelah peperangan, si pemuda melihat sang Alkemis saat matahari tenggelam, yang memintanya untuk berkepak dan melakukan perjalanan bersama dia, meninggalkan oase menuju piramida. Setelah Santiago dan sang Alkemis meninggalkan kamp musuh, mereka berhenti di gereja tua dekat Piramida untuk menggunakan dapur di gereja itu. Setelah itu, si pemuda dan sang Alkemis menempuh jalannya sendiri-sendiri, dan Santiago berjalan menuju Piramida yang masih membutuhkan perjalanan 3 jam lagi. Dalam hatinya, dia diliputi kecemasan dan kegembiraan karena akhirnya dia mencapai mimpinya. Si pemuda mulai menggali, tetapi kemudian diserang oleh sekelompok begal. Mereka menyiksanya sampai hampir mati. Untuk menyelamatkan hidupnya, si pemuda menceritakan mimpinya tentang harta karun yang terpendam di situ.

Senin, Agustus 27, 2012


Aku ingin menjadi kembang di taman,
Bukan menjadi kembang di jalanan.
Aku ingin menjadi kembang di taman,
Yang selalu terjaga dari debu jalanan
 .
Aku ingin menjadi kembang di taman,
Agar tak mudah dihinggapi kumbang-kumbang jalanan.
Mewangi, menjadikan aku tetap terlindungi.
Menjadi kembang yang selalu terjaga,
Menjadi kembang yang selalu mempesona.
Dalam keanggunan menjaga fitrah,
Dalam kemuliaan menjaga kesucian.

Aku tak mau didekati kumbang-kumbang yang cuma mau menghisap madu,
Setelah itu pergi berlalu.
Aku tak mau dibuai rayuan-rayuan palsunya.
Yang begitu merdu didengar, yang begitu indah di angan, padahal kenyataannya. Begitu pahit di rasa.


Jangan ajak aku pacaran, karena cinta demikian bukanlah hubungan yang dihalalkan.
Jangan ajak aku pacaran, karena pacaran begitu dekat dengan kemaksiatan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku tak mau kehormatanku tergadaikan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku dibalik keindahannya justru akan membutakan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku ingin menjaga kesucian.

Dan jangan ajak aku pacaran, karena aku takut buaiannya melunturkan cintaku kepada-Nya.
Jangan katakan aku sok alim, jangan katakan aku sok suci.
Akan tetapi, aku hanya ingin tetap menjaga diri,
Aku hanya ingin tetap menahan diri,
Aku hanya ingin patuh kepada Ilahi.


Jumat, Agustus 03, 2012

Mawar adalah lambang cinta


“Laa fatan illa ‘Aliyyan”

Kalimat tersebut adalah jargon pemuda Arab yang memiliki arti “Tak ada pemuda kecuali Ali”. Apa yang dilakukan oleh seorang Ali sehingga ia dijadikan yel-yel oleh pemuda Arab? Tak lain adalah pengetahuannya tentang hakikat cinta dan kegigihan cintanya kepada putri Rasulullah SAW.

Cinta adalah hal fitrah yang dimiliki oleh setiap orang. Islam pun mengakui adanya rasa cinta yang bersemayam di dalam dada keturunan Adam. Ketika seseorang jatuh cinta, maka hal itu adalah Anugerah dari Allah SWT. Termasuk rasa cinta kepada lawan jenis, dan lain-lainnya. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14).

Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis tidaklah dilarang dalam agama Islam. Tetapi yang harus digarisbawahi adalah Bagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan cinta yang mengendalikan diri kita, tetapi diri kita yang mengendalikan cinta. Ini penting, mengingat pemuda zaman sekarang begitu mudahnya dikendalikan oleh cinta.
Tidak demikian hal nya dengan Ali, ia mampu membingkai perasaannya dan bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Kekagumannya pada putri Rasulullah mampu membuahkan rasa cinta dalam hatinya. Bagaimana tidak, putri tersayang dari Rasulullah yang adalah sepupunya itu , sungguh mempesonanya. Ibadahnya, kesantunannya, kecekatan kerjanya, keberaniannya, dan parasnya. Lihatlah gadis itu, pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta, Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bakar perca, kemudian ia tempelkan ke luka untuk menghentikan aliran darah pada luka ayahnya. Semuanya dilakukan dengan hati menangis dan mata gerimis. “Muhammad Rasulullah tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!”, cetus Fatimah setelah membersihkan luka ayahnya. Maka gadis itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju ka’bah, tak ada yang bisa menghentikan langkahnya meskipun ia seorang perempuan. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa  hingga keluar air matanya membanggakan tindakannya pada Rasulullah, mendadak dicekam diam. Fatimah, seorang perempuan, menghardik mereka, pimpinan dan memuka Quraisy. Seolah-olah waktu terhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Dalam kekaguman Ali kepada Fatimah, Ali sempat tersentak mendengar kabar yang mengejutkan. Fatimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah. Lelaki yang sangat totalitas, membela Islam dengan jiwa dan harta sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak lagi diragukan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

“Allah mengujiku rupanya”, begitu suara batin Ali berkata. Ia merasa diuji karena merasa tak ada apa-apanya jika disandingkan dan disejajarkan dengan Abu Bakar. Kedudukan disamping Nabi? Abu Bakar lebih utama, keimanan dan pembelaan Abu Bakar pada Allah dan Rasulnya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Rasulullah dalam hijrah, bagaimana Abu Bakar berdakwah sehingga betapa banyak tokoh, pemuka, saudagar dan bangsawan Makkah yang memeluk Islam karena sentuhannya, bagaimana Abu Bakar membebaskan budak seperti Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, dan Abdullah ibn Mas’ud. Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insyaAllah bisa membahagiakan Fatimah. Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. “Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali disaat hatinya sedang bergejolak. “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku”.

Jodoh memang sepenuhnya ditangan Sang Khaliq, Allah SWT. Meskipun menurut kita seakan-akan tak ada harapan, tetapi Allah menjawab doa manusia yang berikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Beberapa waktu berselang, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harapan di hatinya yang sempat layu, lamaran Abu Bakar ditolak.
Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ternyata ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fatimah seorang laki-laki yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat  kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat setan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut, yakni Umar ibn Al Khattab. Al-Faruq (julukan untuk Umar), sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah Ali dan Abu Bakar, Tapi saiapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang meragukan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan keberaniannya dalam membela Islam? Dan lebih dari itu, Ali mendengar sendiri betapa seringnya Rasulullah berkata, “Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar.” Betapa tinggi kedudukan Umar disisi Rasulullah, disisi ayah Fatimah.

