Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 23, 2010


Peraturan 3km dibuat dari keprihatinan terhadap masalah-masalah global, seperti Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pencemaran udara, juga maraknya obesitas yang memacu penyakit jantung koroner dan stroke. Peraturan 3km dibuat oleh sekolah dan mengikat terhadap seluruh siswa, yang apabila melanggar bisa dikenai sangsi sesuai dengan musyawarah bersama. Melalui peraturan 3km, siswa diajak agar peduli lingkungan, hal ini didasarkan bahwa manusia tidak bisa memilih udara yang dihirupnya dan mengajak untuk memulai pola hidup sehat dengan berolahraga secara rutin.

Adapun isi peraturan 3km adalah sebagai berikut:
Bagi seluruh siswa yang lokasi rumahnya berjarak kurang dari 3km dari sekolah, diwajibkan untuk menaiki sepeda atau berjalan kaki menuju ke sekolah. Sedang bagi siswa yang lokasi rumahnya berjarak lebih dari 3km diperkenankan untuk menaiki kendaraan bermotor.

Mengenai ketentuan-ketentuan lainnya akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Siswa yang sedang sakit, atau tidak memungkinkan untuk menaiki sepeda diperkenankan menaiki kendaraan bermotor. JIka telah sehat maka diwajibkan menggunakan sepeda kembali.
2. Bagi siswa yang melanggar peraturan 3km, maka setiap kali melanggar mendapat sangsi agar menyerahkan satu pot tanaman kepada pihak sekolah.
3. Bagi siswa yang dalam satu semester tidak pernah melanggar peraturan 3km, maka pada akhir semester saat penerimaan rapot, siswa berhak mendapatkan penghargaan “Cinta Alam” dari sekolah.
Demikian peraturan ini dibuat agar alam dapat terjaga demi masa depan yang lebih baik.

Saya pribadi sangat mengharapkan agar peraturan ini dapat diterapkan pada setiap sekolah di Dunia. Karena tugas untuk memelihara alam bukan tugas perorangan, melainkan tugas seluruh manusia. Jika peraturan ini dapat ditegakkan maka saya bertaruh bahwa pencemaran udara akan berkurang 30 persent.

Senin, Juni 21, 2010


Timbal atau Timah Hitam (Pb) adalah unsure yang bersifat Logam, hal ini merupakan anomali karena unsur-unsur diatasnya (Gol IV) yakni Karbon dan Silikon bersifat NonLogam. Di alam, timbal ditemukan dalam Mineral Galena (PbS), Anglesit (PbSO4 ) dan Kerusit (PbCO3,), juga dalam keadaan bebas. Memiliki sifat seperti dibawah ini, yakni:

1. Berwarna putih kebiru-biruan dan mengkilap.
2. Lunak sehingga sangat mudah ditempa.
3. Tahan asam, karat dan bereaksi dengan basa kuat.
4. Tidak dapat menghantar listrik. (Konduktor yang buruk)
5. Massa atom relative 207,2
6. Memiliki Valensi 2 dan 4.
7. Tahan Radiasi

Timbal memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup manusia apabila dikelola secara bijaksana, adapun berbagai kegunaan dari timbal antara lain:

1. Pembungkus kabel
2. Material dalam pembuatan pipa.
3. Pemoles keramik
4. Semen (PbO)
5. Penyerap suara
6. Industri Aki yakni sebagai elektroda.
7. Industri Gelas
8. Korek api dan bahan Peledak (PbO2)
9. Industri cat pelindung logam (Pb3O4).
10. Digunakan sebagai aditif bahan bakar (TEL), berfungsi untuk mengurangi knock pada mesin.

Namun, secara berangsur-angsur mulai ditinggalkan dan dipakai alternative lain mengingat bahaya yang ditimbulkan.