Pada saat Umar hijrah, “Wahai Quraisy”, kata Umar, “Hari ini putra Al-Khattab akan berhijrah. Barang siapa yang ingin istrinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silahkan hadang Umar dibalik bukit ini!” . Umar adalah lelaki pemberani. Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, ia belum siap menikah. Apalagi menikahi Fatimah binti Rasulullah. Umar jauh lebih baik dan Ali ridha.

Maka Ali kembali bingung ketika kabar itu sampai ditelinganya. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa yang kiranya dikehendaki Rasulullah? Yang seperti Utsman sang milyader kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul Ash kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulullah? Dua menantu Rasulullah itu sungguh membuat Ali kehilangan kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya Abdurrahman ibn Auf ang setara dengan mereka. Atau justru Rasulullah ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mempererat kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn Ubadah pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? Muncul begitu banyak pertanyaan dalam lamunan Ali.

“Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.  “Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu baginda Nabi”, ucap temannya dengan yakin. “Aku?”, tanya Ali tak yakin. “Ya, engkau wahai saudaraku!”, balas teman Ali. “Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” Ali semakin sangsi. “Kami dibelakangmu kawan, semoga Allah menolongmu!”, teman Ali memberi dukungan dan harapan.

Ali pun menghadap Rasulullah. Maka dengan memberanikan diri, disampaikan keinginannya untuk menikahi Fatimah. Ya, menikahi, menempatkan Fatimah sebagai seseorang yang selalu didekatnya hingga Ali wafat. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah gumpalan tepung kasar untuk makannya. Tetapi jika ia meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap sampai dirinya mapan,  Itu memalukan! Meminta Fatimah menantikannya dibatas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai Ali”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya.Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah maha kaya.

Lamarannya berjawab, “Ahlan wa Sahlan!”. Kata itu muncul tenang bersama senyum Rasulullah. Dan Ali pun bingung apa maksudnya. Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Rasulullah bingung untuk menjawab. Ah, mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menangung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati bak bahtera dilautan yang mengampar-ampar. Ah, itu menyakitkan.

“Bagaimana jawab Rasulullah kawan? Bagaimana lamaranmu?”, tanya sahabat Ali. “Entahlah..” Ucap Ali ragu. Sahabatnya langsung menimpalinya, “Apa maksudmu?”. “Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban?”, Ali bertanya dengan raut muka penasaran. Cinta tak jarang membuat orang nampak tolol. Sahabat Ali menjawab, “Tentu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berati ‘ya’, sahlan juga, dan kau mendapat Ahlan wa Sahlan kawan, dua-duanya berarti ‘ya’”. Dan Ali pun menikahi fatimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang pada awalnya ingin disumbangkan kawan-kawannya tetapi Rasulullah bersikeras agar Ali membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu bakar dan Umar dalam melamar Fatimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan penantian kosong. Ali adalah gentleman sejati, ia telah menemukan hakikat cintanya pada fatimah putri Rasulullah. Sehingga tidak heran jika pemuda Arab meiliki yel, “Laa Fatan Illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali”.

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti Ali. Ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan. Yang pertama (mempersilahkan) adalah pengorbanan, yang kedua (menagmbil kesempatan) adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang pula apa yang dilakukan oleh putri Rasulullah, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali  merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku?” dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya karena pemuda itu adalah dirimu”. Subhanallah, ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu. Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.

Cinta Tak Pernah Meminta Untuk Menanti

Untukmu saudaraku
Sudah saatnya engkau malu pada Illahmu..
Tentang rasa cinta yang tak halal untuk dirasa
Tentang angan yang tak pantas dibayangkan
Karena semua itu sebuah pengkhianatan
Pengkhianatan pada-Nya, pada ketetapan-Nya mengenai pasanganmu kelak
Dan juga pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
Ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya
Yang menghijabi hatinya
Yang menunggu dengan mengisi harinya penuh dengan doa terbaik untukmu
Ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu
Karena dengan itu ia menjagamu
Maka dengarkan saudaraku
Tak inginkah kau menghargainya?
Dengan berbuat seperti apa yang ia perbuat untukmu?
Yaitu menundukkan hati dan menjaga pandangan

Nur Abdillah Siddiq, Teknik Fisika ITS 2011
-Staff Media-Isu dan Jurnalistik Jamaah Mesjid Manarul Ilmi
-Staff Humed Lembaga Dakwah Jurusan Fusi Ulul Albab
-Staff Humas Kopma “Dr.Angka” ITS
-Staff Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika
-Pemilik www.Alchemyst.co.cc

Sumber : Manazine edisi 1 Februari 2010 dan Al-Quranul Karim

Senin, Juli 04, 2011

Kencan merupakan aktivitas yang diadakan bersama pasangan.

Namun alangkah baiknya apabila kita tidak melakukan hal yang sama terus menerus karena akan menimbulkan rasa bosan dan jenuh..

Berikut 10 Ide Kencan yang bisa anda gunakan

1.Memasak Bersama
Apa makanan favorit yang biasa pasangan anda pesan di restoran?
Coba cari resepnya di internet atau buku masak, lalu ajak si dia ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahannya.
Bawa pulang ke rumah, dan mulailah memasak. Ingat, jangan pilih masakan yang 'gampang' seperti nasi goreng.
Pilih masakan ala restoran yang resepnya agak rumit.
Hasil akhirnya belum tentu enak, apalagi bisa dimakan, namun proses memasaknya dijamin lebih seru.

2.Bermain Game
Jika pasangan Anda senang main game, buatlah turnamen game antara Anda versus dia.
Guitar Hero, misalnya, atau berbagai pilihan permainan di Nintendo Wii.
Bisa juga pergi ke tempat game yang biasa ada di mall.
Sebelum permainan dimulai, jangan lupa tetapkan apa hadiah yang akan didapat sang pemenang, dan apa hukuman yang harus dilakukan oleh yang kalah

3.Makan Masakan Tradisional
Senang makan?
Wisata kuliner pasti tak asing lagi bagi Anda.
Tapi jika ingin beda, coba luangkan waktu kencan bersama pasangan untuk menjajal tempat-tempat jajan pasar tradisional,di sekitar SD di kampung terdekat.
Lupakan sejenak kafe dan restoran ber-AC.