\ Mengenai kegunaan nomor 10, Bensin yang mengandung TEL (Tetra Ethyl Lead) di Indonesia dikenal sebagai bensin premium dengan angka oktan bernilai lebih dari 80, sedangkan yang bernlai oktan 98 lebih dikenal sebagai bensin super. Semakin tinggi angka oktan berarti mutu suatu bensin menjadi semakin baik dan efisiensinya semakin tinggi (Jarak yang ditempuh persatuan volume semakin jauh) serta bagus untuk mesin.

Namun ternyata bensin Bertimbal atau yang mengandung TEL menyebabkan ancaman bagi umat manusia. Menurut sebuah penelitian, kadar timbal (Pb) di udara dibeberapa kota besar Indonesia telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sebesar 10 mikrogram per desiliter udara. Diam-diam menghanyutkan, itulah peribahasa yang cocok untuk timbal. Logam timbal adalah silent epidemic yang dampaknya baru diketahui 5-15 tahun kedepan.

Lebih jauh lagi tentang bahaya Timbal, ternyata timbal menyebabkan kerugian lainnya yakni:
1. Dapat memicu turunnya IQ seseorang.
2. Perilaku anti social
3. Beringas
4. Kesulitan dalam bernalar
5. Anemia
6. Gangguan fungsi reproduksi
7. Memicu cacat pada janin.

Dari data tersebut, tidaklah mengherankan apabila orang kota memiliki sifat egois. Tidak seperti di pedesaan yang udaranya masih segar, sehingga sifat sosialnya tinggi. Menurut data terpercaya, setiap kenaikan kadar timbal 10 mikrogram per desiliter dalam darah, dapat memicu penurunan IQ sebesar 2,5 Point.

Pencemaran timbal tidak hanya melalui udara, namun juga melalui air. Apabila melalui air dapat berupa buangan limbah pabrik yang tidak dikelola secara bijaksana, yang dapat menyebabkan keracunan Timbal. Adapun keracunan yang demikian dampaknya dapat dikurangi dengan pemberian [Ca(EDTA)]2- yang dapat mengasingkan ion logam Pb2+.

Dikarenakan dampaknya yang sangat berbahaya tersebut, marilah kita bersama-sama untuk menghemat penggunaan bahan bakar, terutama bahan bakar bensin.
KITA TAK BISA MEMILIH UDARA YANG KITA HIRUP.

Solusi yang dapat meminimalkan dampak endemic timbal adalah:
1. Bagi sekolah hendaknya menerapkan peraturan 3km, yakni peraturan yang mewajibkan bagi para siswa yang rumahnya berjarak kurang dari 3km untuk menaiki sepeda. Selain untuk menghemat penggunaan bahan bakar, menaiki sepeda dapat menjadi olahraga bagi para siswa. Siswa juga diajari untuk peduli pada lingkungan.
2. Menemukan bahan bakar alternative, ini adalah tantangan pada generasi muda untuk menjawab permasalahan seputar timbal.
3. Berolahraga secara rutin. Berolahraga dapat meningkatkan metabolism tubuh, yang berarti dapat membongkar senyawa-senyawa yang berbahaya. Apabila seseorang jarang berolahraga, maka logam timbal dapat mudah menumpuk pada tubuh seseorang.
4. Pengelolaan secara bijaksana bagi setiap pabrik yang menggunakan Logam Timbal, sebuah industri tidak hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tetapi juga harus memperhatikan alam sekitar pabrik.

Daftar Rujukan:
Raharjo, Sentot Budi. 2008. Platinum Kimia Berbasis Eksperimen 1 untuk kelas X SMA dan MA. Jawa Tengah : Tiga Serangkai.
Achmadi, Suminar (Kepala Editor). 1987. Kimia dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 3. Bogor : Erlangga.
Krisbiyantoro, Adi. 2008. Panduan Kimia Praktis SMA. Jakarta: Pustaka Widyatama.

Kamis, April 08, 2010


Isu tentang krisis energi sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Salah satu jenis energi yang paling vital dalam kehidupan masyarakat adalah energi Listrik. Berbagai pemadaman dan seringnya dilakukan pemadaman listrik oleh PLN menambah keresahan masyarakat.