4.Makan dan Berkaraoke
Masih ingin makan malam di kafe? Silakan.
Tapi coba pilih restoran yang menyiapkan live music, yang membolehkan pengunjung untuk menyanyi dan menyumbang lagu.
Setelah makan, Anda dan pasangan harus naik ke atas panggung dan masing-masing menyanyikan satu lagu.
Anggap saja karaoke, tapi ditonton seluruh pengunjung restoran.

5.Makan di macam macam tempat
Masih tentang wisata kuliner.
Bagilah menu makan Anda menjadi beberapa bagian, misalnya: minuman, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup.
Lalu kunjungilah empat tempat makan yang berbeda. Di satu tempat, Anda hanya boleh memesan satu bagian.
Pesan minum saja di tempat pertama, pesan makanan pembuka saja di tempat kedua, dan seterusnya.

6.Piknik
Piknik selalu menyenangkan jika dilakukan bersama pasangan.
Bukan piknik biasa, tentunya.
Sebelum berangkat, siapkan tikar, makanan, minuman, gitar, apa pun yang ingin Anda bawa untuk piknik.
Lalu minta pasangan untuk menulis "penunjuk arah" dengan sembarang. Contoh: 2 kilometer ke utara, belok kiri, lurus 3 kilometer, belok kanan, dan seterusnya.
Arah ini ditentukan secara asal saja, sehingga Anda dan pasangan tak tahu di mana tujuan akhir akan berada.
Ikuti petunjuk ini, dan bukalah keranjang piknik Anda di tempat tujuan akhir.

7.Bermain Layangan
Kapan terakhir Anda main layangan?
Coba ajak pasangan ke lapangan, taman, atau pantai terdekat, untuk menerbangkan layangan.
Ingin lebih menantang? Buat sendiri layangan Anda dari nol.

8.Ke Tempat Wisata
Apa tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan yang datang ke kota Anda? Museum? Monas?
Gunung Tangkuban Perahu? Kota Tua? Kebun binatang? Coba kunjungi bersama si dia.
Mungkin kesannya membosankan, apalagi jika Anda sudah sering ke sana semasa kecil.
Tapi percayalah, berkunjung bersama pasangan akan memberikan pengalaman yang sama sekali lain.

9.Berfoto-foto Ria
Jika Anda dan pasangan sama-sama suka fotografi, berburu foto pasti sudah jadi aktivitas yang rutin dilakukan.
Kali ini, coba lakukan sesuatu yang lain.
Bawa kamera masing-masing, lalu jelajahi kota sambil saling mengambil foto pasangan.
Anda memotret si dia, dan dia memotret Anda. Bukan foto dengan pose manis, apalagi foto mesra.
Misi Anda adalah membuat sebanyak mungkin foto lucu, unik, dan konyol, yang melibatkan hal-hal menarik yang Anda temukan sepanjang perjalanan keliling kota.
Bertemu pengamen banci di perempatan jalan? Jangan lupa ajak foto bareng.

10.Nonton bioskop di Luar Kota
Oke, masih juga ingin nonton di bioskop?
Jika transportasi memungkinkan, coba kejutkan pasangan dengan membawanya nonton di luar kota.
Tak perlu jauh-jauh, tentunya.
Cukup kota atau kabupaten sebelah, yang hanya memakan waktu 2 atau 3 jam perjalanan.
Jika di kota tujuan tak ada bioskop yang memutar film Barat incaran Anda, ini kabar bagus.
Anda dan pasangan jadi punya kesempatan untuk menonton film yang tak biasa Anda tonton, dengan judul-judul macam Kutukan Hantu Kuntilanak Perawan.
Setelah itu, habiskan waktu dengan menjelajahi kota tersebut hingga waktunya pulang.


Hal wajar jika seseorang yang mengalami putus cinta, melakukan berbagai cara untuk mengurangi rasa sakitnya. Agar rasa sakit tidak semakin parah, sebaiknya cari pelarian yang tepat.

Anda bisa melakukan banyak hal mulai dari berlibur, berbelanja atau hal positif lainnya. Tetapi hindari melakukan tiga hal yang dilansir dari Shine berikut, karena justru akan membuat perasaan sakit hati makin meradang.

1. Terlalu cepat mencari pengganti
Langsung mencari pria lain dan melakukan kencan mungkin terdengar sebagai pelarian yang tepat. Tetapi hal ini hanya akan menyiksa diri sendiri dan orang lain. Dengan segera berkencan, Anda berarti memaksa diri membuka hati yang baru terluka. Mungkin untuk beberapa saat bisa mengalihkan perhatian, tetapi jika kencan berjalan buruk, Anda justru bisa makin sakit hati dan berisiko menyalahkan diri sendiri yang berujung pada depresi.

2. Menghubungi mantan kekasih
Jika ia yang memutuskan hubungan, itu artinya ia tak ingin lagi bersama atau berhubungan dengan Anda. Jangan menghubunginya melalui SMS, telepon, atau email. Apalagi, berusaha membicarakan kembali hubungan yang sebenarnya sudah berakhir. Apabila Anda memang tidak melakukan kesalahan fatal seperti berselingkuh, berarti memang hubungan Anda dan dia sudahtak bisa lagi dipertahankan. Berusaha menghubungi atau berbicara dengannya hanya akan membuat Anda makin tenggelam dan terjebak dalam perasaan sakit hati.

3. Menyimpan kenangan
Selama berhubungan, pasti banyak kenangan. Mulai dari foto-foto, SMS mesra, email atau barang-barang yang diberikan padanya. Sebaiknya jangan simpan kenangan tersebut, kalau perlu hapus nomor teleponnya di ponsel, jangan lagi berteman dengannya di situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.
Menyimpan kenangan hanya akan membuat Anda mengingat kembali hal manis bersamanya. Hal ini justru akan membuat Anda makin sulit untuk "menyembuhkan" diri. Faktanya, saat putus cinta Anda memang harus merasakan sakit karena hal itu membuat pribadi makin kuat. Jalani tiap rosesnya, mulai dari perasaan sakit, menangis, lalu merefleksi diri, hingga Anda benar-benar siap menjalani hubungan yang baru.

Rabu, Juni 15, 2011





Setiap orang menginginkan pasangannya setia dan selalu bahagia. Namun, ancaman perselingkuhan dapat terjadi dalam hubungan yang terlihat sangat bahagia sekalipun.

Perselingkuhan yang dilakukan seseorang pun ternyata berbeda-beda jenisnya. Berikut ini empat tipe perselingkuhan berdasarkan tingkat perasaannya, seperti dilansir dari SelfGrowth:

1. Mengulang perselingkuhan

Mereka yang masuk dalam tipe perselingkuhan pertama ini, melibatkan perasaan cinta yang paling sedikit bahkan hampir tidak ada. Jika pasangan Anda termasuk dalam tipe ini mereka akan mudah mendekati wanita lain dalam waktu yang singkat. Mereka juga sering menjalin hubungan dengan wanita lain tanpa Anda ketahui dan bersikap tidak terjadi apa-apa dalam hubungan kalian.

Biasanya orang yang memiliki sifat seperti ini sulit untuk memberikan kebahagiaan yang pasti terhadap pasangannya. Mereka cenderung menyukai kebiasaan mereka yang suka bergonta-ganti pasangan.

2. Bosan terhadap pasangan

Perselingkuhan jenis, tidak berbeda dengan tipe satu. Ciri-ciri peselingkuh tipe kedua ini, mereka tidak melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan dan biasanya berlangsung singkat, seperti one night stand.

Perselingkuhan ini dapat terjadi karena hilangnya cara pandang mereka pada pentingnya keutuhan pernikahan dan keluarga. Rasa ketidakpercayaan terhadap pasangan dan kejenuhan dalam pernikahan juga memicu hal tersebut.

Sebelum masalah tersebut menjadi sangat serius, kembalilah pada kenyataan dan fokuslah terhadap tujuan awal pernikahan. Hal tersebut dapat membantu hubungan kembali harmonis.

3. Menggunakan perasaan

Tipe ini bergantung pada perasaan masing-masing pasangan dalam berhubungan. Mereka sangat peduli dengan masalah yang terjadi pada hubungan mereka. Apakah harus mengakhiri perselingkuhan atau memutuskan pertunangan hanya demi menikah dengan orang lain?

Seringkali mereka yang melakukan perselingkuhan tipe ini akan merasa bersalah. Hal itu karena mereka memiliki hubungan emosi yang kuat terhadap kekasih yang dikhianati tersebut.

4. Selingkuh berkepanjangan

Jenis perselingkuhan ini dapat terjadi selama bertahun-tahun bahkan sepanjang pernikahan. Dalam beberapa kasus, perselingkuhan tersebut sampai diketahui pasangannya dan si pasangan mengenal sang selingkuhan. Namun, mereka yang dikhianati itu memilih untuk tidak ambil pusing dan mengalihkan perhatian mereka terhadap hal yang dianggap penting.

Orang sering memilih untuk hidup dengan pasangan yang berselingkuh karena berbagai alasan. Mereka mungkin menentang perceraian karena sudah tidak ada cinta satu sama lain. Ada juga yang memilih tetap bersama karena tak mau anak-anak sedih jika orangtua bercerai, sehingga membuat mereka lebih seperti teman daripada pasangan.




Fasilitas copy, ctrl + a, ctrl + c, dan klik kanan telah dimatikan (disable),
apabila hendak menyalin dan mendapatkan postingan ini
silahkan mendownload


Fullerena


5 Alasan Mantan Kekasih Menghubungi kita lagi
Oke, hubungan Anda dan si dia sudah berakhir. Tapi sang mantan masih saja mengirimkan pesan teks ke ponsel Anda; lewat SMS, Whatsapp, Line, KakaoTalk, maupun Blackberry Messenger (BBM). Hal yang dibicarakan pun tidak terlalu penting, misalnya menanyakan keadaan atau apa yang sedang Anda lakukan.

Anda pun bertanya-tanya, apa maksudnya mengirimkan pesan teks setelah putus? Ada beberapa kemungkinan, yang salah satunya mungkin sesuai dengan kondisi Anda saat ini.


1. Perasaan dan Emosi Tidak Hilang Begitu Saja
Ikatan emosional yang telah terjalin lama dan intens saat masih berhubungan, tidak bisa hilang segera setelah kekasih memutusnya. Perasaan cinta atau sayang mungkin masih tertinggal beberapa bulan bahkan tahunan setelah hubungan berakhir.


2. Merindukan Kebersamaan
Terlepas dari sang mantan masih atau sudah tidak mencintai Anda, pasti ada rasa rindu akan momen-momen yang telah dilewatinya bersama Anda walau sekecil apapun. Maka wajar saja jika mantan terkadang masih suka mengirimi SMS atau BBM, karena merasa ada yang hilang dari dirinya.


3. Merasa Bersalah
Jika si pria yang memutuskan hubungan, kemungkinan ada rasa bersalah yang menghinggapinya. Dia masih peduli dan khawatir keadaan mantan kekasihnya pasca putus. Untuk mengobati rasa bersalah itu, biasanya pria akan mengirim SMS atau BBM untuk sekedar menanyakan keadaan wanita yang pernah dicintainya.


4. 'Mengikat' Perasaan Wanitanya
Ada kalanya keputusan besar diambil saat emosi seseorang tidak stabil atau marah besar, termasuk ketika mengakhiri hubungan. Dikutip dari ezineartciles, anyak pria yang terlanjur mengucap kata 'putus' padahal dia belum yakin apakah tindakannya itu benar atau tidak. Untuk memastikannya, biasanya pria akan mencoba 'mengikat' mantannya dengan tetap mengiriminya SMS atau BBM. Kalau-kalau dia berubah pikiran dan ingin kembali padanya.


5. Tidak Ingin Putus Tali Silaturahmi
Meskipun sudah putus, pria mungkin masih ingin menjalin hubungan baik dengan mantan kekasihnya. Mungkin alasan ini terdengar klise dan sepertinya sulit dijalankan, tapi jika ada kesempatan untuk tetap berteman, pria akan mencoba berkomunikasi dengan mantan kekasihnya sesekali.

Setelah tahu beberapa kemungkinan yang paling umum, apa yang sebaiknya dilakukan? Mengabaikan atau membalas pesan teks darinya? Anda bisa melihatnya dari dua sisi. Jika Anda merasa tidak ada pentingnya memiliki koneksi dalam bentuk apapun, sebaiknya jangan merespon SMS atau BBM nya sama sekali. Lakukan hal yang sama bila menurut Anda, masih berhubungan dengannya hanya akan menambah rasa sakit.

Tapi bila Anda masih mengharapkan mantan kembali, tak ada salahnya membalas SMS nya. Namun sebaiknya Anda tidak segera membalas begitu menerima pesan teks darinya.