Kebutuhan akan listrik sendiri senantiasa semakin meningkat, namun dilain pihak berbagai sumber pembangkit tenaga listrik seperti minyak bumi semakin menurun. Harga minyak bumi kian hari semakin melambung. Meskipun tenaga Nuklir dapat menghasilkan listrik berjuta-juta volt, namun kenyataan yang terjadi adalah masyarakat Indonesia sangat menolak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir didirikan di Indonesia. Seperti contohnya Masyarakat Sumenep yang menolak dengan tegas didirikannya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di salah satu kawasan Sumenep.

Untuk mengatasi keresahan tersebut, masyarakat dapat mengadakan sendiri pembangkit tenaga listrik sederhana. Pembangkit tenaga listrik tersebut menggunakan turbin atau kincir yang diletakkan di selokan atau got dan sebagai penggeraknya adalah aliran air limbah rumah tangga (sewage). Sehingga nantinya pembangkit tenaga listrik ini dapat disebut Pembangkit Listrik Tenaga Air Limbah.

Tentu saja dengan pembangkit listrik air limbah ini, dapat mengubah paradigma air limbah yang pada awalnya dianggap tidak berguna dan mengalir begitu saja menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Sangat berwawasan lingkungan dan secara langsung dapat mengurangi Banjir yang sangat sering terjadi di Indonesia akibat penyumbatan sampah di selokan. Masyarakat akan lebih menjaga saluran selokannya karena sampah dapat menghentikan putaran dari turbin. Selokan bermuara pada sungai, sehingga tak akan ditemukan lagi sampah yang memenuhi aliran sungai.

Dibandingkan tenaga air biasa untuk menggerakkan turbin pembangkit tenaga listrik, air limbah rumah tangga memiliki berbagai keunggulan. Air limbah termasuk koloid yang didalamnya terdispersi berbagai zat seperti sabun, detergen dsb. Hal ini mengakibatkan air limbah memiliki massa jenis yang lebih besar dari pada air biasa. Dan dengan massa jenis yang besar, sesuai hukum fluida dinamis, kecepatan aliran akan menjadi semakin cepat.

Instalasi pembangkit listrik tenaga air limbah prinsipnya hampir mirip dengan pembangkit listrik tenaga air biasa. Perbedaannya yakni letak pemasangan turbin yang diletakkan pada saluran selokan. Saluran tersebut merupakan muara dari berbagai rumah, sehingga dapat dikoordinasi tiap RT (Rukun Tetangga). Atau apabila memungkinkan dapat dipasang di tiap rumah warga. Jarak antar bilah dalam turbin dibuat lebih besar atau lebih renggang, untuk menghindari terselipnya material organik maupun anorganik yang dapat menghentikan putaran turbin.

Secara singkat prinsipnya adalah air limbah memutar turbin karena adanya kecepatan zat alir dan perbedaan ketinggian, putaran turbin memutar batang yang dihubungkan ke rotor generator. Pada rotor generator banyak elektromagnet penghasil medan magnetik yang ikut berputar bersama batang. Arah medan magnetik dari elektromagnet yang selalu berubah-ubah memotong kumparan yang diam, sehingga pada ujung-ujung kumparan bangkitlah GGL induksi.

Apabila diterapkan dalam Perhotelan, turbin khusus pembangkit listrik tenaga air limbah dapat dikomersialkan dengan harga tinggi. Aliran air yang senantiasa ada dalam suatu hotel, dan adanya perbedaan ketinggian sehingga pipa-pipa saluran air dipasang vertikal dapat dimanfaatkan secara maksimal. Suatu hotel tak akan khawatir lagi yang menginstalasi pembangkit listrik tenaga air limbah tak akan khawatir dengan pemadaman yang sangat sering dilakukan oleh PLN.

Kebanyakan pembangkit listrik di Negara Indonesia sampai hari ini turbinnya digerakkan oleh tenaga uap. Dalam sistem ini, kalor yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar terutama minyak bumi dan batu bara mendidihkan air untuk menghasilkan uap tekanan tinggi. Padahal telah diprediksi bahwa bahan bakar minyak bumi akan langka dalam beberapa dekade ke depan. Untuk itu, diharapkan dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga air limbah dapat mengurangi subsidi bahan bakar minyak bumi sebagai pembangkit listrik.