Dilansir ezinearticles, buat dia sedikit penasaran dengan tidak SMS atau BBM balik beberapa lama. Dengan begitu, dia akan tertantang untuk menelepon Anda. Berbicara langsung lewat telepon hanya memberinya sedikit waktu untuk memikirkan apa yang ingin diucapkan. Jadi, Anda bisa tahu perasaan dia yang sebenarnya dibandingkan hanya melalui pesan teks.

Jika Anda berniat melupakan mantan kekasih, berikut kiatnya :

SETELAH kata putus terucap, satu pertanyaan penting yang sering terlintas di benak kedua pasangan adalah “Dapatkah kembali menjalin persahabatan dengannya?”.
Pertanyaan umum itu memang sering menghinggapi benak banyak pasangan yang baru putus cinta. Dan, tidak banyak wanita yang bisa melakukannya. Pasalnya, meski bagaimana pun juga, kisah asmara telah berakhir. Sehingga, sulit rasanya untuk kembali membina hubungan baik dengan sang mantan.
Kebanyakan yang mencoba untuk tetap berteman dengan mantan, hanya ingin menjaga hubungan baik. Tentu saja, tak dipungkiri, ada kondisi tertentu di mana Anda juga masih membutuhkan kehadiran mantan kekasih karena masih ada rasa cinta yang tersisa.
Antuk melewati masa-masa sulit ini, Divinecaroline melansir sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk melupakan si mantan.

Menghapus si dia dari akun Facebook Anda
Setelah Anda mengambil keputusan untuk tak lagi merajut asmara dengannya, maka untuk sedikit membuang rasa sakit hati, Anda bisa menghapus si mantan dari alamat email dan facebook. Atau, bila perlu hapus semua pesan pendek yang masuk ke handphone Anda.
Dengan begitu, ketika Anda sedang mengalami masa-masa rapuh, Anda tidak akan tergoda untuk menghubunginya. Dan, jika Anda berharap untuk mengawasi mantan dengan melacak setiap statusnya, atau saat si dia tengah online atau berpetualang dengan kencan yang baru, ada baiknya tidak melakukan itu.
Karena, hanya akan membuat Anda bertanya-tanya dengan siapa si dia sedang berbicara atau terobsesi pada wanita seperti apakah dia? Agar terbebas dari rasa sedih, akan lebih baik lagi jika Anda tidak memikirkannya lagi.

Tak perlu menghubungi si dia
Alasan untuk berbicara dengan mantan kekasih melalui telepon adalah, menunggu telepon darinya. Tak perlu lama bersedih, akan lebih baik menghapus nomornya dari ponsel Anda.

Dan, jika si dia tidak juga meninggalkan pesan untuk Anda, segera lupakan pasangan dan teruslah maju menata kembali kehidupan Anda.

Stabilkan dulu emosi Anda
Jika Anda terlalu larut dalam kesedihan dan membagikannya di status Facebook, semua orang akan tahu. Karenanya, menghindari mantan adalah hal yang wajib Anda lakukan.
Biarkan emosi Anda stabil terlebih dahulu hingga Anda siap berkomunikasi dengannya. Tapi, jika Anda melihat mantan terlalu cepat memiliki gandengan baru, maka ini bisa memberikan dampak buruk bagi Anda.

Dalam hal ini, Anda boleh menciptakan jarak dengannya. Anda pun harus menyadari bahwa tali asmara Anda dengannya telah berakhir. Jika emosi sudah stabil, hanya Anda yang dapat menentukan kapan waktu yang pas untuk bertemu atau berkomunikasi dengannya.

1. Perlihatkan kehebatan dari mulut orang lain.
Gak ada wanita "cerdas" yg mau ma pria yg menceritakan kehebatannya. Seperti "saya baru ketrima pertamina ni". Atau "saya baru aja beli alphard", Atau "wah ngantuk ni tadi malem tahajud dari jam 2 sampe subuh". Hanya wanita "katro" yg tertipu ma pria beginian. Dan saya yakin Brada mengincar wanita "cerdas".
Jadi sebaiknya Brada tetap low profile, tapi suaplah beberapa temen untuk berdiskusi memperbincangkan kehebatan Brada di depan wanita yg anda incar. Misalnya "wah Budi tu bener2 anak yg punya prinsip ya kemaren di Situ Gunung tetep keukeuh solat tepat waktu sampe bawa sarung di hutan"

2. Tunjukkan perhatian secara detail dan ekstrem,
Tapi perhatian bahwa Brada sayang, bukan perhatian bahwa Brada ingin memilikinya, bukan pula perhatian seorang psikopat

Daripada Brada menyapanya dengan “kmu kok pucat, blum makan ya?” atau “dah sarapan belum, mau bareng ke kantin?” (terkesan bgt cari kesempatan ndeketin)

Lebih baik Brada tawarkan roti dan bilang “kmu sukanya yg ada selai nanas dengan butiran keju setipis 0.5 mm panjang 1 cm di atasnya kan?" Dari 100 hari kedatanganmu ,67 hari Brada membawa bekal itu, Dijamin dia bakalan ngakak (dan Brada terlihat “aneh” plus menarik di matanya)

3. Jatuhkan saingan

Kasus 1. Klo ada saingan, maka being different. Jika saingan pada ngajak ngedate di warteg, anda ngajak ngedate ke taman Monas, gelar tiker, dan bawa makanan “rumahan” kaya piknik2 tempo doeloe.

Kasus 2. Kalo saingan ternyata adalah pacar atau malah calon suami dia, Pakelah politik “korban teraniaya”. Buat kesan bahwa Brada terang2an mendekati dihadapan si saingan, tapi di depan si target Brada hanya memberi kesan sebagai teman biasa. Jika trik ini berhasil, maka si saingan akan terpancing emosinya dan si target akan membela anda, jika terus berlanjut, buntutnya si target akan ilfil sama saingan dan mereka putus. Parameter kesuksesannya adalah saat putus, si target akan curhat ke Brada.

Kasus 3. Klo gak ada saingan, buat “saingan fiktif”. Teror target Brada dgn telpon, email, atau sms dari “pemuja rahasia”. Maka dia akan membandingkan cara Brada yg santun dgn cara “dia” yg kurang ajar. Parameter keberhasilannya jika dia sampe nanya2 atau curhat ke Brada tentang “pemuja rahasia” yg mengganggunya. Itu brarti anda sudah masuk ke lingkaran kepercayaannya

4.Sering2 buat momen-mome yg seolah-olah kebetulan dan membuatnya berpikir bahwa "Tuhan menjodohkan dia untukku"

Ini yg paling banyak menghabiskan modal dan energy. Ikuti terus kegiatannya. Klo dia ke supermarket misalnya, Brada muncul dari balik rak dan pura2 kaget “lhooo kok ketemu disini…. Lagi belanja apa?”

Klo mau yg lebih ekstrem dan bermodal, Brada buat momen “kebetulan” yg sepertinya mustahil. Misalnya ketemuan gak sengaja di kereta gantung sentosa island waktu dia lagi liburan ma keluarganya di singapur. Dijamin efek “inikah petunjuk Tuhan?” akan lebih terasa

5. Dekati keluarganya

Datang ke rumahnya saat ortunya ada. Cium tangan mereka kalo perlu. Tunjukkan ketertarikan pada bidang yg ditekuni ortunya (biasanya yg namanya bokap punya hobi sebangsa tenis, mancing, berkebun). Buat mereka bangga dengan menunjukkan keingintauan pada bidang yg mereka expert.

Klo ada anak kecil ato bayi di rumah itu, Brada akan menunjukkan poin plus2 jika menunjukkan perasaan sayang pada mereka. Apalagi kalo tu bayi gak nangis dan merasa nyaman digendong Brada. Bisa takjub tu orangtua. Jgn lupa bawa oleh2 untuk mereka

6. Ambil kesempatan di tiap keadaan emosinya secara bijak

Klo dia lagi sedih… jgn katakan “hapus kesedihanmu di bahuku”. BASIIIIIIII……………………..

Cukup isyaratkan dia boleh menangis sampe puas dan Brada standby untuk membantu kapanpun dia sudah siap untuk berinteraksi dengan orang lain. Jangan lupa, tunjukkan ekspresi bahwa Brada khawatir…….

7. Tunjukkan kepastian, kesiapan, dan keseriusan

Jgn pernah ada kata2 "jalani aja dulu", "yaa... gw si belum kepikiran yg gitu2...", atau "masih pengen karier dulu ni..."

Siapkan jawaban yg tepat untuk setiap pertanyaan dan pernyataan yg berhubungan dgn masa depan.

Klo masih ada jawaban model begitu, mending jomblo dulu, ato pacaran sama anak SMA

8. Tunjukkan perjuangan yg gila

Misalnya lagi ujan ni, Brada bisa sms dia, kayanya enak gak ujan2 gini makan bakso? Klo dia jawab iya kayanya enak ya, jgn bales smsnya lagi. Tapi dalam waktu kurang dari 30 menit Brada mengetuk pintu rumahnya dengan seplastik bakso hangat di tangan, anda basah kuyup, kedinginan, kalo perlu kasih lumpur di rambut dan bikin luka di tangan. Brada bisa bilang tadi di jalan jatuh, tapi Brada tetap bisa cari bakso dan ke rumahnya. Ini trik akan sangat berkesan terutama jika si target rumahnya di bekasi sedangkan anda tinggal di tangerang

9. Tunjukkan anda menghormati wanita

Telp ibu Brada di depannya, tanyakan kesehatannya, gunakan bahasa yg halus sebagai anak lelaki yg bertanggung jawab dan mencintai ibu. Perlakukan wanita lain juga dengan hormat. Sedikit mengalah saat masuk lift, menyorongkan kursi untuk diduduki teman wanita, akan membuat Brada terlihat lebih ganteng dan bercahaya wuiihsss silau men…… ckckckckkck

10. Jadilah pria hangat yg lucu, bukan pria dingin yg macho

Wanita menyukai pria cool dan macho sebagai pacar mereka, tapi sebagian besar menyukai pria hangat dan lucu, sebagai pendamping hidup mereka. Ingat, ada 3 pilihan wanita mau dengan pria

a. Karena kagum

b. Karena merasa cocok dan nyaman

c. Karena kasian

Poin a hanya untuk pria seperti Fahri di Ayat2 Cinta. Jadi kita hanya bisa mengusahakan di poin b


1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya.

2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .

3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.

4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi”"slmt hr mggu” “slmt tidur”, walaupun kamu tidak membalas pesannya

5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.

6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.

7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.

8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga.

9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu.

10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kamu.

11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia.

12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat,saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu, sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya.

13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu.

14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.

15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.

17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi.

18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!

19. Kalau kamu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya.Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.

20. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.

21. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya…………ia selalu menunggumu.

Minggu, Agustus 30, 2009

Dalam Bahasa Indonesia,

Salman Al Farisi telah dipilih menjadi seorang pemimpin atau Amir, di kota Madain. Atas jabatannya itu, Salman memiliki kesempatan untuk hidup dengan bergelimpangan harta. Namun, dia tidak ingin hidup mewah. Bahkan, Salman tidak mau mengambil satu dirham pun dari gajinya. Uang gajinya selalu disedekahkan kepada orang yang miskin.




Lalu, bagaimana dia membiayai seluruh kebutuhannya? Ternyata, dia hidup sederhana dari hasil dari menganyam daun kurma yang dijadikan keranjang dengan tangannya sendiri.

Ada satu kisah yang dapat menggambarkan kesederhanaan hidupnya. Pada suatu hari, ada seorang lelaki dari kota Syiria yang berjalan sambil memikul keranjang buah Tin dan Kurma. Beban itu sangat berat sampai dia kelelahan. Saat itu, dai melihat seseorang yang berpakaian sederhana. Orang Syiria tersebut segera memanggilnya. “Tolong bawakan barang ini sampai ke rumahku. Nanti akan kuberi imbalan atas jerih payahmu itu.” Ujar orang Syiria tersebut.

Pria berpakaian sederhana itu menurut saja. Dia pun memikul keranjang buah-buahan itu ke punggungnya dan mereka berjalan bersama. Ditengah perjalanan, mereka berpapasan denagn segerombolan orang. Orang berpakaian sederhana itu mengucapkan salam kepada mereka.

Rombongan itu berhenti dan menjawab salamnya, “Kami ucapkan salam juga kepadamu, wahai Amir.” Lalu sebagian dari rombongan tersebut segera menuju kepadanya dan bermaksud membawa beban yang dipikulnya. “Biarlah kamui yang membawanya, wahai Amir.