Ketersediaan minyak bumi di prediksikan akan habis dalam beberapa dekade ke depan. Tetapi ketergantungan negeri ini akan minyak bumi masih sangat tinggi seperti contohnya pada pembangkit tenaga listrik. Kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia hingga saat ini yang dipergunakan adalah pembangkit listrik bertenaga uap. Dalam sistem ini, kalor yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar terutama minyak bumi dan batu bara mendidihkan air untuk menghasilkan uap tekanan tinggi.


Besarnya kebutuhan akan minyak bumi, danbatu bara sebagai bahan bakar atau pun pembangkit listrik merupakan persoalan yang kini mulai muncul. Terbatasnya pasokan bahan bakar yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi. Kondisi ini memicu kita untuk mencari bahan-bahan alternatif untuk tetap mampu menyediakan suplay energi yang dibutuhkan.
Salah satu sumber energi tersebut adalah energi Matahari dan energi angin. Indonesia merupakan Negara dikawasan daerah khatulistiwa dan sepanjang tahun selalu mendapatkan sinar matahari. Kepulauan di Indonesia dikelilingi oleh laut sehingga mendapatkan aliran angin yang cukup besar dan potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.


b. Masalah
1. Bagaimana pemanfaatan energi matahari dan energi angin sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik?
2. Bagaimana peluang-peluang diterapkannya pembangkit listrik bertenaga energi matahari dan angin di Indonesia?
3. Apa saja dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penerapan pembangkit listrik tenaga energi matahari dan angin?


II. PEMBAHASAN
Minyak bumi dan batu bara adalah bahan bakar fosil, pembakaran bahan fosil menghasilkan gas samping yakni CO2. Tidak semua hasil pembakaran bahan bakar fosil berlangsung secara sempurna, pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna menghasilkan gas CO yang sangat beracun. Bahan bakar minyak bumi digunakan sebagai sumber energi pada pembangkit listrik tenaga uap yang banyak berdiri di Indonesia, salah satunya pembangkit listrik tenaga uap di Labuan Unit 1 Banten dengan daya 300 megawatt.
Selain itu minyak bumi adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan dilain pihak kebutuhan akan energi semakin mendesak. Oleh karena itu, perlu energi alternative untuk mengatasi keresahan yang kini sedang menerpa masyarakat Indonesia. Keresahan akan krisis energi.
Negara Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dan diapit oleh dua benua, memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam memanfaatkan energi matahari dan angin sebagai sumber energi. Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kecepatan angin rata-rata sekitar 4 m/s, dan panas yang merata sepanjang tahun. Jadi, Indonesia dapat memanfaatkan dua energi tersebut secara sekaligus, musim kemarau menggunakan pembangkit tenaga listrik tenaga sinar matahari dan tenaga angin, sedang pada musim penghujan menggunakan pembangkit tenaga listrik tenaga angin.
Rincian singkat pertama adalah tentang pembangkit listrik tenaga panas matahari. Ada dua cara yang umum dalam pemanfaatan energi matahari. yaitu menggunakan solar-thermal dan sel fotovoltaik. Pada sistem solar-thermal, panas matahari dikumpulkan dengan menggunakan cermin untuk memanaskan air yang diletakkan dalam suatu ketel (boiler). Uap yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk memutar turbin dan generator. Pada sistem fotovoltaik, energi matahari langsung diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sel fotovoltaik atau sel sinar matahari.
Sedang yang kedua, pemanfaatan angin sebagai sumber energi pembangkit listrik pada prinsipnya adalah kecepatan aliran angin yang dapat memutar turbin. Turbin angin memutar generator tegangan bolak-balik, sehingga menghasilkan tegangan AC yang harus terlebih dahulu menjadi tegangan DC sehingga dapat menghasilkan arus searah.
Kedua pembangkit listrik ini, dapat saling melengkapi. Sangat ramah lingkungan, karena tak ada zat samping yang dihasilkan. Di banding dengan diesel, pembangkit listrik tenaga angin mempunyai potensi mengurangi emisi CO2 sebesar 700 gram untuk setiap kWh energi listrik yang dibangkitkan sedang pada pembangkit tenaga sinar matahari mempunyai potensi mengurangi emisi CO2 lebih dari 1 kg untuk setiap kWh energi listrik yang dibangkitkan. Dengan penggunaan energi panas matahari dan angin sebagai sumber energi, tidak dapat seluruhnya menghentikan ketergantungan akan bahan bakar minyak bumi, namun yang terpenting adalah menghemat agar bahan bakar minyak bumi dapat dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama lagi demi kemaslahatan umat manusia.

Minggu, September 13, 2009


Dalam sejarah perjalan hidup manusia, batuan mempunyai peranan yang sangat penting. Hal ini ditandai dengan adanya zaman batu, disebut zaman batu karena sebagian besar alat-alat penunjang kehidupan manusia, misalnya untuk mencari dan mengolah makanan masih terbuat dari batu. Dari alat-alat tersebut (bentuk dan jenis batu) dapat diketahui bagaimana cara kehidupan manusia masa lampau. Akan tetapi, tidak berarti pada waktu itu alat-alat mereka hanya terbuat dari batu. Ada juga alat yang terbuat dari bambu atau kayu. Namun bekasnya tidak dapat ditemukan lagi karena bahan dari bambu atau kayu tidak bertahan lama seperti halnya batu. Zaman batu itu dibagi lagi menjadi beberapa zaman, yakni Paleoitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum.
Batuan adalah agregat padat dari mineral, atau kumpulan yang terbentuk secara alami yang tersusun atas butiran mineral, gelas, material organik yang terubah, dan kombinasi semua komponen tersebut. Mineral adalah zat padat anorganik yang mempunyai komposisi kimia tertentu dengan susunan atom yang teratur, yang terjadi tidak dengan perantara manusia dan tidak berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, dan dibentuk oleh alam (Warsito Kusumoyudo, 1986). Kristal adalah zat padat yang mempunyai bentuk bangun yang beraturan yang terdiri dari atom-atom dengan susunan yang teratur. Berzelius mengklasifikasikan mineral menjadi delapan golongan, yaitu:

1. Elemen Native, contohnya Emas, perak tembaga dan intan
2. Sulfida, contohnya gelena, Pirit
3. Oksida dan hidroksida, contohnya korondum.
4. Halida, contohnya Halite
5. Karbonat, Nitrat, Borat, Lodat, contohnya kalsit
6. Sulfat, Kromat, Molibdenat, Tungsat, contohnya Barit.
7. Fosfat, Arsenat, dan Vanadat, contohnya Apatit.
8. Silikat, contohnya Feldspar, Kuarsa dan Piroksen.

Sedang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Batuan adalah dari jenis batu (Bukan Logam/Kaca): Bahan pembentuk kerak Bumi.

Sabtu, Juli 18, 2009

Pasti akan tiba saatnya
Es dikutub meleleh semuanya
Daratan terselimuti oleh air
Tanah hanyalah mitos belaka
Dan kehidupan kacau balau
Seperti dalam film waterworld

By: Nur Abdillah Siddiq


Umat manusia tidak pernah berhenti melakukan usaha-usaha untuk dapat mensejahterakan hidupnya. Banyak sekali alat-alat yang dulunya mustahil namun sekarang hampir setiap individu memilikinya. Setiap tahunpun berbagai penemuan-penemuan terus berkembang pesat.

Kenyataannya semakin pesat perkembangan tekhnologi umat manusia, semakin merosot kualitas alam. Contohnya saja pemanasan global. Berbagai konferensi pers diadakan bahkan hingga tingkat Internasional seperti contohnya yang tahun lalu dan tidak lain untuk membahas pemanasan global. Tetapi itu memang tidak cukup, pemanasan global membutuhkan partisipasi dari setiap Individu di DUNIA.


Suhu yang semakin panas, bertambah dari hari-kehari membuat masalah baru. Suhu mempercepat proses kimia, khususnya proses metabolisme didalam tubuh. Tidak hanya membuat usia semakin Tua tetapi juga membuat perasaan tidak tenang (Stress) dan dikejar oleh waktu. Kenaikan suhu ini juga diikuti dengan melelehnya es dikutub. Lapisan es yang awalnya sebagai penstabil Suhu, akibat kenaikan suhu menjadi mencair dan mengalir ke lautan.

Akan semakin berkurang lahan pertanahan karena semakin bertambahnya volume air. Kita telah mengetahui bahwa air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Jadi volume air dilautan yang bertambah akan diikuti juga dengan permukaan lautan yang semakin meluas dan mengisi daratan yang lebih rendah.

Benarkah film waterworld yang mencitrakan suatu ketika tidak ada lagi daratan?? Ataukah hanya imajinasi atau lebih mulia lagi sebagai film penyadar diri?? Tidak ada yang tahu. Nasib 10 tahun ke depan, 50 tahun kedepan dan 100 tahun kedepan tentang Bumi ini berada ditangan kita.


Pemanasan global harus segera ditangani sebelum semuanya menjadi terlambat. Saya mengusulkan agar dunia mengambil kebijakan berikut.
1. Setiap pembelian kendaraan bermotor oleh individu maupun kelompok (Mobil, speda motor, dll) harus diikuti dengan penanaman pohon. Artinya apabila anda membeli sebuah mobil anda diwajibkan menanm pohon dipekarangan rumah anda.
2. Setiap bayi yang lahir juga diikuti dengan penanaman pepohonan. Analog seperti kebijakan uang pertama, lahir satu bayi berarti satu pohon yang harus ditanam.


Mengapa harus pohon?? Sebenarnya ada cara lainnya, seperti elektrolisis air laut menjadi unsur-unsur yang sederhana. Tetapi elektrolisis tersebut tidak dapat dilakukan dalam skala besar dan tentu saja sumber energi listrik yang besar dan gas buang dapat memperparah keadaan. Penanaman pohon menjadi solusi utama karena pohon MEMILIKI DAUN YANG BANYAK. Daun yang banyak memungkinkan proses penguraian CO2 ¬melalui fotosintesi menjadi lebih besar. Hampir setiap pembakaran (Entah kendaraan bermotor atau respirasi manusia) Melepaskan CO2 . CO2 ini di lapisan atmosfer dapat membentuk lapisan seperti kaca yang memantulkan sinar matahari yang hendak dipantulkan dari permukaan bumi menjadi terpantul kembali kepermukaan bumi. Jadi otomatis suhu bumi akan semakin panas dan ini yang disebut dengan efek Rumah Kaca. Dan yang mengagetkan setiap tahun berjuta-juta gas CO2 diemisikan ke udara.

Kenaikan suhu tidak hanya mempertinggi permukaan air laut, tetapi juga memperbesar penguapan sehingga mempertinggi curah hujan dan menyebabkan banjir. Maraknya terjadi banjir pada tempat yang sebelumnya belum pernah terjadi banjir, faktor penyebabnya adalah pemanasan global. Lagi-lagi penanaman pohon juga dijadikan solusi untuk menangani banjir, karena akar pohon dapat menyerap air dan penampung kelebihan air.


Terakhir, saya memberi saran. AYO MENANAM POHON.

Yuk Taaruf









Nur Abdillah Siddiq
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS, sedang menggeluti Fiber Optik dan dunia pengembangan diri. Berusaha mengabdi dan memberikan kontribusi nyata pada agama Islam, Negara Indonesia, dan Orang Tua Tercinta (H. Fajar Rahman dan Hj. Sri Tumiasih).

Blog ini adalah website pribadi Nur Abdillah Siddiq. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Popular Posts

Yuk Baca !

Yuk Baca !