Orang tersebut menolak. Orang Syria tersebut tersentak. Dia segera sadar. Orang yang membantunya mengangkat buah-buahan adalah Salman Al-Farisi, Amir kota Madain. Orang Syiria tersebut menjadi gugup dan meminta maaf terus menerus atas kelancangannya. Dia berusaha menarik keranjang dari tangan Salman.

Namun, Salman menjawab, “Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu.” Subhanallah, betapa berbudinya sifat sahabat Rasulullah SAW yang satu ini. Selain dermawan, beliau juga mengajarkan kita untuk selalu hidup sederhana.


In English,

Salman Al-Farisi has chosen become a regional leader or Amir in Madain town. As functionary, Salman have opportunity to live many affluence and estae. But, he does not wish to live high. Even, Salman do not want to take one dram even also from its salary. Its emolument always alloted to pauper only. Last, how him defray entire its requirement? In the reality, he lives modestly from result from weaving date leaf taken as crate by hand own.

There is one story that can depict its life moderation. At one day, there is a man from Syiria town that walk at the same time shoulder fruit crate of Tin and Date. That Burden is very heavy until fatigue him. That moment, he see dressy someone modestly. The People Syiria immediately calling it. " Help this goods bring to my house. I later will get a repayment for your effort." Say the Syiria people.

The dressy modestly man according the Syiria people. He even also shoulder that fruits crate to its back and they walk together. Middle of journey, they rub up with group of people. The Dressy modestly people say greeting to them.

That entourage desist and answer the greeting, " We say greeting also to you, Amir." Last some of the entourage immediately go to Salman and mean to bring shouldered burden. " Let us bringing it, Amir.
The people refuse. The People Syria frightens. He immediately conscious. People who assist lift fruits is Salman Al-Farisi, Amir Town Madain. The People Syiria become nervous about and apologize continuously to the cheekiness. He try to draw crate from Salman hand.

But, Salman answer, " No, before I send to your house." Subhanallah, what a special characteristic friend of Rasulullah SAW whom one this. Besides benefactor, he also teach us to always life modestly.



Jumat, Juli 17, 2009

Mencuat suatu memori

Senyum singkat bibir mungilmu

Yang berdegup jantung bila melihatnya

Berdengung kagum hati yang risau

Menjadi tenang tak beriak suasananya

Memikat memutarbalikkan fikiran

Berputar-putar dalam pengharapan

Tak kutemui pintu exit

Tak bisa keluar dalam lingkaran setan

Terjebak tercekik kalang kabut

Diri semakin menggila

Dalam kegilaan itu

Menanti seikat kunci terbang ajaib

Yang dapat melepaskan dari belenggu

Mengantarkan kepada dimensi baru

Dimana tidak lagi ditemui

"KESEPIAN"




Senin, Juli 13, 2009

(Buat Renungan, Khususnya diriku sendiri)



Pacaran, sepertinya telah dinobatkan oleh remaja saat ini sebagai satu-satunya ekspresi cinta kepada lawan jenis. Otomatis ikatan baku syahwat ini sedikit banyak mempengaruhi jalinan persahabatan cewek-cowok. Makin sulit ditemukan hubungan dekat remaja-remaji yang murni pertemanan. Selaluuu aja ada benih-benih cinta di hati yang tersemai tanpa mereka sadari. Nggak heran kalo banyak remaja yang terprovokasi oleh komplotan Project Pop dan Chrisye dalam hits terbaru mereka, burkat' Buruan deh katakan . Makanya Yovie dan Nuno juga nggak tahan untuk bilang, inginku tidak hanya jadi temanmu ataupun sekadar sahabat '. Pengenya jadi apa dong?

Pacar. Yup, status pacar yang banyak diburu kaum jomblo sebagai simbol kemenangan dan kebanggaan. Begitu pentingnya status ini hingga dijadikan mata pelajaran' rutin oleh media massa bagi para pemirsanya. Walhasil, para pelajar berseragam putih biru donker pun menjadikan tempat belajarnya sebagai Sekolah Mencari Pacar (SMP). Parah tenan iki!

Sobat, banyak remaja yang ngerasa kalo jadi pacar atau punya pacar bikin hidup terasa lebih indah. Katanya sih, mereka udah nemuin soulmate alias belahan jiwanya. Seseorang yang memanjakan perasaan cintanya; yang menjaga dan melindunginya; yang begitu perhatian dan peduli padanya; yang menyediakan a shoulder to cry on ; yang mengulurkan tangannya saat salah satunya down ; hingga rela berkorban untuk memenuhi permintaan sang buah hati. Pokoknya romantis abis!

Selanjutnya, hari-hari mereka lalui dengan kebersamaan. Acara jalan bareng sambil gandengan tangan atau mojok berdua untuk saling bertukar cerita jadi menu wajib. Di kampus, sekolah, mal, halte, bioskop, atau di bawah guyuran hujan nggak masalah. Kalo nggak bisa jalan bareng, minimal mengobral kata-kata cinta via SMS. Inilah penyakit orang kasmaran. Enggan berpisah walau sesaat. Bawaannya kangen mulu. Padahal doinya cuma permisi ke toilet. Waduh!


Tapi sobat, apa bener pacaran itu selamanya indah?

Banyak rugi di balik pacaran

Kalo diperhatiin sekilas, bisa jadi orang mengganggap pacaran itu nggak ada ruginya. Padahal, banyak juga lho ruginya. Makanya jangan cuma sekilas merhatiinnya. Nggak percaya? Simak deh poin-poin berikut:

1. Rugi waktu

Sobat, coba kamu iseng-iseng nanya ke temen yang pacaran, berapa banyak waktu yang dia berikan untuk pacarnya? A. satu jam B. dua jam C. satu hari D. satu minggu (kayak soal ujian aja pake multiple choice ). Jawabannya: nggak ada yang cocok! Sebab ketika ikatan cinta di antara mereka diucapkan, masing-masing kudu terima konsekuensi untuk ngasih perhatian lebih buat sang pacar. Itu berarti, harus stand by alias siap setiap saat jika diperlukan doi (sopir taksi kaleee!). Ini yang bikin repot.

Gimana nggak, waktu yang kita punya nggak cuma buat ngurusin sang pacar. Emang sih teorinya nggak seekstrim itu. Biasanya mereka mencoba saling mengerti kalo kekasihnya juga punya kepentingan lain. Tapi kalo masing-masing minta dimengerti, bisa-bisa muncul sikap egois. Merasa dirinya paling penting dan paling berhak untuk diperhatikan. Ending -nya, teori dan praktek sangat jauh panggang dari api. Tetep aja mereka terpaksa ngorbanin waktu untuk sekolah, kantor, keluarga, atau teman sebaya biar doi nggak ngambek. Kalo sudah begini, demi mempertahankan pacaran, urusan lain bisa berantakan. Betul?

2. Rugi pikiran

Sehebat-hebatnya manusia mengelola alokasi pikiran dan perhatian untuk ngurusin hidupnya, belum tentu dia mampu mengendalikan rasa cintanya. Asli. Ketika kita jatuh cinta, nggak gampang kita mikirin urusan laen. Semua pikiran kita selalu mengerucut pada satu objek: Pacar. Mau ngapain aja selalu teringat padanya. Seperti kata Evi Tamala, mau makan teringat padamu. mau tidur teringat padamu lihat cheetah teringat padamu. ' Ups! Sorry , jangan ngerasa di puji ya. Gubrak!

Nggak heran kalo sitaan pikiran yang begitu besar dalam berpacaran bisa bikin prestasi belajar menurun. Itu juga bagi yang berprestasi. Bagi yang nilainya pas-pasan, bisa-bisa kebakaran tuh nilai rapot. Mereka sulit berkonsentrasi. Meski jasadnya ada dalam kelas belum tentu pikirannya nangkep penjelasan dari guru. Yang ada, pikirannya tengah melanglang buana ke negeri khayalan bersama sang permaisuri pujaan hati. Dan nggak akan sadar sebelum spidol atau penghapus whiteboard mendarat dengan sukses di jidatnya.

3. Terbiasa nggak jujur

Lucu. Kalo kita ngeliat perilaku standar remaja yang lagi kasmaran. Di rumah dia uring-uringan karena sakit perut (tapi bukan diare lho), tapi akibat makan cabe tapi lupa makan goreng bakwannya karena saking asyiknya nonton Dora the Explorer . Sang ibu pun terpaksa telpon ke sekolah untuk minta izin. Menjelang siang, tiba-tiba pacar telpon. Nanyain kabar karena khawatir. Terus dia bilang, sayang ya kamu nggak sekolah. Padahal nanti siang aku minta di antar ke toko buku terus hadirin undangan temenku yang ulang tahun di KFC'

Tak lama berselang, keajaiban terjadi. Tiba-tiba sakitnya sembuh dan siap nganterin doi. Padahal sebelum ditelpon pacarnya, sang ibu minta tolong dibeliin minyak tanah di warung sebelah rumah, jawabnya: nggak kuat jalan Bu. Kan lagi sakit '.

Ini baru contoh kecil. Seringkali orang yang pacaran secara otomatis berbohong, agar terlihat baik bin perfect di mata pacar.

4. Tekor materi

Sobat, dalam berpacaran, keberadaan materi sangat menentukan mati hidupnya itu hubungan. Meski ngakunya nggak begitu mentingin materi, tetep aja kalo nraktir bakso di kantin sekolah atau nonton hemat di twenty one kudu pake duit.

Yang bikin runyam, kebanyakan dari remaja yang berpacaran perekonomiannya sangat tergantung dengan jatah yang dikasih ortu. Pas lagi ada duit, jatah uang saku sebulan ludes dalam hitungan jam di malam minggu pertama setiap bulan. Kalo lagi nggak punya duit sementara pacar ngajak jalan, bisa nekat mereka. Nilep uang SPP atau terlibat aksi kriminal. Repot kan?

Nah sobat, ternyata pacaran tak selamanya indah. Ada juga ruginya. Banyak malah. Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh. Rugi kan? Pasti, gitu lho!

Pacaran, dilarang masuk!

Sobat muda muslim, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya.

Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (HR Ahmad)

Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercousing . Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isra [17]: 32)


Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!

Agar cinta nggak bikin sengsara

Sobat muda muslim, perlu dicatet kalo Islam melarang pacaran bukan berarti memasung rasa cinta kepada lawan jenis. Justeru Islam memuliakan rasa cinta itu jika penyalurannya tepat pada sasaran. Sebab Allah menciptakan rasa itu pada diri manusia dalam rangka melestarikan jenisnya dengan kejelasan nasab alias garis keturunan. Karena itu hanya satu penyaluran yang diridhoi Allah, dicontohkan Rasulullah, dan pastinya tepat pada sasaran. Yaitu melalui pernikahan. Rasulullah saw bersabda: "Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya." (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk mengendalikan rasa cinta pada diri manusia, Islam juga punya aturan maen yang meminimalisasi fakto-faktor pembangkit rasa itu. Secara umum, interaksi antara pria dan wanita dalam Islam hanya diperbolehkan dalam aktivitas yang mengharuskan kerjasama di antara mereka. Seperti ketika jual beli di pasar, berobat ke dokter, belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, dsb. Dengan catatan, ketika aktivitas di atas selesai, maka masing-masing kudu kembali kepada habitatnya. Nggak pake acara curi-curi kesempatan berduaan sehabis sekolah bubar, mau pergi ke pasar, atau pas berangkat kerja.

Kalo pas lagi ada keperluan mendesak dengan lawan jenis, kita bisa ajak teman biar nggak berduaan. Selain itu, kita juga diwajibkan menjaga pandangan biar nggak jelalatan ketika bertemu dengan lawan jenis. Sebab jika pandangan kita terkunci, sulit mengalihkannya. Seperti kata A. Rafiq, lirikan matamu. menarik hati ' (dangdut terus neh! Tadi Evi Tamala. Hihihi..)

Nggak ketinggalan, Islam juga mewajibkan muslimahnya untuk menutup aurat secara sempurna dan menjaga suaranya agar tidak mendesah bin mendayu-dayu ketika berkomunikasi dengan lawan jenisnya. Sebab bisa memancing lawan jenis untuk berinteraksi lebih jauh.Wah, di sinilah perlu jaga-jaga ya.

Sobat muda muslim, selain dosa, ternyata pacaran juga banyak ruginya. Makanya kalo virus merah jambu mulai meradang di hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit binti menikah. Nggak papa kok masih muda juga. Tapi kalo ngerasa belum mampu, kamu bisa rajin-rajin berpuasa untuk meredam gejolak nafsu. Dan tentunya sambil terus belajar, mengasah kemampuan, dan mengenali Islam lebih dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan positif: ngaji dan olahraga, misalnya. Moga kita sukses di dunia dan di akhirat ya. Mau kan? Mau doooong! Siip.. dah!
(Diambil dari Group di Face Book)

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !